Tolak Akuisisi PGN Untuk Pertagas, SP FKPPA Gelar Aksi Simpatik & Doa Bersama

foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina Perkapalan melakukan Aksi Simpatik dan Doa Bersama dengan anak yatim di lapangan kantor Pertamina Perkapalan, Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jumat (13/7/2018).

Aksi ini sebagai aksi protes dari kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakuisisi Pertagas oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

Turut hadir dalam aksi ini, beberapa pengurus dari FSPPB dan SP FKPPA, antara lain; Arie Gumilar, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Dicky Firmansyah, Sekjen FSPPB, dan Nur Hermawan Ketua Umum (Ketum) SP FKPPA.

Selain itu, hadir pula Marcellus Hakeng J, Sekretaris Jenderal (Sekjen) FKPPA, Capt. Kosim, Wakil Ketua Umum (Waketum) FKPPA dan Aris Friyanto, Bendahara FKPPA.

foto : jakartakita.com/edi triyono

Dalam konperensi pers, Ketua Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja dan Pelaut Aktif (SP FKPPA), Nur Hermawan mengatakan, aksi ini merupakan aksi simpatik yang mempunyai tujuan mengingatkan pemerintah atau pengambil kebijakan bahwa Pertamina ini punya negara.

“Kami mengingatkan kepada pemerintah agar aksi kami didengar sebab kami pekerja Pertamina, terutama pekerja Pertamina Shipping sangat sedih karena kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah sangat tidak berpihak kepada Pertamina atau bisa menimbulkan kehancuran bagi Pertamina,” ucap Nur.

Ia menambahkan, bahwa Aksi Simpatik dan Doa Bersama ini dilakukan sebagai protes awal pada pemerintah.

“Akan ada aksi-aksi lain dalam waktu dekat, aksi ini merupakan aksi yang dilaksanakan sesuai dengan maklumat Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) agar melaksanakan aksi atau letupan-letupan kecil disetiap unit atau disetiap Serikat Pekerja,” jelasnya.

Sementara itu, dalam orasinya, Arie Gumilar selaku Presiden FSPPB menegaskan, bahwa para pekerja berusaha agar Pertamina tetap ada sebagai perusahaan negara yang menguasai hajat hidup orang banyak.

“Artinya, sekarang ini panas-panasan mendoakan Pertamina itu adalah berjuang untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kesejahteraan pekerja. Karena pekerja kebutuhannya sudah tercukupi,” tuturnya.

Adapun Sekjen SP FKPPA, Capt. Marcellus Haking J mengatakan, aksi ini hanya tahapan kecil, ibaratnya getaran-getaran yang bisa SP FKPPA kirimkan kepada pemerintah dalam hal ini kementerian BUMN.

foto : jakartakita.com/edi triyono

“Ini aksi kecil saja. Ini bukan hanya urusan perut saja tetapi kami kerja di Pertamina bertujuan untuk membesarkan Indonesia,” tambahnya.

Seusai orasi, aksi dilanjutkan dengan doa bersama dengan para anak yatim dan para santri dari sebuah pesantren. Selanjutnya, ada pula aksi penurunan bendera merah-putih setengah tiang sebagai wujud keprihatinan, yang dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk serta pembagian selebaran yang berisi informasi seputar bisnis Pertamina.

Selanjutnya, untuk mengedukasi masyarakat terkait situasi Pertamina saat ini, setelah acara simpatik para pekerja membagikan informasi yang dibagikan kepada pengendara motor dan mobil di sekitar kantor.  (Edi Triyono)

 

 

Aksi Simpatik dan Doa BersamaAkuisisiFederasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)PertagasPerusahaan Gas Negara (PGN)Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja dan Pelaut Aktif (SP FKPPA)
Comments (0)
Add Comment