Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Airbus A320: Tipe Pesawat Yang Sering Mengalami Kecelakaan

566
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Kecelakaan pesawat udara terjadi di Perancis. Maskapai Germanwings Airbus A320, rute Barcelona – Duesseldrof dipastikan jatuh di kaki gunung Alpen, Meolans – Revel pada Selasa (24/3/2015), dan seluruh penumpang serta awak pesawat diduga tidak ada yang selamat.

Surat kabar La Provence, melaporkan, berdasarkan informasi data manifes penerbangan dengan nomor 4U 9525 i, penumpang pesawat terdiri dari 67 warga Jerman, 45 Spanyol, dan satu Belgia. Di antara para penumpang terdapat 16 murid sekolah dan dua gurunya dari kota Haltern. Semuanya dilaporkan tewas.

Namun menariknya, bukan pertama kalinya jenis pesawat Airbus A320 mengalami kecelakaan. Pada 28 Desember 2014 lalu, tepat sebelum tahun baru 2015, pesawat dengan tipe yang sama AirAsia QZ8501 rute Surabaya – Singapura pun jatuh di selat Karimata, Indonesia.

Pesawat jenis Airbus A320 ini memang pesawat yang terbilang sudah tua. Diketahui, pesawat jenis ini sudah mengalami sebanyak sembilan kali kecelakaan sejak mengudara dari tahun 1988.

Masih teringat juga di ingatan, maskapai penerbangan Air France dengan jenis pesawat yang sama mengalami insiden, dimana pesawat ini menabrak pepohonan dalam sebuah manuver pertunjukan udara di dekat bandara Mulhouse-Habsheim, Perancis pada 26 Juni 1988. Tiga dari total 136 penumpang meninggal.

Dua tahun kemudian, kejadian memilukan menimpa maskapai Indian Airlines, dengan tipe pesawat airbus A320. Pesawat naas ini dikabarkan mendarat di jarak 400 meter sebelum landasan pacu di Bangalore, India. Empat dari tujuh anggota kru beserta 88 dari total 139 penumpang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

Artikel Terkait
1 daripada 5

Selanjutnya tercatat, maskapai Air Inter A320 kecelakaan pada tahun 1992, menewaskan 82 penumpang; maskapai Lufthansa A320-200 keluar jalur landasan pacu pada tahun 1993, menewaskan 2 orang, dan maskapai Gulf Air A320 yang jatuh di laut setelah gagal mendarat pada Agustus tahun 2000, dan menewaskan 135 penumpang dan awak pesawat.

Pesawat tipe ini seakan tak henti – hentinya diterpa catatan kecelakaan besar, berikutnya terjadi pada tahun 2006, 2007,  2008, 2014, dan 2015. Dan sudah menelan ratusan korban jiwa.

Meskipun sering mengalami kecelakaan, pesawat Airbus tipe A320 ini ternyata merupakan salah satu tipe andalan Airbus di industri penerbangan dunia.

Sejak mengudara secara komersil pada tahun 1988 silam, Airbus A320 merupakan pesawat penumpang jet komersial yang paling laris, berdasarkan catatan dari 2005 hingga 2007.

Saat ini, lebih dari enam ribu pesawat jenis Airbus A320 masih beroperasi di lebih dari 300 maskapal penerbangan diseluruh dunia. Pesawat ini dianggap sangat cocok untuk melayani penerbangan jarak dekat dan bersaing dengan Boeing 737.

Padahal, pesawat Airbus A320 ini dikabarkan memiliki teknologi terkini yaitu, sistem kontrol pesawat dengan cara fly by wire atau FBW (sistem yang menggantikan pengendalian penerbangan manual dengan antarmuka elektronik). Sistem ini juga memungkinkan komputer pesawat mengirim sinyal otomatis untuk menstabilkan pesawat, tanpa adanya input dari pilot.

Selain itu, armada pesawat A320 ini juga tercatat telah mengumpulkan lebih dari 154 juta jam terbang dalam 85 juta penerbangan.

Sementara itu, menyikapi perkara kecelakaan ini, CEO Germanwings, Wagner, mengatakan bahwa perusahaannya akan berupaya melakukan yang terbaik dalam melayani keluarga korban kecelakaan ini.


Pasang Iklan Gratis @ jakartakita.com - klik iklan.jakartakita.com

Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Open chat
1
Hello can we help you?