Bukan Film Horor, Para Perasuk Tentang Obsesi Diri Sendiri dan Mimpi Meemaafkan Masa Lalu

Jakartakita.com – Film Para Perasuk siap tayang di bioskop Indonesia lewat cerita yang unik dan penuh nuansa lokal.

Fokus ceritanya adalah Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya.

Film Para Perasuk. Foto: Jakartakita.com/Henry

Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (Angga Yunanda) bertekad buat jadi Perasuk Utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.

Dilihat dari judulnya, tak sedikit yang menyangka kalau Para Perasuk adalah film horor. Namun sutradara Wregas Bhanuteja menegaskan bahwa film terbarunya ini bukan mengusung genre horor.

“Film ini bukan film horor ya, karena saya sendiri penakut. Film ini tentang obsesi manusia,” ucap Wregas dalam konferensi pers usai press screening Para Perasuk di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, 14 April 2026.

Wregas menyampaikan film “Para Perasuk” yang mulai proses pembuatannya dari tahun 2024 itu menggambarkan tentang obsesi diri sendiri dan mimpi memaafkan masa lalu.

Film Para Perasuk. Foto: Instagram @rekatastudio

Di film ini, Wregas juga mengeksplorasi fenomena kerasukan menjadi sebuah pengalaman komunal masyarakat, bukan sekadar sebagai sesuatu yang eksotis.

Dibintangi oleh Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun C Sasmi, film produksi Rekata Studio dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.

Aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda mengaku awalnya sempat takut tapi tertarik membintangi Para Perasuk Memerankan karakter Laksmi sebagai pelamun yang kerasukan roh, Maudy mengaku pertama kali mendengar penjelasan dari Wregas terkait premis, karakter, apa yang harus dilakukan sempat membuatnya takut.

“Jujur rasa utama yang keluar rasa takut, tapi bukan takut yang terus negative. Aku justru takut merasa terpanggil karena aku merasa ini dunia yang sangat unik yang digambarkan jadi world building-nya menarik,” ungkap Maudy.

Menurut Maudy, karakter Laksmi punya sisi sensitif dari masa lalunya, tapi di sisi lain juga menunjukkan kekuatan fisik karena dirasuki beberapa roh hewan yang ia sempat belum terbayang sama sekali akan bentuknya seperti apa dan mengekspresikannya dengan tarian.

Film Para Perasuk. Foto: Instagram @rekatastudio

Sementara Angga yang memerankan karakter Bayu sebagai perasuk yang mencari roh, harus melakukan adegan merayap di atas tanah yang dinilainya cukup sulit.

“Itu adegan paling sulit karena kontur tanah, pas ngerangkak dan merayap itu otomatis kan debunya pasti naik ke atas, jadi masuk ke hidung aku sampai kayak sesak napas,” terang Angga.

Suami dari Shenina Cinnamon ini juga mengungkapkan salah satu adegan yang dinilainya berat saat ia harus berlari beberapa kali mengelilingi area yang cukup luas.

“Itu ada yang pas aku nyari roh antara kera, macan, sama lintah. Lari aku kelilingin pohon, terus kayaknya gede ya sebenarnya kalau aslinya lumayan kayak dua kali lapangan padel,” ujarnya.

Sedangkan penyanyi senior Anggun mengaku awalnya sempat kebingungan membaca naskah film Para Perasuk yang merupakan film pertamanya. Memerankan karakter Guru Asri sebagai sosok pengajar pesta kerasukan dengan suara yang membawa roh hewan, Anggun menciptakan mantra hanya dalam satu take saat sesi rekaman tanpa ada naskahnya.

Dalam prosesnya mantra tersebut lebih dulu direkam di studio, kemudian sutradara Wregas tampil menari di hadapan Anggun untuk memancing emosi dalam menggambarkan roh hewan untuk membuat suaranya.

“Masuk ke studio rekamannya dan semuanya itu dikeluarkan secara one-take. Itu yang aku harus belajar nangkep secepat mungkin dan sejujur mungkin untuk membuat satu roh dari satu roh ke roh-roh yang lain,” jelas wanita yang tinggal di Prancis ini.

Menurut Anggun, bergabung dalam film “Para Perasuk” menjadi kesempatan perjalanan kariernya khususnya dalam aspek artistik.

“Ini salah satu kesempatan yang saya tuh bener-bener seneng banget bisa jadi bagian karena memang film ini sepenting ini buat saya, buat hidup saya, hidup artistik,” tutup Anggun.

Film Para Perasuk memang sangat bernuansa lokal tapi sukses di arena internasional karena diputar di Sundance Film Festival 2026 dan terpilih dalam kompetisi bergengsi World Cinema Dramatic Competition pada Januari 2026. (Henry)

Comments (0)
Add Comment