Jakartakita.com – K-pop tidak lagi sekadar genre musik. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena budaya asal Korea Selatan ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup global yang memengaruhi cara orang terhubung, berkreasi, bepergian, hingga membentuk komunitas penggemar lintas negara.
Melihat perkembangan tersebut, Netflix menghadirkan berbagai tayangan yang mengeksplorasi dunia K-pop dari beragam sudut pandang. Mulai dari animasi, dokumenter, drama, hingga acara live, seluruhnya menawarkan pengalaman berbeda bagi para penggemar untuk menikmati budaya K-pop di luar musik.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah K-Pop Demon Hunters, film animasi yang kerap disebut sebagai surat cinta untuk fandom K-pop. Film ini mengisahkan grup superstar K-pop HUNTR/X yang diam-diam bertugas melindungi dunia dari ancaman supranatural, termasuk rival mereka, sebuah boy group iblis yang menyamar.
Sejak tayang perdana pada 20 Juni 2025, K-Pop Demon Hunters mencatat kesuksesan luar biasa. Film ini menjadi judul original Netflix paling populer sepanjang masa dengan lebih dari 600 juta penayangan global. Tak hanya itu, film tersebut juga menjadi satu-satunya judul dalam sejarah Netflix yang mampu bertahan selama 52 minggu berturut-turut di daftar Global Top 10 Netflix.
Popularitas film ini juga merambah dunia musik. Album soundtrack resminya berhasil bertahan selama dua minggu di puncak Billboard 200 dan mencatat lebih dari 15 miliar stream secara global. Lagu “Golden” bahkan memuncaki Billboard Global 200 selama 18 minggu dan mencatat sejarah sebagai lagu K-pop pertama yang memenangkan Oscar untuk kategori Best Original Song.
Tidak hanya melalui animasi, Netflix juga menghadirkan pengalaman berbeda melalui acara live bertajuk BTS THE COMEBACK LIVE | ARIRANG. Acara ini menandai penampilan reuni perdana BTS sebagai grup lengkap setelah hampir empat tahun.
Disiarkan langsung dari Gwanghwamun Square di Seoul, acara tersebut berhasil menarik 18,4 juta penonton global dan masuk dalam daftar Top 10 mingguan Netflix di 80 negara. Antusiasme penggemar juga terlihat di media sosial dengan lebih dari 2,62 miliar impresi yang tercatat selama penyelenggaraan acara.
Bagi penggemar yang ingin melihat sisi lain dunia K-pop, Netflix juga menghadirkan sejumlah tayangan dokumenter. Pop Star Academy: KATSEYE mengikuti perjalanan peserta yang bersaing untuk debut dalam girl group global baru, sementara BLACKPINK: Light Up the Sky mengangkat kisah perjuangan BLACKPINK menuju panggung dunia. Adapun BTS: THE RETURN mendokumentasikan proses reuni BTS saat mempersiapkan proyek terbaru mereka.
Menariknya, semangat fandom K-pop juga hadir dalam produksi Indonesia. Serial terbaru Netflix berjudul Night Shift for Cuties mengangkat kisah dua karyawan minimarket yang bersaing demi kesempatan bertemu idola K-pop favorit mereka. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serial ini menggambarkan persahabatan, impian, dan ikatan emosional yang menjadi bagian penting dari budaya fandom.
Night Shift for Cuties juga mencatat pencapaian tersendiri sebagai produksi Indonesia pertama Netflix yang menghadirkan satu album penuh lagu original soundtrack yang terinspirasi oleh energi dan semangat K-pop.
Melalui berbagai genre dan format cerita tersebut, Netflix menunjukkan bahwa K-pop bukan hanya soal musik dan panggung hiburan. Lebih dari itu, K-pop telah menjadi fenomena budaya global yang menghubungkan jutaan orang melalui kreativitas, komunitas, dan pengalaman bersama yang melampaui batas negara. (Risma)