capex Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/capex/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Fri, 29 Mar 2019 15:24:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif capex Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/capex/ 32 32 Indika Energy Raih Laba Sebesar US$ 168,4 Juta di Tahun 2018 https://jakartakita.com/2019/03/29/indika-energy-raih-laba-sebesar-us-1684-juta-di-tahun-2018/ https://jakartakita.com/2019/03/29/indika-energy-raih-laba-sebesar-us-1684-juta-di-tahun-2018/#respond Fri, 29 Mar 2019 15:24:13 +0000 http://jakartakita.com/?p=109643

Jakartakita.com – Perusahaan energi terintegrasi, PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Dalam siaran pers yang dirilis Jumat (29/3/2019), Arsjad Rasjid, Direktur Utama Indika Energy mengungkapkan bahwa, Perseroan mencatat laba inti sebesar US$ 168,4 juta sepanjang tahun 2018. Adapun langkah Perseroan untuk fokus terhadap […]

The post Indika Energy Raih Laba Sebesar US$ 168,4 Juta di Tahun 2018 appeared first on Jakartakita.com.

]]>

Jakartakita.com – Perusahaan energi terintegrasi, PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

Dalam siaran pers yang dirilis Jumat (29/3/2019), Arsjad Rasjid, Direktur Utama Indika Energy mengungkapkan bahwa, Perseroan mencatat laba inti sebesar US$ 168,4 juta sepanjang tahun 2018.

Adapun langkah Perseroan untuk fokus terhadap optimalisasi operasi Kideco, dan sinergi setiap unit bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas berhasil mendorong kinerja perusahaan.

Perseroan juga tangkas melihat peluang usaha melalui diversifikasi portofolio perusahaan.

Lebih lanjut diungkapkan, di tahun 2018, Indika Energy berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 2.962,9 juta, atau meningkat 169,7% dibandingkan US$ 1.098,8 juta pada tahun sebelumnya (2017).

Peningkatan pendapatan terutama berasal dari pendapatan Kideco sebesar US$ 1.802,2 juta. Pendapatan Petrosea juga meningkat 69,9% berkat meningkatnya kinerja di bidang kontrak pertambangan.

Selain itu, Laba Kotor tahun 2018 juga meningkat 421,7% menjadi US$ 641,2 juta dibanding US$ 122,9 juta di tahun 2017.

Adapun Laba Usaha meningkat secara signifikan sebesar 1.388,9% menjadi US$ 508,1 juta dibanding US$ 34,1 juta di tahun sebelumnya (2017).

Sementara itu, Beban Keuangan Perseroan pada tahun 2018 meningkat 30% menjadi US$ 100 juta dibanding US$ 76,9 juta pada tahun 2017 terutama karena tambahan beban bunga pada Senior Notes sebesar US$ 575 juta yang jatuh tempo pada 2024, yang dikeluarkan pada Oktober 2017 untuk membiayai akuisisi 45% saham tambahan di Kideco.

Disisi lain, Bagian Laba Bersih Entitas Asosiasi dan Pengendalian Bersama Entitas turun 84,8% dikarenakan saat Kideco dikonsolidasikan tidak lagi berkontribusi sebagai Entitas Asosiasi dan Pengendalian Bersama yang sekarang ini kontributor terbesarnya adalah Cotrans, SBS, CEP dan CEPR yang masing-masing menyumbang US$ 5,3 juta, US$ 4,9 juta, US$ 6,1 juta, dan US$ 4,8 juta.

Perseroan juga membukukan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar US$ 80,1 juta dibandingkan US$ 335,4 juta di tahun 2017.

Lebih lanjut diungkapkan, Perseroan mencatat Laba Inti meningkat 78,2% menjadi US$ 168,4 juta dibanding US$ 94,5 juta pada 2017.

Laba Inti merupakan Laba Bersih untuk tahun yang diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan yang tidak termasuk; 1) peningkatan kewajiban kontinjensi terkait dengan akuisisi Kideco; 2) amortisasi bersih aset tidak berwujud terkait dengan akuisisi MUTU dan akuisisi Kideco; 3) penurunan nilai aset, setelah dikurangi pajak tangguhan; dan 4) keuntungan revaluasi 46% saham Kideco pada 2017.

“Dalam pandangan kami, laba inti lebih mencerminkan kinerja bisnis yang sebenarnya,” jelas Arsjad Rasjid.

Ditambahkan, pada akhir tahun 2018, posisi kas, setara kas dan aset keuangan lain Perseroan mencapai US$ 763,1 juta.

Adapun Realisasi Capex pada 2018 tercatat sebesar US$ 150,4 juta. Capex terutama digunakan Petrosea sebesar US$ 112 juta dalam realisasi Capex untuk mayoritas pembelian peralatan baru.

“Sepanjang 2018, kami terus menekankan efisiensi dan produktifitas. Kami berupaya melanjutkan momentum kinerja positif dengan fokus mengoptimalkan operasi Kideco dan membangun sinergi dengan anak-anak perusahaan lainnya. Kedepannya, Indika Energy akan terus menumbuhkan bisnis terkait batubara, mengeksplorasi target sektor bisnis baru serta melakukan diversifikasi dengan memanfaatkan keunggulan dan kapasitas kami untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional,” tutur Arsjad Rasjid.  (Edi Triyono)

The post Indika Energy Raih Laba Sebesar US$ 168,4 Juta di Tahun 2018 appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2019/03/29/indika-energy-raih-laba-sebesar-us-1684-juta-di-tahun-2018/feed/ 0
Tingkatkan Kinerja 2017, PLN Siapkan Belanja Modal Rp120 Triliun https://jakartakita.com/2017/04/06/tingkatkan-kinerja-2017-pln-siapkan-belanja-modal-rp120-triliun/ https://jakartakita.com/2017/04/06/tingkatkan-kinerja-2017-pln-siapkan-belanja-modal-rp120-triliun/#respond Thu, 06 Apr 2017 01:34:04 +0000 http://jakartakita.com/?p=86019

Jakartakita.com –  Pada Rabu, 5 April 2017 kemarin di Jakarta, PT PLN (Persero) menerbitkan laporan keuangan Tahun 2016 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, Firma anggota jaringan global RSM, dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified opinion). Hal tersebut terutama karena PLN berusaha untuk terus memberikan tarif yang […]

The post Tingkatkan Kinerja 2017, PLN Siapkan Belanja Modal Rp120 Triliun appeared first on Jakartakita.com.

]]>

foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com –  Pada Rabu, 5 April 2017 kemarin di Jakarta, PT PLN (Persero) menerbitkan laporan keuangan Tahun 2016 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, Firma anggota jaringan global RSM, dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified opinion).

Hal tersebut terutama karena PLN berusaha untuk terus memberikan tarif yang kompetitif bagi masyarakat dan dunia usaha. Selain itu, PLN juga mengikuti tax amnesty untuk mendukung program pemerintah, sehingga beban pajak tahun 2016 meningkat cukup signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menyampaikan bahwa pihaknya menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar Rp120 triliun untuk menjalankan program kelistrikan selama 2017.

Menurut Sarwono, belanja modal yang akan dikeluarkan itu, akan dipergunakan untuk memperkuat kehandalan program kelistrikan yaitu pembangunan transmisi dan pembangkit.

“Capex kita cukup besar yaitu sebesar Rp120 triliun,” kata Sarwono.

Menurutnya, pengeluaran pendanaan untuk program kelistrikan itu memang harus dilakukan tahun ini. Sebab, pada tahun sebelumnya, kebanyakan dari program kelistrikan itu baru sampai tahap perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA).

Sementara itu, Nicke Widyawati selaku Direktur Perencanaan Korporat PLN menambahkan, nilai penjualan tenaga listrik PT PLN (Persero) selama 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,3 triliun atau 2,05 persen menjadi Rp 214,1 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 209,8 triliun.

“Pertumbuhan penjualan ini berasal dari kenaikan volume penjualan menjadi sebesar 216,0 Terra Watt hour (TWh) atau naik 6,49 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 202,8 TWh,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, peningkatan penjualan tersebut sejalan dengan upaya PLN di 2016 untuk menambah kapasitas pembangkit sebesar 3.714 MW.

Penambahan kapasitas berasal dari pembangkit PLN sebesar 1.932 MW dan tambahan kapasitas dari Independent Power Producer (lPP) sebesar 1.782 MW.  PLN juga menyelesaikan 2.859 kilometer sirkuit (kms) jaringan transmisi dan gardu induk sebesar 14.123 MVA. (Edi Triyono)

The post Tingkatkan Kinerja 2017, PLN Siapkan Belanja Modal Rp120 Triliun appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2017/04/06/tingkatkan-kinerja-2017-pln-siapkan-belanja-modal-rp120-triliun/feed/ 0
Dana Obligasi Angkasa Pura II untuk Pengembangan Terminal 3 Ultimate https://jakartakita.com/2016/07/01/dana-obligasi-angkasa-pura-ii-untuk-pengembangan-terminal-3-ultimate/ https://jakartakita.com/2016/07/01/dana-obligasi-angkasa-pura-ii-untuk-pengembangan-terminal-3-ultimate/#respond Fri, 01 Jul 2016 08:17:46 +0000 http://jakartakita.com/?p=74174

Jakartakita.com – Hari ini, Jumat (1/7/2016), PT Angkasa Pura II (Persero) menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, khususnya pengembangan Terminal 3 ultimate. “Dari jumlah Rp 2 triliun hasil obligasi tersebut, sebanyak 92 persen akan digunakan untuk pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, dan sisanya akan digunakan untuk pengembangan bandara […]

The post Dana Obligasi Angkasa Pura II untuk Pengembangan Terminal 3 Ultimate appeared first on Jakartakita.com.

]]>

foto : istimewa
foto : istimewa

Jakartakita.com – Hari ini, Jumat (1/7/2016), PT Angkasa Pura II (Persero) menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun.

Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, khususnya pengembangan Terminal 3 ultimate.

“Dari jumlah Rp 2 triliun hasil obligasi tersebut, sebanyak 92 persen akan digunakan untuk pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, dan sisanya akan digunakan untuk pengembangan bandara di Medan, Pontianak, dan Jambi,” jelas Direktur Keuangan Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Sementara itu, perihal belanja modal (capital exspenditure/capex) Angkasa Pura II menganggarkan sekitar Rp 10 triliun sampai Rp 11 triliun. Dari jumlah tersebut, akan dialokasikan untuk pengembangan Bandara Soekarno-Hatta sekitar 85 persen. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk pengembangan Bandara di Bandung, Pangkal Pinang, Pontianak, Pekanbaru, Aceh, dan Medan.

Adapun hingga semester I tahun ini, Angkasa Pura II sudah menggunakan capex tersebut sekitar Rp 5 triliun untuk penyelesaian pembangunan Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini tengah melalui proses verifikasi dari Kementerian Perhubungan.

Seperti diketahui, baru-baru ini terminal yang merupakan bagian dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut sudah selesai pengerjaannya dan kini hanya tinggal menunggu verifikasi akhir dari Kementerian perhubungan.

“Kita tinggal menunggu hasil verifikasi dari Kementerian Perhubungan,” jelas Direktur Utama Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi. (Heri Supriyatna)

The post Dana Obligasi Angkasa Pura II untuk Pengembangan Terminal 3 Ultimate appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2016/07/01/dana-obligasi-angkasa-pura-ii-untuk-pengembangan-terminal-3-ultimate/feed/ 0
Unilever Catat Pertumbuhan Penjualan 5,7 Persen (yoy) https://jakartakita.com/2016/06/14/unilever-catat-pertumbuhan-penjualan-57-persen-yoy/ https://jakartakita.com/2016/06/14/unilever-catat-pertumbuhan-penjualan-57-persen-yoy/#respond Tue, 14 Jun 2016 14:27:07 +0000 http://jakartakita.com/?p=73085

Jakartakita.com – Di tengah situasi ekonomi yang melambat sepanjang 2015 lalu, PT Unilever Indonesia Tbk, mampu mempertahankan kinerja positif. Hal ini dibuktikan dengan kinerja penjualan yang tumbuh 5,7 persen dari tahun 2014 menjadi Rp36,5 triliun. “Kategori foods and refreshments membukukan penjualan sebesar Rp11 triliun. Sementara kategori home and personal care mencatat penjualan Rp25,4 triliun,” ujar […]

The post Unilever Catat Pertumbuhan Penjualan 5,7 Persen (yoy) appeared first on Jakartakita.com.

]]>

foto : jakartakita.com/heri supriyatna
foto : jakartakita.com/heri supriyatna

Jakartakita.com – Di tengah situasi ekonomi yang melambat sepanjang 2015 lalu, PT Unilever Indonesia Tbk, mampu mempertahankan kinerja positif.

Hal ini dibuktikan dengan kinerja penjualan yang tumbuh 5,7 persen dari tahun 2014 menjadi Rp36,5 triliun.

“Kategori foods and refreshments membukukan penjualan sebesar Rp11 triliun. Sementara kategori home and personal care mencatat penjualan Rp25,4 triliun,” ujar Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Hemant Bakshi, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Adapun dari sisi laba bersih, pada tahun 2015 lalu, Unilever mencetak laba bersih Rp5,85 triliun pada 2015, atau hanya naik 2 persen dari capaian tahun sebelumnya (2014) yang mencatat angka sebesar Rp5,73 triliun, atau melambat dari peningkatan 2014 sebesar 7,2 persen.

RUPST tersebut juga memutuskan, pembagian dividen tahun buku 2015 senilai total Rp5,84 triliun atau setara Rp766 per lembar saham. Jumlah itu, naik dari total dividen tahun lalu sebesar Rp5,73 triliun.

Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso mengatakan, sebelumnya perusahaan telah membagikan dividen interim untuk tahun buku 2015 sebesar Rp342 per lembar atau senilai total Rp2,61 triliun pada Desember 2015.

Sementara, komposisi pembagian dividen final perusahaan barang konsumsi ini, adalah sebesar Rp424 per lembar atau total Rp3,23 triliun akan dibagikan kepada semua pemegang saham.

“Untuk dividen final Rp424 per lembar saham, akan kami didistribusikan sebelum 15 Juli 2016,” ujar Sancoyo.

Sementara itu, untuk capex (capital expenditure) yang dianggarkan Perseroan, sebesar Rp2 triliun dan sudah terpakai Rp450 miliar pada tahun ini untuk memperluas kapasitas produksi. (Heri Supriyatna)

 

The post Unilever Catat Pertumbuhan Penjualan 5,7 Persen (yoy) appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2016/06/14/unilever-catat-pertumbuhan-penjualan-57-persen-yoy/feed/ 0
Hary Tanoe Kucurkan Rp 1,5 Triliun Di Sektor Properti https://jakartakita.com/2015/05/28/hary-tanoe-kucurkan-rp-15-triliun-di-sektor-properti/ https://jakartakita.com/2015/05/28/hary-tanoe-kucurkan-rp-15-triliun-di-sektor-properti/#respond Thu, 28 May 2015 01:42:11 +0000 http://jakartakita.com/?p=40730

Jakartakita.com – Konglomerat Hary Tanoesoedibjo melalui salah satu perusahaannya, yakni PT MNC Land Tbk. (KPIG) menyiapkan dana Rp1,5 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dalam rangka pengembangan tiga proyek utama property, yang sedang digarap sepanjang tahun ini. “Belanja modal terkait dengan proyek gedung-gedung yang sedang dibangun kurang lebih sebesar Rp1 triliun,” kata Daniel Yuwono, Direktur […]

The post Hary Tanoe Kucurkan Rp 1,5 Triliun Di Sektor Properti appeared first on Jakartakita.com.

]]>

Hary Tanoesudibjo
foto : istimewa

Jakartakita.com – Konglomerat Hary Tanoesoedibjo melalui salah satu perusahaannya, yakni PT MNC Land Tbk. (KPIG) menyiapkan dana Rp1,5 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dalam rangka pengembangan tiga proyek utama property, yang sedang digarap sepanjang tahun ini.

“Belanja modal terkait dengan proyek gedung-gedung yang sedang dibangun kurang lebih sebesar Rp1 triliun,” kata Daniel Yuwono, Direktur MNC Land, dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/5/2015).

Juga diungkapkan, belanja modal untuk pengembangan Lido Integrated Resort dan taman hiburan serta Bali Nirwana Resort mencapai Rp400 miliar.

Selanjutnya, emiten berkode saham KPIG tersebut juga menganggarkan belanja modal untuk operasional, pemeliharaan, dan lainnya sekitar Rp100 miliar.

The post Hary Tanoe Kucurkan Rp 1,5 Triliun Di Sektor Properti appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2015/05/28/hary-tanoe-kucurkan-rp-15-triliun-di-sektor-properti/feed/ 0