Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Ajang Intertraffic Indonesia 2018 Dukung Program 100 Smart City

2,227
foto : istimewa

Jakartakita.com – Sebagai negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbanyak di dunia, permasalahan lalu lintas masih menjadi sebuah dilema besar di Indonesia, terutama di wilayah Jakarta yang saat ini menempati posisi ke-12 sebagai kota terpadat di dunia menurut INRIX.

Namun, pemerintah tidak tinggal diam terhadap hal tersebut. Hal ini dibuktikan dengan implementasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang baru saja memasuki tahap trial pada awal Oktober 2018 lalu, di mana sistem ini akan memantau pelanggaran-pelanggaran di jalan raya dengan menggunakan Close Circuit Television (CCTV) dan melaporkan pelanggaran tersebut secara online.

Meski masih dalam tahap uji coba, hal ini menggambarkan bahwa saat ini, pemerintah sudah mulai mengadopsi kemampuan teknologi dalam pengaturan lalu lintas.

Kemajuan teknologi pun mendorong munculnya gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia.

Dengan adanya Smart City yang didukung oleh teknologi-teknologi yang mengatur pengaturan wilayah tersebut, tidak terkecuali pada lalu lintas, serta pembangunan infrastruktur-infrastruktur konektivitas seperti jalan raya, jalan tol, rel kereta, bandara, dan pelabuhan, Indonesia memiliki masa depan yang cerah dalam merealisasikan pemerataan ekonomi di seluruh tanah air, serta meningkatkan mobilitas rakyat baik dalam konteks aktivitas sehari-hari maupun kemajuan perekonomian antar wilayah.

Mendukung hal tersebut, Tarsus Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang media, pameran, dan konferensi berbasis business-to-business (B2B) bekerjasama dengan RAI Amsterdam menghadirkan Intertraffic Indonesia 2018, sebuah ajang pameran global terkemuka untuk solusi lalu lintas dan mobilitas.

Intertraffic Indonesia 2018 merupakan satu-satunya platform yang didedikasikan untuk menjawab kebutuhan seluruh industri lalu lintas.

“Intertraffic Indonesia 2018 merupakan acara global yang pada tahun ini pertama kali diadakan di Indonesia. Melihat upaya pemerintah dalam mengatasi lalu lintas di tanah air, Intertraffic Indonesia 2018 akan memamerkan beragam produk dan solusi, teknologi, serta layanan terdepan pada infrastruktur lalu lintas, pengaturan lalu lintas, smart mobility, keselamatan lalu lintas, serta parkir. Pada acara ini, lebih dari 100 perusahaan baik nasional maupun internasional akan memamerkan produk dan solusi inovatif mereka, memperluas koneksi, serta mencari potensi bisnis baru,” terang Richard Butter selaku Director Exhibitions Traffic Technology Events dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, Selasa (9/10/2018).

Intertraffic Indonesia 2018 menyediakan tidak hanya platform pameran, namun juga beberapa fitur-fitur acara yang menarik.

Acara ini menghadirkan program konferensi gratis selama 2 hari, di mana pada konferensi ini para ahli dan profesional berkumpul untuk membahas dan saling bertukar pikiran terkait solusi terbaik dalam meningkatkan mobilitas dan kondisi lalu lintas di wilayah regional.

Topik-topik yang akan dibahas dalam konferensi ini, antara lain; Infrastruktur dan Solusi Inovatif untuk Smart City; Peluang Investasi pada Sektor Infrastruktur Jalan dan Transportasi Darat, Manajemen Lalu Lintas dan Smart Parking – Mobilitas Urban dan Parkir Terintegrasi; Tren, Tantangan, dan Outlook terhadap Mobilitas Urban di Indonesia.

“Intertraffic Indonesia 2018 juga menghadirkan The Global Meeting Program (GMP), sebuah program business matchmaking yang gratis serta efektif dimana para peserta pameran, peserta konferensi dan pengunjung yang telah melakukan registrasi sebelumnya dapat mengatur jadwal pertemuan bisnis sebelum acara,” tambah Richard.

GMP menyediakan fasilitas online yang menjamin akses ke profil-profil bisnis peserta pameran dan pengunjung, sehingga mereka mampu mengidentifikasi klien-klien atau supplier prospektif dengan mencari tipe bisnis, supplier atau produk/jasa khusus, maupun pembeli yang membutuhkan produk/jasa khusus. GMP juga memberikan kesempatan bagi pesertanya untuk menghubungi peserta pameran atau pengunjung untuk membahas kebutuhan bisnis mereka dan mengatur jadwal pertemuan saat pameran di Intertraffic Community Hub.

Cheah Wai Hong, Portfolio Direktur Tarsus Indonesia menambahkan, usaha pemerintah dalam mencari solusi permasalahan lalu lintas di Indonesia patut didukung oleh para profesional yang ahli pada industri tersebut.

“Maka dari itu, kami berharap ajang Intertraffic Indonesia 2018 dapat melahirkan ide-ide dan inovasi baru dalam memajukan lalu lintas Indonesia ke arah yang lebih baik. Tahun ini merupakan tahun pertama diadakannya Intertraffic di Indonesia sehingga platform ini bisa dijadikan portfolio internasional bagi para peserta pameran dan juga pengunjung,” tuturnya.

Intertraffic Indonesia 2018 akan diselenggarakan di Jakarta International Expo bersamaan dengan Indonesia Infrastructure Week 2018 dan Konstruksi Indonesia 2018.

Dengan tempat pameran yang lebih luas untuk mengakomodir kemajuan acara konstruksi dan infrastruktur oleh Tarsus Indonesia, diharapkan acara pada tahun 2018 ini dapat menjadi perhelatan infrastruktur dan konstruksi terbesar dan terlengkap di Indonesia.  (Edi Triyono)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: