Jakartakita.com – Palari Films merilis official trailer, poster, dan original soundtrack (OST) film Monster Pabrik Rambut yang disutradarai Edwin, serta dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.
Official trailer atau trailer resminya menampilkan nuansa horor tentang dunia kerja yang dekat dengan situasi sekarang, ketika tempat kerja berubah seperti monster, yang memaksa para pekerja bekerja sampai mati.
Perilisan tersebut digelar jelang momen Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026. Nuansa pabrik rambut yang menjadi tempat bekerja Putri (Rachel Amanda) dan Ida (Lutesha) ditampilkan dengan suasana mencekam di trailer.
Putri dan Ida adalah kakak-adik yang terpaksa masuk ke pabrik rambut tersebut untuk mengungkap misteri kematian ibunya.
Namun, saat mereka bekerja di pabrik tersebut, kejanggalan-kejanggalan justru semakin terasa, dan menambah keyakinan Ida yang percaya ibunya mati secara tak wajar ketika bekerja di pabrik tersebut.
Sementara itu, Iqbaal, yang memerankan karakter Bona, menjadi adik bungsu dari Putri dan Ida. Ia memiliki kemampuan untuk meregenerasi seluruh anggota tubuhnya sendiri, layaknya Axolotl—amfibi asal Meksiko yang memiliki kemampuan unik meregenerasi seluruh anggota tubuhnya.
Sebuah simbol yang menyiratkan pertanyaan, apakah para pekerja juga diharapkan bekerja terus menerus dengan regenerasi bagian tubuhnya sendiri?
Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, film Monster Pabrik Rambut menjadi ko-produksi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis, yang membuktikan kredibilitas kualitas film ini. Film ini ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan, yang menjadi kolaborasi kedua mereka setelah sukses internasional Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021).
“Di film Monster Pabrik Rambut, kami ingin menyampaikan bahwa kondisi kerja seringkali membuat kita menjadi seperti mesin, kerja terus menerus, atas nama produktivitas. Malah diharapkan bisa ganti ‘spare parts’ sendiri (seperti Axolotl),” terang Edwin dalam acara peluncuran di XXI Senayan City, Jakarta, 29 April 2026.
“Seperti buruh di industri lainnya, buruh film juga sering kurang tidur. Dan tidak salah, karena kita mau menyenangkan keluarga kita, pacar kita, atau diri kita sendiri. Namun, kalau sampai mencelakakan diri sendiri, malah jadi menyedihkan,” sambungnya.
Sementara itu, Iqbaal Ramadhan tak hanya menjadi pemain tapi juga turut menjadi produser eksekutif, bersama Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo dan Maudy Ayunda. Iqbaal melihat adanya relevansi antara kehidupan buruh pabrik yang digambarkan dalam film dengan realitas para pekerja masa kini, atau yang sering dijuluki sebagai “budak korporat”.
Teror sebenarnya dalam kehidupan nyata bukan berasal dari monster bertaring, tapi dari dinamika toksik yang menggerus kemanusiaan seseorang setiap harinya.
“Kita mungkin sama-sama tahu, mau bekerja di bidang apa pun, situasi-situasi horor itu sangat mungkin terjadi. Bisa jadi karena atasan yang killer, kolega yang ‘saling tusuk dari belakang’, atau mungkin harapan atau ekspektasi yang dibebani secara berlebih sehingga kita harus mengorbankan kesehatan mental atau bahkan kesehatan fisik sebagai pekerja maupun manusia,” jelas Iqbaal.
Monster Pabrik Rambut sendiri akan memberikan pengalaman sinematik yang baru dan berbeda untuk perfilman Indonesia menurut produser Meiske Taurisia.
“Palari Films selalu berkomitmen untuk melahirkan karya yang mampu memantik percakapan dengan isu yang relevan dan penting untuk kita bicarakan bersama. Melalui film Monster Pabrik Rambut, kami ingin menghadirkan hiburan yang juga menyentil dengan visual yang fantastis dan sedikit ajaib,” jelas Meiske Taurisia.
Official poster film Monster Pabrik Rambut menampilkan ketiga saudara, Rachel Amanda, Lutesha, dan Iqbaal Ramadhan, serta Sal Priadi dan Kev dengan dengan tatapan kosong seperti kurang tidur. Selain kelimanya, sosok kepala Didik Nini Thowok terlihat di antara manekin kepala di lemari belakang, terlihat seperti mengintai mereka.
Sementara itu, original soundtrack (OST) film yang berjudul Kepala, Pundak, Kerja Lagi dinyanyikan dan diciptakan oleh Sal Priadi, yang akan menjadi anthem bagi para pekerja yang masih harus berjuang dengan lembur sampai babak belur.
Sal Priadi sebelumnya sudah bekerja sama dengan Palari Films melalui Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang merupakan film pertamanya.
Bagi Rachel Amanda, Monster Pabrik Rambut terasa sangat dekat dengan situasi saat ini. Ketika generasi milenial dan Z kerap kali harus menormalisasi hustle culture demi mengejar duniawi dan pada akhirnya kurang tidur, hingga risiko kematian akibat kelelahan bekerja.
“Fenomena overwork itu sesuatu yang nyata. Ini terjadi di semua industri kerja, termasuk di perfilman sendiri. Aku harap Monster Pabrik Rambut semakin menyadarkan kita tentang pentingnya istirahat, dan bahwa film ini juga akan menyadarkan orang tentang tidur adalah hak asasi manusia,” ujar Rachel Amanda.
“Horornya dunia kerja itu nyata, kita sering banget mendengar cerita orang yang harus lembur sampai babak belur, dan Monster Pabrik Rambut ingin menyuarakan keresahan itu,” tambahnya.
Monster Pabrik Rambut juga menghadirkan ansambel pemeran yang unik dan kuat. Film ini juga menjadi horor perdana Iqbaal, serta film debut bagi kreator konten Kev, yang membuktikan kualitas aktingnya di layar lebar dan memberi bukti regenerasi industri perfilman Indonesia.
Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Monster Pabrik Rambut persembahan Palari Films melalui akun Instagram resmi @palarifilms. (Henry)