Jakartakita.com – Film Petaka Gunung Welirang produksi Starvision yang terinspirasi dari kisah nyata pendakian misterius di Gunung Welirang di Jawa Timur, tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop Indonesia.
Film ini membawa kisah horor dari misteri yang menguji persahabatan saat mendaki gunung. Disutradarai oleh Indra Gunawan dari produser Chand Parwez Servia, film ini terinspirasi dari kisah nyata pendakian yang dialami oleh Maya Azka seorang vlogger serta kreator konten, dan naskahnya ditulis oleh Upi.
Petaka Gunung Welirang menghadirkan teror gaib yang terasa menyeramkan saat para pendaki tersesat di sebuah hutan yang disebut Alas Lali Jiwo.
Salah satu yang paling meneror adalah kehadiran entitas penjaga istana gaib Gunung Welirang, Ratu dan para penarinya, bunyi gamelan misterius yang bikin merinding, dan perbedaan alam yang membuat sang pendaki tak bisa mencari jalan pulang.
Mengikuti pendakian lima sahabat, Satria (Antonio Blanco Jr), Naya (Alika Jantinia), Arga (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Jinan Safa). Kelimanya mendaki Gunung Welirang bertepatan mendekati Malam 1 Suro. Mendaki di waktu yang sakral tersebut justru membawa kelimanya mengalami hal-hal gaib, hingga masuk ke alam gaib.
“Petaka Gunung Welirang menyajikan kisah horor yang akan membuat penonton merinding, namun sekaligus mengharukan dari cerita persahabatannya,” kata produser Chand Parwez Servia dalam press screening di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, 24 Juni 2026.
“Kita bisa melihat bagaimana Arga, Satria, dan Naya berjuang untuk bisa keluar dari Alas Lali Jiwo, sementara Noval dan Tita yang tidak ikut summit terus berjuang mencari 3 sahabatnya. Kisah inilah yang akan mengingatkan kita tentang keyakinan dan persahabatan,” sambungnya.
“Proses syuting Petaka Gunung Welirang sangat menantang. Kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang memiliki keindahan luar biasa namun menyimpan energi magis yang sangat kuat,” tambah sutradara Indra Gunawan dalam kesempatan yang sama.
Antonio Blanco Jr, yang memerankan karakter Satria di film ini mengungkapkan Petaka Gunung Welirang menjadi pengalaman pertamanya syuting di jalur pendakian.
“Medannya sangat menantang dan memang membutuhkan fisik yang kuat. Beruntungnya aku memang terbiasa berolahraga, jadi itu sangat membantuku saat di Lokasi,” ungkap Antonio.
“Di sini aku belajar hal positif dari filmnya, mulai dari menghormati nilai-nilai kepercayaan lokal dan tentunya cerita tentang persahabatannya yang bikin relate, kita pasti sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang melatih diri kita untuk mengendalikan ego sendiri,” lanjutnya.
Bagi Giulio Parengkuan, Petaka Gunung Welirang mengajarkan tentang nilai untuk bisa saling percaya terhadap teman dan tak mementingkan ego pribadi.
“Aku memerankan Arga, pendaki yang sangat keras kepala dan mementingkan diri sendiri saat mendaki, dan pada akhirnya ikut mencelakakan teman-temannya, dia akhirnya tersadar bahwa dalam berteman kita tidak bisa mementingkan diri sendiri,” terang Giulio.
Bagi Alika Jantinia, Petaka Gunung Welirang mengajarkan nilai positif tentang ego dan kejujuran. Salah satu yang menarik di film ini adalah kisah persahabatannya untuk bisa menyingkirkan ego masing-masing agar mereka selamat.
“Di film ini kita bisa belajar bahwa memang ada entitas lain di sana, yang menguji adab dan ego kita, apalagi bagi seorang pendaki. Kejujuran dalam niat mendaki itu benar-benar harus dibuka. Ada banyak pesan positif yang akan penonton rasakan saat keluar bioskop,” jelas Alika.
Film Petaka Gunung Welirang akan menghadirkan horor pendakian gunung dari kisah survival lima sahabat di alam liar yang diangkat dari kisah nyata tentang pendakian di Gunung Welirang, Jawa Timur yang akan menjadi hiburan dengan teror mencekam dalam kisah yang menyentuh. (Henry)