Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

CHI Award 2018 Berikan Penghargaan Kepada Pejuang Dibalik Bertahannya Industri Batik Indonesia

987
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Bertepatan dengan Hari Pahlawan, CHI Heritage menggelar CHI Award 2018, sebuah ajang penghargaan untuk pahlawan warisan budaya Indonesia. Kegiatan acara diadakan di La Moda Cafe, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 November 2018 malam.

Ayu Diah Pasha menjelaskan, Yayasan Al-Mar melalui The Culture Heritage of Indonesia (CHI) memiliki perhatian pada kelangsungan warisan budaya Indonesia.

CHI Heritage sendiri memiliki tujuan untuk turut berperan dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.

“Pada kesempatan ini, CHI memberikan apresiasi penghargaan kepada para pahlawan warisan budaya Indonesia dan untuk kali yang pertama penghargaan ini diberikan kepada pejuang di balik bertahannya industri batik,” ucap Ayu selaku salah satu pendiri Yayasan Al-Mar, disela-sela kegiatan acara.

Ada empat kategori CHI Award 2018, yakni Kategori Pelestari, Kategori Penerus, Kategori Inovator, dan Kategori Penghargaan Khusus (Legacy) yang diberikan kepada Go Tik Swan atau Panembahan Hardjonagoro.

Asal tahu saja, Go Tik Swan adalah orang yang mendapat tugas dari Presiden Soekarno untuk membuat batik Indonesia.

foto : jakartakita.com/edi triyono

Sementara itu, Musa Widyatmodjo selaku Dewan Pemerhati Seni Budaya untuk CHI Award 2018 berharap kepada Pemerintah, melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, untuk lebih memberdayakan dan mengembangkan batik agar lebih dikenal dunia.

“Kalau gerakan ini diinisiasi bisa menjadi hal luar biasa bagi kelestarian industri batik, termasuk pengrajin dan penjual batik di dalamnya,” ungkapnya.

Batik sendiri merupakan salah satu warisan budaya Tanah Air yang sudah ada sejak dulu kala. Dari Sabang hingga Merauke, beragam kain Nusantara dengan varian motif yang unik ini selalu memikat.

Dari awal hingga selesai, proses membatik merupakan pekerjaan tangan yang penuh cita rasa seni dengan keteguhan hati dalam melaksanakannya. Bahkan dalam menciptakan peralatan untuk membatik pun juga dilakukan dengan penuh cita rasa seni, ketrampilan tangan dan sekali lagi keteguhan hati yang tidak semua orang memilikinya.

Adapun CHI Heritage merupakan divisi budaya dari Al-Mar Foundation. Pendiri Al-Mar terdiri dari; Wiwit Ilham Panjaitan, Insana Habibie, Tri Sudwikatmono, Pinta Solihin Kalla dan Ayu Dyah Pasha. (Edi Triyono)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: