10 Besar di Daftar Cohn & Wolfe Authentic100 di Indonesia Didominasi Merek Dagang Dari Sektor Keuangan

foto : istimewa

Jakartakita.com – Cohn & Wolfe, sebuah agensi komunikasi global baru-baru ini merilis sebuah studi berjudul ‘Kajian Authentic Brands 2017’ untuk wilayah Indonesia, sebagai bagian dari survei global konsumen di 15 pasar di dunia terkait pengaruh otentisitas pada bisnis.

Dalam studi tersebut, sepuluh besar di daftar Cohn & Wolfe Authentic100 di Indonesia didominasi oleh merek dagang dari sektor keuangan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) berada di posisi puncak survey ini, disusul oleh Bank Central Asia (BCA) di posisi ketiga, Bank Negara Indonesia (BNI) di peringkat kelima, dan Bank Mandiri di peringkat 10.

Sementara dari sektor bisnis teknologi Google dan Microsoft sukses menembus posisi dua dan enam, pada persepsi positif untuk otentisitas merek dagang.

Merek lain yang juga berada di posisi sepuluh terbaik adalah Garuda Indonesia, Adidas, Honda, dan Aqua.

Dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, baru-baru ini disebutkan bahwa lebih dari 1,000 konsumen dari Indonesia berpartisipasi dalam kajian ini, sebagai bagian dari riset global Cohn & Wolfe tahunan yang meliputi pasar Asia, Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah.

Di Indonesia sendiri, sebanyak 67 persen dari koresponden mengatakan bahwa mereka memiliki minat beli yang lebih besar terhadap merek dagang yang dinilai sebagai merek yang otentik.

“Merek dagang yang berperilaku dan berkomunikasi dengan otentisitas mereka, akan membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen dan memberikan pengalaman positif bagi konsumen yang lebih baik,” ungkap Matt Stafford, President Asia Pasifik Cohn & Wolfe.

“Untuk membedakan apa yang ditawarkan mereka dan menumbukan pangsa pasar, penelitian kami menunjukkan bahwa merek dagang di Indonesia perlu fokus kepada tiga faktor pendorong utama terhadap tingkat otentisitas merek –Reliable, Respectful, dan Real,” sambungnya.

Lebih lanjut diungkapkan, kajian Authentic Brands Cohn & Wolfe 2017 meneliti peran otentisitas dalam bisnis, atribut yang terkait dengan merek dagang, dan dampak otentisitas pada perilaku konsumen, sikap dan perilaku investor dan karyawan.

Kajian Authentic Brands tahun ini mencakup Brasil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Singapura, Spanyol, Swedia, Uni Emirat Arab, Inggris dan Amerika Serikat.

Di Indonesia, 36 persen dari responden melihat merek dagang sebagai merek dagang yang “terbuka dan jujur”, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan angka rata-rata global yaitu 22 persen.

Persepsi positif yang lebih tinggi di Indonesia dan pasar Asia lainnya berbanding terbalik dengan sinisme konsumen di Eropa, di mana kepercayaan bahwa merek dagang sebagai “terbuka dan jujur” hanya terukur dalam satu digit tingkat kepercayaan saja (Swedia 5 persen; Prancis 7 persen; Jerman 8 persen; Italia: 9 persen).

Adapun Amerika Serikat mengalami penurunan terbesar terkait respon pada pertanyaan ini, yaitu pada angka 16 persen, dibanding 23 persen pada tahun 2016.

Secara global, lima merek dagang teknologi menduduki peringkat atas: 1) Amazon, 2) Apple, 3) Microsoft, 4) Google, dan 5) PayPal.

Adapun merek dagang teknologi meliputi 70 persen dari peringkat 10 teratas Most Authentic Global Brands dan menonjol sepanjang Authentic100, yang daftarnya tersedia di www.Authentic100.com.

“Interaksi pribadi konsumen dengan merek dagang adalah kunci pendorong persepsi mengenai otentisitas merek dagang. Teknologi telah menjadi bagian yang sangat beragam dan tidak terpisahkan dari bagaimana orang mengelola kehidupan mereka, jadi ada banyak peluang bagi merek dagang ini untuk membuat hubungan yang positif,” ungkap Lynn Fisher, EVP, Global Director Branding & Insights Group Cohn & Wolfe.

“Kajian kami menunjukkan bahwa masyarakat melihat merek teknologi peringkat atas benar-benar ingin memberikan cara baru untuk mempermudah dan memberi hidup yang lebih baik kepada masyarakat,” jelasnya lagi.

Adapun kajian tahunan Cohn & Wolfe ini mengidentifikasi tiga pendorong utama untuk otentisitas merek dagang – Reliable, Respectful, dan Real, dengan Respectful muncul sebagai yang paling penting dari ketiga pendorong itu di tahun ini, menggantikan Reliable pada peringkat teratas.

Kesuksesan pada kategori ini (Respectful) bergantung kepada kemampuan merek dagang untuk membantu mengembangkan hubungan yang sedang berjalan dan saling menghormati dengan konsumen dan menggabungkan budaya seperti “memperlakukan konsumen dengan baik” dan “melindungi rahasia dan data konsumen”.

Disaat Generasi X dan Generasi Baby Boomers menekankan hubungan pribadi mereka dengan merek dagang saat mengevaluasi otentisitas secara global, generasi Millenial cenderung menginginkan perhatian pribadi dan lebih banyak lagi. Mereka juga menekankan inovasi dan kesadaran sosial, dengan faktor penentu seperti “memberikan gagasan dan solusi orisinil” dan “berkontribusi membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik” menjadi yang lebih penting.

“Konsumen saat ini ingin membeli dari perusahaan yang melibatkan diri dengan cara yang tulus. Penelitian kami menunjukkan adanya hubungan antara merek yang berperilaku dan berkomunikasi secara otentik dan kemampuan mereka untuk menarik dan mempertahankan konsumen – dan, pada akhirnya, membangun bisnis yang lebih kuat,” ungkap Donna Imperato, CEO Cohn & Wolfe.

“Selamat kepada perusahaan peringkat teratas dalam daftar Authentic100. Komitmen mereka terhadap pelanggan dan masyarakat luas akan menjaga merek dagang mereka tetap di atas dan berkontribusi terhadap pertumbuhan mereka di akan datang,” tandasnya.

 

 

brandcohn & wolfeCohn & Wolfe Authentic100kajian Authentic Brands Cohn & Wolfe 2017merek dagang
Comments (0)
Add Comment