Jakartakita.com – Usai mendapat perhatian sejak diperkenalkan di JAFF Market 2025 lalu, rumah produksi Imajinari secara resmi mengumumkan film layar lebar terbarunya, PULANG KAMPUNG, sebuah film musikal Batak yang disutradarai dan ditulis oleh Bene Dion Rajagukguk.
Kali ini, Bene akan menjabat posisi sutradara bersama ko-sutradara Kristo Immanuel dan bakal kembali bekerjasama dengan musisi, produser, dan komposer Viky Sianipar sebagai Penata Musik.
“Saat Bene pitch idenya untuk menggarap sebuah film musikal Batak, kami langsung tertarik. Kami di Imajinari selalu ingin membuat karya-karya original dan PULANG KAMPUNG sejalan dengan visi ini,” kata Ernest Prakasa, produser Imajinari, dalam siaran pers thePublicist Haus, 17 April 2026.
“Film musikal termasuk genre baru buat kami, tapi bukan hal baru di industri film kita dan belakangan ini, apresiasi terhadap karya musikal semakin besar. Kami melihat ini akan menjadi peluang yang baik bagi kami untuk belajar dan mengeksplorasi,” sambung Ernest.
Film PULANG KAMPUNG berkisah tentang DANIEL, seorang pemuda Batak kelahiran Jakarta, yang dipaksa menjadi caleg oleh orang tuanya untuk mewakili tanah kelahiran ayahnya, seorang pengacara sukses. Tapi ketika pulang kampung, ia justru jatuh cinta pada ULI, gadis lokal yang membantunya mempelajari tentang keindahan budaya tanah Batak.
Setelah melewati proses casting, terpilih dua talenta muda berpotensi besar yang akan memerankan dua karakter utama film ini. Mereka adalah Axelo Nababan yang akan berperan sebagai Daniel dan Vanessa Zee sebagai Uli.
Keduanya adalah jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ke-13. Film PULANG KAMPUNG akan menjadi debut akting layar lebar bagi Axelo Nababan, setelah sebelumnya sempat berperan dalam sinetron, dan debut akting bagi Vanessa Zee.
Selain mereka berdua, film ini juga mengumumkan penyanyi Judika yang akan ambil bagian dalam jajaran pemeran.
“Axelo dan Vanessa tidak hanya menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menyanyikan lagu-lagu Batak, tapi juga memiliki bakat dan keinginan kuat untuk mendalami dunia akting,” terang Bene tentang alasan di balik pemilihan Axelo dan Vanessa sebagai dua pemeran utama.
Setelah skenario PULANG KAMPUNG rampung digarap oleh Bene, film kemudian memasuki tahap persiapan di mana proses reading serta latihan koreografi tari dan rekaman lagu dilakukan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, 17 April 2026, diumumkan bahwa film musikal PULANG KAMPUNG akan mulai memasuki tahap produksinya pada 23 April 2026 dan rencananya berlangsung selama 26 hari yang akan dilakukan di Sumatera Utara, yaitu sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir, serta di Jakarta.
“Tantangan terberat dalam film PULANG KAMPUNG ini adalah mempertahankan fokus untuk mempersiapkan semua elemen dalam jangka waktu yang sangat panjang. Kalau biasanya film saya sebelumnya dipersiapkan selama 2-3 bulan sebelum shooting, maka film ini butuh waktu 6 bulan,” jelas Bene.
“Film ini juga punya tim yang tidak ada di film saya yang lain, seperti vocal coach, koreografer tari, dan komposer lagu-lagu yang akan dinyanyikan dalam adegan-adegan musikal film ini,” tambahnya.
Beberapa lagu tradisional Batak akan diaransemen ulang oleh Viky Sianipar, memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern serta mengubahnya menjadi sebuah sajian karya yang terdengar baru dan segar.
“PULANG KAMPUNG akan menjadi film musikal Batak pertama di Indonesia dan itu langsung membuat saya ingin terlibat. Film ini menghidupkan kembali lagu-lagu tradisional Batak melalui aransemen baru yang segar. Lebih dari itu, saya melihat film ini sebagai ruang lahirnya aktor-aktor baru dari Batak yang selama ini masih jarang sekali,” ujar Viky.
Film musikal PULANG KAMPUNG adalah produksi Imajinari, disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk dan ko-sutradara Kristo Immanuel, penulisan skenario oleh Bene Dion Rajagukguk, dari produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika. Ikuti terus perjalanan film musikal PULANG KAMPUNG melalui akun-akun media sosial resminya.
Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film “AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!” yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton.
Didirikan oleh duo Ernest Prakasa dan Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film “Ngeri-Ngeri Sedap” (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023. (Henry)