Jakartakita.com – Selama dua bulan sejak banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatra, organisasi kemanusiaan yang berfokus pada perlindungan anak dan pemberdayaan masyarakat, Wahana Visi Indonesia (WVI) terus mendampingi anak-anak dan keluarga terdampak.
Hal itu dilakukan melalui berbagai layanan tanggap bencana yang kini telah menjangkau 7.631 orang, 4.872 di antaranya adalah anak-anak. Pendekatan WVI mengutamakan pemenuhan kebutuhan anak terdampak bencana.
Pada aspek nutrisi, WVI menyalurkan lebih dari 11.703 paket makanan bergizi untuk balita, disertai pendampingan kepada keluarga untuk memastikan asupan harian mereka tetap terjaga meski dalam kondisi darurat. Untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat lainnya juga terpenuhi, WVI juga menghadirkan akses air bersih sebanyak 135.000 liter bagi 1809 orang.
Penyaluran bantuan non-pangan juga telah menjangkau 5.418 orang, mencakup paket kebersihan, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan dasar lainnya.
Program tanggap bencana WVI berlangsung hingga Juni 2026 dan saat ini sudah berada di lima kabupaten/kota dan 44 desa/kelurahan, menunjukkan skala dukungan yang terus meluas seiring kebutuhan masyarakat yang masih tinggi. WVI juga menyatakan komitmennya dengan memprioritaskan anak-anak dan masyarakat di wilayah yang akses logistiknya masih terbatas.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan masyarakat, para mitra, serta semua pihak yang telah bersama sama membantu ribuan anak dan keluarga terdampak di Sumatra. Namun, kami masih menemui banyak orang yang tinggal di pengungsian dengan fasilitas yang terbatas,” kata Angelina Theodora, selaku Direktur Nasional WVI dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 Februari 2026.
“Akses menuju sejumlah wilayah juga masih terhambat. Situasi ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan kemanusiaan masih jauh dari selesai. Untuk itu, WVI akan terus memperkuat kehadiran di daerah yang paling membutuhkan serta memperluas jangkauan pendampingan hingga mencapai 25.000 orang termasuk 9.500 anak-anak di dalamnya,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, WVI juga menghadirkan layanan yang berfokus pada pemulihan emosional dan perlindungan anak, salah satunya melalui pengaktifan sejumlah Ruang Ramah Anak (RRA) di beberapa titik pengungsian yang dihadiri oleh 886 anak.
Selain kegiatan bermain dan dukungan psikososial, bantuan air bersih dan pendampingan kesehatan bagi keluarga terus diberikan melalui memfasilitasi penyediaan air bersih dan edukasi cara mencuci tangan pakai sabun dengan benar agar terhindar dari infeksi penyakit dan tetap sehat.
Sila, seorang anak di Kabupaten Tapanuli Tengah juga merasakan manfaat dari pendampingan WVI, khususnya melalui edukasi perilaku hidup bersih.
“Selain memberikan air, saya juga diajari cara mencuci tangan yang benar sama kakak kakak WVI, supaya tidak sakit perut. Ternyata harus ada langkah langkahnya, bukan cuma asal basah dan kena sabun saja,” ungkapnya.
“Sekarang setiap sebelum atau sesudah makan dan habis bermain bersama teman, saya selalu mencuci tangan dulu biar nggak gampang sakit,” pungkasnya. (Henry)