Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

British Council Gelar UK/ID Festival 2018 Bertema ‘Breaking Boundaries’

Sebagai Bagian dari Program Tiga Tahun UK/Indonesia 2016 – 18 (UK/ID)

2,281
foto : istimewa

Jakartakita.com – British Council, organisasi internasional Inggris untuk hubungan budaya dan kesempatan pendidikan akan menggelar UK/ID Festival 2018 dengan mengangkat tema ‘Breaking Boundaries’.

Sebagai bagian dari program tiga tahun UK/Indonesia 2016 – 18 (UK/ID), Breaking Boundaries merangkum tiga fokus utama UK/ID Festival 2018 yaitu seni dan disabilitas, seni teknologi kreatif dan keragaman hayati yang mana ketiganya dihadirkan dalam rangkaian kegiatan, seperti: pertunjukan musik, pemutaran filem, pentas tari, pameran karya dan instalasi seni, talkshow, lokakarya, serta dikusi panel selama tanggal 11 Oktober hingga 4 November.

Program UK/ID 2016 – 18 sendiri merupakan sebuah program kerja sama Inggris-Indonesia yang diresmikan bersamaan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Inggris pada April 2016.

Program ini menjembatani seniman, kurator, dan organisasi seni dari kedua negara untuk saling terhubung melalui kegiatan residensi, jejaring, kunjungan budaya, serta proyek kolaborasi yang dilaksanakan sepanjang tahun.

Selanjutnya, melalui UK/ID Festival, hasil – hasil dari berbagai program dan acara yang dilakukan selama program UK/ID ditampilkan ke publik.

“UK/ID Festival 2018 merupakan sebuah perayaan tentang kreativitas tanpa batas yang tercipta dari semangat kerja sama dua negara di mana perbedaan budaya, bahasa, dan disabilitas justru menjadi pendorong semangat dari seniman – seniman Inggris dan Indonesia untuk berkumpul, berbagi gagasan dan menghasilkan karya – karya luar biasa. Kami merasa bangga dapat kembali menyelenggarakan UK/ID Festival sebagai bagian dari program UK/ID 2016 – 2018 untuk memberikan wadah dan menghubungkan para seniman dan pelaku industri kreatif di Indonesia dan Inggris,” kata Direktur British Council Indonesia, Paul Smith dalam jumpa pers di Jakarta dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, Selasa (09/10).

Mulainya UK/ID Festival 2018 akan ditandai dengan penampilan tiga kolaborasi musik Inggris-Indonesia di Archipelago Festival 11 Oktober 2018 mendatang.

Tiga penampilan musik yang akan hadir, adalah: Our Future Roots sebuah kolaborasi musisi Inggris DANI dan band asal Indonesia Kunokini; Hilang Child seorang musisi dan penulis lagu berdarah Welsh dan Indonesia; serta The Fish Police, band punk asal Inggris yang menghadirkan dentuman irama surealis dengan ketukanketukan yang memikat.

Selama berlangsungnya UK/ID Festival 2018, British Council juga memperkenalkan dua festival baru, yaitu Festival Bebas Batas dan The Other Festival.

Festival bebas batas merupakan perayaan seni disabilitas pertama di Indonesia yang terinspirasi dari Unlimited Festival di Inggris. Festival ini adalah hasil kerja sama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Galeri Nasional, Art Brut, dan British Council.

Sedangkan The Other Festival akan merayakan seni kreatif berbasis teknologi dari kolaborasi antara British Council dan Double Deer.

Penyelenggaraan Festival Bebas Batas dan The Other Festival sebagai bagian dari UK/ID Festival 2018 diharapkan dapat menjadi warisan dari program UK/ID 2016 – 18 untuk terus mendorong semangat kerja sama kesenian dan kolaborasi industri kreatif antara Inggris dan Indonesia di masa yang akan datang.

“Di UK/ID Festival 2018, bayangkan sebuah ruang yang tidak memiliki batas, di mana para individu kreatif dari Indonesia dan Inggris dapat saling berkolaborasi, di mana musik, seni dan teknologi saling berpadu, di mana kreativitas tak bertepi, terlepas dari disabilitas. Kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menikmati ini semua dengan mengunjungi serta terlibat di berbagai rangkaian UK/ID Festival 2018,” kata Direktur Seni dan Industri Kreatif British Council Indonesia, Adam Pushkin.

Lebih lanjut, Adam juga menjelaskan bahwa Inggris dan Indonesia adalah dua negara yang kaya dengan keberagaman di mana kaum mudanya memiliki kreatifitas luar biasa.

Program UK/ID 2016 – 18 telah menghubungkan lebih dari 200 seniman Inggris dan Indonesia untuk saling belajar, bertukar ide positif dan berkolaborasi. Diharapkan hubungan yang terjalin dapat berlanjut dan industri kreatif di dua negara dapat terus mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama.

UK/ID Festival 2018 didukung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan British Council bermitra dengan Archipelago Festival, Greenpreace, Save Our Sounds, SAE Institute, AIPI, Brightspot Market, 17.000 Islands of Imagination, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kominte Buku Nasional, Komunitas Salihara, Paviliun Puisi, Ubud Writers and Readers Festival, ICAD, Pabrikultur, Jakarta Fashion Week, Dewan Kesenian Jakarta, Insititut Kesenian Jakarta, Djakarta Teater Platform, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Festival Bebas Batas, Galeri Nasional Indonesia, ArtBrut Collective, TransJakarta, Angkasa Pura, NOMA Borderless Art Museum, ThinkWeb, DaDaFest, Ballet.id, 100% Manusia, Sofarsounds Jakarta, @america, Insititut Francais d’Indonesie, Cinemacet, Spanish Embassy, Gerkatin, Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat, Yayasan Mitra Netra, Paviliun 28, Double Deer, Double Deer Academy, Hotel Monopoli, Tokopedia, Creative Black Country, Abandon Normal Devices, Whiteboard Journal, Manual Jakarta, Tirto.id, Qubicle, Mal Taman Anggrek, Antik Mebel dan Morrissey Hotel.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: