Little India Ala Sunter

Bagi anda yang pernah ke Singapura pasti tahu Little India. Sebuah kawasan di Singapura yang dihuni oleh warga keturunan India/Pakistan. Tetapi tahukah anda kalau Jakarta juga memiliki kawasan Little India, lengkap dengan Supermarket Mustafa yang menjual segala pernak-pernik khas India. Mirip seperti di Singapura yah.

Little India Jakarta terletak di kawasan Sunter Jakarta Utara. Awalnya warga India/Pakistan Sunter ini merupakan warga pindahan dari daerah Pasar Baru, Pintu Air dan Gang Kelinci di Jakarta Pusat. Mereka berbondong-bondong pindah ke Sunter karena Pasar Baru yang mulai terlihat padat dan kumuh lebih cocok untuk kawasan perdagangan ketimbang kawasan pemukiman.

Di kawasan Little India Sunter ini, kita dapat dengan mudah menemukan toko atau restoran yang menjual aneka makanan dan produk khas India/Pakistan. Tidak hanya itu di kawasan ini kita juga bisa menjumpai sekolah-sekolah India, seperti: Gandhi Memorial School, Universal School dan Jubilee School.

Denyut nadi perdagangan warga India/Pakistan tidak bisa dipisahkan dari kawasan Sunter. Walaupun toko-toko mereka tersebar di berbagai pusat perdagangan. Justru di Sunterlah mereka melakukan transaksi impor maupun ekspor. Tidak hanya garmen. Warga India yang memiliki restoran di pusat kota, menggunakan kawasan Sunter sebagai dapur mereka.

Orang India sudah mendatangi Nusantara sejak abad ke-4 sampai 11 Masehi. Mereka hampir seluruhnya datang dari India Selatan yang sebagian besar berkulit gelap. Jakarta pada abad ke-5 pernah diperintah oleh Kerajaan Hindu Tarumanegara dengan raja Mulawarman. Migrasi kedua terjadi pada abad ke-14 sampai 16 dengan datangnya pedagang beragama Islam, berasal dari Gujarat dan pantai Malabar, serta dari India Selatan.

Migrasi ketiga dari India ke Indonesia terjadi pada abad ke-18 ketika seluruh Asia dikuasai oleh kekuatan-kekuatan kolonial Eropa. Keberadaan Belanda di Batavia merupakan salah satu alasan migrasi warga India Selatan ke Batavia untuk menjadi budak.

Migrasi ke empat terjadi sesudah perang dunia I, terdiri dari para pedagang dari Sindh (India Utara). Dan, migrasi terakhir terjadi sesudah perang dunia II, yang umumnya para pengungsi yang merupakan keluarga korban perang saudara  ketika India dibagi menjadi dua negara: India dan Pakistan. Batavia menjadi kota harapan bagi mereka.

Akulturasi budaya India terlihat sekali dalam beberapa makanan khas Indonesia. Penggunaan santan, kayu manis dan lada hitam adalah bukti dari pengaruh India.

Sate di Indonesia mirip dengan sate di India Utara. Hanya sedikit berbeda dalam hal pengolahan. Begitupun gulai merupakan bentuk modifikasi kari kambing khas India.

Bahasa Indonesia banyak menyerap bahasa sansekerta yang juga merupakan bahasa India. Kata-kata seperti guru, bumi, prasasti, istri, dewi, adalah sebagian kecil pengaruh India dalam Bahasa Indonesia.

Jadi bagi anda yang  penasaran dengan Little India Singapura. Mungkin anda bisa  berkunjung ke Sunter dulu. (Risma)

Comments (0)
Add Comment