Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Alcatel-Lucent Enterprise Dukung Sistem Belajar Hybrid

0 1,968

Tiket Pesawat Murah Airy

foto : istimewa

Jakartakita.com – Alcatel-Lucent Enterprise (ALE), provider terdepan solusi komunikasi dan jaringan, mendukung rencana pemerintah untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesia dari pendidikan tatap muka menjadi pendidikan campuran atau hybrid seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan rencana pemerintah tersebut, Alcatel-Lucent Enterprise menggelar ‘ALE Education Day 2021: Hybrid Learning System Adaptation for Indonesia Education System’, Kamis (15/07).

Pada webinar ini, ALE bersama dengan perwakilan pemerintah, serta pakar pendidikan dan pakar teknologi berbagi pandangan dan pengetahuan terkait teknologi yang tepat untuk mendukung pengimplementasian ekosistem pendidikan hybrid yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan di masa depan.

“Akibat dari pandemi Covid-19, pendidikan online atau hybrid bukan lagi sebuah pilihan tetapi menjadi kebutuhan. Kemajuan teknologi digital memungkinkan siswa belajar apapun, kapanpun, dan darimana pun. Tantangannya adalah menemukan solusi atau teknologi yang tepat sesuai kebutuhan guru dan siswa,” ujar Wahyu Adi, Country Business Leader Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia, seperti dilansir dalam siaran pers, Kamis (15/7).

Dijelaskan, bahwa teknologi berperan penting sebagai medium yang mendukung kurikulum sekolah dan mendorong kreativitas dan pengetahuan siswa.

Statistik Pendidikan 2020 yang dirilis BPS menunjukkan dalam empat tahun terakhir penggunaan Internet di kalangan siswa meningkat 25 persen. Di tingkat SD, dalam dua tahun terakhir penggunaan Internet naik 20 persen, terutama karena pandemi. Internet bisa menyediakan teknologi pendidikan yang mendukung upaya pembelajaran siswa dan guru, serta aplikasi administratif untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pendidikan.

Artikel Terkait
1 daripada 8

Terkait hal ini, infrastruktur digital menjadi bagian penting bagi keberhasilan pengimplementasian sistem pendidikan hybrid.

Lebih lanjut dijelaskan, teknologi untuk mendukung proses pendidikan hybrid membutuhkan platform intuitif, terintegrasi dan aman yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing guru. Teknologi tersebut harus memiliki tools keamanan yang bisa sesuai dengan aplikasi konferensi, mudah terintegrasi dengan Learning Management System, memberikan pendidikan yang seimbang, dan bisa digunakan untuk tools kolaborasi real-time dan aman, misalnya grup belajar yang diawasi guru, whiteboard virtual, audio, video, dan kemampuan pesan instan, serta saling berbagai file dan layar.

Adapun Rainbow Classroom memungkinkan guru menerapkan gaya mengajar mereka untuk memenuhi kebutuhan siswa melalui pemanfaatan lingkungan pendidikan virtual menyeluruh.

“Pendidikan online dan hybrid bisa menjadi sebuah kenormalan baru di sistem pendidikan kita dan kita perlu beradaptasi. Rainbow Classroom bisa disesuaikan oleh sekolah atau universitas untuk mengoptimalkan pengalaman belajar jarak jauh, memastikan keamanan data dan kemudahan penggunaan bagi guru dan siswa. Rainbow Classroom memiliki teknologi yang luwes dan membuatnya bisa digunakan di berbagai lingkungan pendidikan. Dengan menggunakan Rainbow Classroom, sekolah atau universitas bisa mengubah peramban sederhana menjadi tools pendidikan terintegrasi, aman dan single sign-on. ALE hadir untuk mendukung guru dan siswa dalam proses evolusi menuju lingkungan pendidikan digital hybrid,” ujar Wahyu.

Di kesempatan yang sama, Brando Lubis, Country Business Development Manager AMD mengungkapkan, “Saat ini, teknologi digital menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran siswa. Lebih dari satu tahun terakhir, mereka belajar dari rumah menggunakan berbagai media seperti TV, smartphone, laptop, dan lain-lain. Teknologi yang tepat dibarengi dengan panduan dan aplikasi yang tepat bisa membuat siswa menjadi lebih kreatif dan memungkinkan mereka menemukan hal-hal baru. Inilah yang menjadi bahasan kita di acara EduDay hari ini dan kami berharap hasil diskusi ini bisa menjadi masukan untuk pemerintah.”

Ia juga mengatakan, AMD memiliki pengalaman luas dalam membantu transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Adapun pendidikan jarak jauh (PJJ) tampaknya akan terus menjadi bagian dari pendidikan sekolah seiring banyaknya sekolah yang mengembangkan sistem pendidikan hybrid, atau gabungan pendidikan tatap muka dan online, yang digunakan selama masa pandemi. Oleh karena itu, kemampuan digital para guru harus terus ditingkatkan.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More