Brand Fashion L’on Bertekad Mengubah Pandangan Global Dunia Fashion Indonesia

foto : dok. L’on Studios

Jakartakita.com – Belakangan ini, industri fashion secara keseluruhan dinilai sangat menjemukan, membosankan dan juga dianggap mulai ketinggalan zaman.

Rendahnya nilai keaslian dari industri ini juga dinilai sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, kita dapat melihat pola yang sama dari musim ke musim. Para pelanggan kerap kali dibohongi oleh merek-merek yang menyebut dirinya sebagai ‘merek ternama’, dimana mereka memproduksi pakaian dengan menggunakan bahan yang sangat terjangkau, untuk dijual kembali dengan harga yang sangat tinggi.

“Hal inilah yang mendorong kami memprakarsai L’on,” ujar Dimas Tristan Till selaku Creative Director dari L’on Studios, dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, baru-baru ini.

Lebih lanjut dijelaskan, L’on didirikan oleh seorang visioner berumur 18 tahun, yang tidak pernah memperoleh pelatihan dan edukasi resmi, maupun pengalaman dibidang desain, namun ia bertekad untuk menyampaikan ideologinya melalui merek ini.

“L’on melakukan berbagai pendekatan yang tidak lazim terhadap fashion untuk menyampaikan estetika khas merek kami yang mengadopsi warna gelap,” ujar Dimas.

Bagian dari metode yang tidak lazim ini, jelas Dimas, ialah: lamanya waktu yang dihabiskan untuk mengkaji dunia fashion terbaru, pengembangan produk dan bahan yang digunakan dan juga berbagai proses rahasia yang hanya dimiliki oleh merek kami.

“Hal inilah yang membuat setiap produk memiliki karakterisik tersendiri,” ujarnya.

Adapun tim desain L’on sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka sendiri terhadap seni, dimana persepsi ini dicerminkan dengan mendalam dan secara konsisten diseluruh koleksi kami. Koleksi yang ada juga disusun sedemikian rupa, sehingga tercipta sebuah karya seni yang terpadu.

Menetapkan standar baru merupakan prioritas utama L’on. Hal ini dimulai dengan menghabiskan berbulan-bulan hanya untuk memilih bahan yang tepat dan berkelanjutan – memproduksi koleksi dengan menggunakan bahan terbaik.

“L’on juga memaksimalkan sumber daya alam dan manusia yang dimiliki Indonesia, agar kami mendapatkan rincian kerajinan tangan dalam setiap produk kami,” tutur Dimas.

Ditambahkan, konsistensi juga merupakan salah satu hal yang terpenting dalam mengembangkan merek L’on. Tidak hanya memproduksi pakaian dengan kualitas terbaik, tapi juga bersedia untuk berusaha lebih jauh – memberikan waktu, usaha dan juga sumber daya agar para pelanggan mendapatkan apa yang telah mereka beli.

“Dalam jangka waktu 15 tahun kedepan, kami sangat percaya bahwa kami akan menjadi sebuah merek ternama yang dikenal oleh seluruh dunia. Kami juga percaya bahwa kami akan memiliki gerai sendiri yang tersebar diberbagai kota besar diseluruh dunia. Dengan ini, rencana kami adalah untuk membuat rumah produksi multifungsi diberbagai penjuru dunia – sebagai usaha kami untuk meningkatkan standar fashion global, dan juga untuk membantu komunitas global dengan menyediakan lapangan kerja yang berkelanjutan,” sebut Dimas.

“Untuk mencapai tujuan akhir yang telah kami tetapkan, kami sadar bahwa setiap merk memiliki permulaan mereka sendiri-sendiri. Bagi L’on, permulaan gerakan revolusioner ini akan dimulai pada tanggal 27 Juni tahun 2018 – dimana kami percaya bahwa kami akan membuat fashion show terbaik yang pernah disaksikan oleh Indonesia,” tandas Dimas.

 

brand fashionfashionfashion showindustri fashionL'onL’on Studiosmerek dagang
Comments (0)
Add Comment