Sate Maranggi dan Martabak Ikut Memeriahkan World Street Food Congress 2016 di Manila

foto: istimewa

Jakartakita.com – World Street Food Congress (WSFC) merupakan sebuah ajang festival makanan kaki lima dunia. Tahun ini, ajang festival yang sudah digelar dua kali ini akan  digelar pada 20-24 April 2016 di Bonafacio Global City (BGC) Metro Manila, Filipina dengan mengusung tema “The Comforting Flavors of Home” .

Ada delapan negara akan ikut berpartisipasi yaitu Filipina, Malaysia, Indonesia Thailand, Vietnam, Singapura, India dan Amerika Serikat.

Untuk kali ini Indonesia yang dipimpin oleh chef William Wongso akan memboyong empat kuliner khas daerah yang sudah sangat terkenal. Untuk meramaikan ajang Jamboree Food Spread 2016 yang akan diikuti 25 top street food chef/vendor dan hawker dari seluruh dunia . Selain Indonesia, yaitu dari India, China, Indonesia, Malaysia, Vietnam, USA, Thailand dan Singapura.

foto: istimewa

Seperti diwartakan ABS CBN, makanan yang dimunculkan Indonesia adalah Markobar atau Martabak Kota Barat, usaha rintisan putra sulung Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming. Raka menyajikan martabak delapan rasa dalam satu porsi.

Selain Markobar ada juga Sate Maranggi Hajjah Yetty asal Cibungur Puwakarta yang legendaris, laris dan populer sejak 1980an

foto: istimewa

Sate maranggi ini bisa menjadi camilan atau menu utama bersantap. Biasa disuguhkan lima sampai 10 tusuk dalam seporsinya. Sebelum ditusuk dan dibakar, daging sudah dibumbui dengan bumbu dan rempah khas Indonesia. Disantap dengan cacahan tomat dan cabai serta jeruk nipis.

Selain dua makanan itu, ada pula iga bakar Warung Sunset, Bali karya koki Yudi yang terkenal karena menguasai herbal tradisional Bali dan memiliki pengalaman memasak di luar negari. Dia piawai dalam mengolah iga bakar dengan rasa manis dan gurih yang akhirnya menjadi favorit para wisawatan di Bali.

Sementara itu, menu Ayam Taliwang yang pernah tampil dalam WSFC 2015 kembali disajikan. Ayam taliwang terkenal akan bumbu rahasia marinasinya, termasuk menggunakan cabai khusus dari Lombok yang sangat terkenal pedasnya. Penampakan menu ini adalah ayam utuh yang sudah dibumbui atau dimarinasi dan kemudian dipanggang di atas bara api agar aroma dan rasa pedasnya membaur menjadi satu. Untuk menikmati ayam taliwang, masyarakat lokat tak lupa dengan plencing kangkung.

ayam taliwangGibran RakabumingMarkobarSate MaranggiWilliam WongsoWorld Street Food Congress 2016WSFC
Comments (0)
Add Comment