Geger Sepehi Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/geger-sepehi/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Wed, 22 Jun 2022 00:10:30 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif Geger Sepehi Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/geger-sepehi/ 32 32 Kemenlu Siap Fasilitasi Pengembalian Aset Milik Sri Sultan HB II Dari Kerajaan Inggris https://jakartakita.com/2022/06/22/kemenlu-siap-fasilitasi-pengembalian-aset-milik-sri-sultan-hb-ii-dari-kerajaan-inggris/ https://jakartakita.com/2022/06/22/kemenlu-siap-fasilitasi-pengembalian-aset-milik-sri-sultan-hb-ii-dari-kerajaan-inggris/#respond Wed, 22 Jun 2022 00:10:29 +0000 https://jakartakita.com/?p=149608

Jakartakita.com – Keturunan atau Trah Sri Sultan HamengkuBuwono (HB) II terus berupaya agar sosok raja kedua Keraton Yogyakarta itu, dijadikan sebagai Pahlawan Nasional, meski harus menelusuri jalan panjang yang berliku. Dalam proses yang didukung oleh Yayasan Kapuk Salamba Arga sebagai Pahlawan Nasional ini, dibutuhkan terutama artefak, manuskrip atau catatan kuno karya Sri Sultan HB II, […]

The post Kemenlu Siap Fasilitasi Pengembalian Aset Milik Sri Sultan HB II Dari Kerajaan Inggris appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Keturunan atau Trah Sri Sultan HamengkuBuwono (HB) II terus berupaya agar sosok raja kedua Keraton Yogyakarta itu, dijadikan sebagai Pahlawan Nasional, meski harus menelusuri jalan panjang yang berliku.

Dalam proses yang didukung oleh Yayasan Kapuk Salamba Arga sebagai Pahlawan Nasional ini, dibutuhkan terutama artefak, manuskrip atau catatan kuno karya Sri Sultan HB II, untuk dikembalikan karena akan dipakai sebagai bukti dalam pengajuan.

Benda-benda atau artefak-artefak milik Sri Sultan HB II tersebut telah dirampas Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles, dalam Perang Sepehi atau Geger Sepehi pada 20 Juni 1812.

Ada 40 naskah atau manuskrip karya Sri Sultan HB II yang saat ini tersimpan di British Museum London, British Library London, serta Bodleian Library London.

Adapun baru-baru ini, Kamis (2/6/2022),  Trah Sri Sultan HB II melakukan koordinasi dan pendekatan pada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) guna memfasilitasi pengembalian benda atau artefak bersejarah, terutama 40 manuskrip kuno karya Sri Sultan HB II.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Trah Sri Sultan HB II yang kini bernaung di bawah Yayasan Vasiatti Socaning Lokika menyampaikan beberapa poin.

Pertama,  Trah Sri Sultan HB II mendorong Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi upaya pengembalian aset, manuskrip dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II sesuai ketentuan yang berlaku.

“Trah Sri Sultan HB II ingin dalam proses  pengembalian 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II itu terjadi secara unilateral antara pihak Trah Sri Sultan HB II dengan Kerajaan Inggris. Trah Sri Sultan HB II siap menyediakan infrastruktur untuk menyimpan 40 manuskrip dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II jika dikembalikan oleh Kerajaan Inggris. Sementara pihak Kemenlu, seusai arahan dari Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi menyatakan, bahwa Kemenlu akan memfasilitasi upaya pengembalian aset dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II dimaksud sesuai ketentuan yang berlaku,” beber Fajar Bagoes Poetranto selaku Ketua Yayasan Vasiatti Socaning Lokika, seperti dilansir dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, baru-baru ini.

Menurut Fajar, keinginan pengembalian aset dan manuskrip karya Sri Sultan HB II dilakukan secara unilateral antara Trah Sri Sultan HB II dengan Kerajaan Inggris, merujuk pada cara yang sama dilakukan Kerajaan Inggris saat mengembalikan 75 naskah kuno kepada Keraton Yogyakarta pada Maret 2019 silam.

Sayangnya, naskah yang dikembalikan tidak dalam bentuk aslinya, tapi berupa lebih dari 30 ribu foto digital.

“Trah Sri Sultan HB II tidak mau aset dan 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II dalam bentuk digital. Kami ingin artefak, terutama 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II, dikembalikan Kerajaan Inggris dalam bentuk aslinya dan bukan digital,” tegas Fajar.

Menurutnya, aset dan manuskrip kuno milik Sri Sultan HB II bagi keluarga besar bernilai sejarah tinggi, karena di dalamnya terkandung sejarah Mataram dan berdirinya Kesultanan Yogyakarta.

“Aset dan manuskrip tersebut tak hanya dimanfaatkan sebagai syarat utama pengusulan gelar Pahlawan Nasional, tapi juga dapat menjadi karya yang dapat dipelajari,” pungkas Fajar. (Edi Triyono)

The post Kemenlu Siap Fasilitasi Pengembalian Aset Milik Sri Sultan HB II Dari Kerajaan Inggris appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2022/06/22/kemenlu-siap-fasilitasi-pengembalian-aset-milik-sri-sultan-hb-ii-dari-kerajaan-inggris/feed/ 0
Pengajuan Sebagai Pahlawan Nasional Terus Diupayakan Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II https://jakartakita.com/2022/04/16/pengajuan-sebagai-pahlawan-nasional-terus-diupayakan-trah-sri-sultan-hamengku-buwono-ii/ https://jakartakita.com/2022/04/16/pengajuan-sebagai-pahlawan-nasional-terus-diupayakan-trah-sri-sultan-hamengku-buwono-ii/#respond Sat, 16 Apr 2022 10:08:40 +0000 https://jakartakita.com/?p=148537

Jakartakita.com – Keturunan atau Trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II terus berupaya agar sosok raja kedua Keraton Yogyakarta itu dijadikan sebagai pahlawan nasional. Sesuai aturan pemerintah, salah satu syarat pengajuan seseorang tokoh menjadi pahlawan nasional mesti mendapat rekomendasi kepala daerah setempat. Adapun pihak Keraton Yogyakarta sendiri, bisa dikatakan bersikap pasif. Pasalnya, sejak tahun 2006, pihak Trah Hamengku Buwono (HB) II telah […]

The post Pengajuan Sebagai Pahlawan Nasional Terus Diupayakan Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Keturunan atau Trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II terus berupaya agar sosok raja kedua Keraton Yogyakarta itu dijadikan sebagai pahlawan nasional.

Sesuai aturan pemerintah, salah satu syarat pengajuan seseorang tokoh menjadi pahlawan nasional mesti mendapat rekomendasi kepala daerah setempat.

Adapun pihak Keraton Yogyakarta sendiri, bisa dikatakan bersikap pasif. Pasalnya, sejak tahun 2006, pihak Trah Hamengku Buwono (HB) II telah memperjuangkan pengajuan Sri Sultan HB II sebagai pahlawan nasional ke pemerintah.

Oleh karena tak mendapat sokongan rekomendasi dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Trah Sri Sultan HB II melakukan pendekatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo untuk mendapat dukungan yang diharapkan.

“Bulan Maret 2022 lalu, kami sudah bertemu dengan Bupati Wonosobo dalam rangka memperjuangkan agar Sri Sultan HB II bisa diberi penghargaan sebagai pahlawan nasional,” tutur Fajar Bagoes Poetranto selaku Sekretaris Trah Sri Sultan HB II, di Jakarta, Jumat (15/4).

Mengapa Trah Sri Sultan HB II melakukan pendekatan kepada Pemkab Wonosobo?

Pasalnya, Sri Sultan HB II lahir di lereng Gunung Sindoro pada tanggal 7 Maret 1750, tepatnya di Desa Pagerejo, yang saat ini berada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Cerita rakyat setempat yang mengisahkan kiprah Sri Sultan HB II semasa muda dan ritual penghargaan warga Desa Pagerejo kepada sang raja setiap malam 1 Suro masih terpelihara dan berlangsung hingga kini.

“(Sikap) Bupati menyambut positif dan sudah memerintahkan Badan Riset Daerah untuk mengumpulkan bukti-bukti sejarah sebagai bahan bagi Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo untuk nmengajukan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seterusnya ke Pemerintah Indonesia,” jelas Fajar Bagoes Poetranto.

Lebih lanjut, Trah Sri Sultan HB II melakukan koordinasi dan pendekatan pada Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk memfasilitasi pengembalian benda-benda atau artefak milik Sri Sultan HB II yang dirampas Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles, dalam Perang atau Geger Sepehi pada 20 Juni 1812.

Menurutnya, barang berharga hingga manuskrip-manuskrip kuno, termasuk karya dari Sri Sultan HB II, dijarah tentara Inggris saat menyerbu Keraton Yogyakarta lalu dibawa Raffles ke Eropa dan Inggris.

“Kami membutuhkan artefak, terutama manuskrip atau catatan kuno itu dikembalikan karena akan dipakai sebagai bukti artefak dalam pengajuan Sri Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional,” jelas Fajar Bagoes Poetranto.

Sosok Sri Sultan HB II ini dikenal sebagai sosok yang anti terhadap asing, kalau sekarang istilahnya anti penjajah.

Sikap ini sudah ditunjukkan oleh Sri Sultan HB II sejak masa kedatangan Belanda dan Perancis, termasuk kemudian ketika Inggris masuk, sikapnya masih sama.

“Sri Sultan HB II dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan Inggris kala itu sehingga harus disingkirkan,” ungkap Peter Carey, pakar sejarah Jawa, asal Inggris dalam kanal YouTube Trah Hamengku Buwono II.

Fajar melanjutkan, akibat sikap keras Sultan HB II inilah, Gubernur Jenderal Inggris kala itu, Thomas Stanford Raffles mengerahkan tentaranya, yang dibantu tentara bayaran dari India dan pasukan dari Mangkunegaran menyerbu Keraton Yogyakarta dan dikenal dengan nama Geger Sepehi.

Dalam peristiwa Geger Sepehi, Keraton Yogyakarta mengalami kerugian yang luar biasa, sebab seisi Keraton Yogyakarta kala itu dijarah oleh pasukan Inggris. Usai peristiwa Geger Sepehi ini, Sri Sultan HB II dilengserkan oleh Raffles dan digantikan oleh Sri Sultan HB III.

Setelahnya kemudian, Sri Sultan HB II diasingkan ke Penang, Malaysia oleh Raffles. 

Sebagaimana Sri Sultan HB I, Sri Sultan HB II juga meninggalkan karya-karya monumental.

Mulai dari membentuk korps/satuan keprajuritan yang dilengkapi dengan perlengkapan dan persenjataan yang lebih baik, hingga membangun Benteng Baluwarti yang dilengkapi meriam untuk melindungi keraton dari serangan luar.

“Di bidang sastra, beliau mewariskan karya-karya heroik yang berbau pertahanan dan militer, seperti Babad Nitik Ngayogya dan Babad Mangkubumi. Karya sastra yang bersifat fiksi juga lahir dari pemikirannya, di antaranya; Serat Baron Sekender dan Serat Suryaraja. Yang terakhir ini, merupakan karya pustaka yang dijadikan pusaka bagi Keraton Yogyakarta. Selain itu, Sri Sultan HB II juga memerintahkan untuk membuat berbagai bentuk wayang kulit dengan watak perang dan menggubah wayang orang dengan lakon Jayapusaka. Tokoh utama dalam lakon tersebut adalah Bima, yang begitu tepat menggambarkan watak jujur, keras dan juga tegas dari Sri Sultan HB II,” pungkas Fajar. (Edi Triyono)

The post Pengajuan Sebagai Pahlawan Nasional Terus Diupayakan Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2022/04/16/pengajuan-sebagai-pahlawan-nasional-terus-diupayakan-trah-sri-sultan-hamengku-buwono-ii/feed/ 0
Trah HB II Tuntut Pemprov dan Keraton Yogyakarta Jaga Kelestarian Situs Peninggalan Sultan Hamengkubuwono II https://jakartakita.com/2021/12/26/trah-hb-ii-tuntut-pemprov-dan-keraton-yogyakarta-jaga-kelestarian-situs-peninggalan-sultan-hamengkubuwono-ii/ https://jakartakita.com/2021/12/26/trah-hb-ii-tuntut-pemprov-dan-keraton-yogyakarta-jaga-kelestarian-situs-peninggalan-sultan-hamengkubuwono-ii/#respond Sun, 26 Dec 2021 03:04:27 +0000 https://jakartakita.com/?p=146487

Jakartakita.com – Keluarga besar keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II (Trah HB II), tak kenal lelah untuk terus memperjuangkan Sri Sultan Hamengkubuwono II mendapat gelar Pahlawan Nasional. Berbagai dukungan dari tokoh politik dan sejarawan pun terus mengalir. Menurut Fajar Bagoes Poetranto selaku Sekretaris Pelaksana Pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwono II Pahlawan Nasional, Sri Sultan Hamengkubuwono II dinilai sangat […]

The post Trah HB II Tuntut Pemprov dan Keraton Yogyakarta Jaga Kelestarian Situs Peninggalan Sultan Hamengkubuwono II appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : Goa Siluman (istimewa)

Jakartakita.com – Keluarga besar keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II (Trah HB II), tak kenal lelah untuk terus memperjuangkan Sri Sultan Hamengkubuwono II mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Berbagai dukungan dari tokoh politik dan sejarawan pun terus mengalir.

Menurut Fajar Bagoes Poetranto selaku Sekretaris Pelaksana Pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwono II Pahlawan Nasional, Sri Sultan Hamengkubuwono II dinilai sangat berjasa ketika peristiwa perang atau Geger Sepehi tahun 1812.

“Karena Keraton diserang tentara Inggris, Sri Sultan Hamengkubuwono II mempertahankan wilayah, kehormatan, harkat dan martabat sebagai Raja sangatlah wajar. Sri Sultan Hamengkubuwono II menjalankan fungsinya sebagai Raja yang melindungi wilayah dan rakyatnya dari gangguan para penjajah kolonial. Jadi Sri Sultan Hamengkubuwono II itu sudah selayaknya disebut sebagai Pahlawan Nasional,” ungkap Fajar Bagoes Poetranto, kepada awak media, Jumat (24/12).

Selain mengumpulkan dukungan dari para sesepuh Trah HB II, tokoh politik dan sejarawan, Trah HB II Bagoes juga mengumpulkan data-data dan informasi melakukan survei ke tempat-tempat yang terkait dengan sejarah dari sosok Sri Sultan Hamengkubuwono II.

Namun, dari hasil survei yang dilakukan sungguh memprihatinkan.

“Kami melihat secara jelas bahwa bukti-bukti sejarah artefak peninggalan Sultan Hamengkubuwono I dan II yang seharusnya dilindungi sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Daerah Provinsi dan Keraton Yogyakarta pada kenyataannya tidak menjadi perhatian khusus. Buktinya di Gua Siluman, adanya pembiaran kerusakan situs artefak dengan adanya pembuangan limbah industri rumah tangga,” jelas Bagoes.

Tentu saja, hal ini menjadi keprihatinan yang sangat mendalam bagi Bagoes dan tim Trah HB II.

“Kami merasa prihatin. Kami meminta pemerintah provinsi untuk segera melakukan tindakan konkret karena gua siluman menjadi cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang,” katanya lagi.

Menurut Bagoes lagi, situs yang terkait dengan sejarah keberadaan Sri Sultan Hamengkubuwono II dan Kota Yogyakarta harus dipertahankan dan dilestarikan.

“Kalau ada kerusakan dan penghilangan bukti sejarah, siapa yang bertanggung jawab. Kalau tindakan preventif atau melindungi saja kurang, maka kami Trah Sultan Hamengkubuwono II merasa prihatin dengan hal ini. Kami meminta untuk segera melakukan perlindungan yang menyeluruh terhadap artefak atau situs tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Bagoes, tidak berlebihan bila pihaknya meminta pemerintahan provinsi (Pemprov) Yogyakarta dan Kraton Yogyakarta turun tangan melindungi bukti bersejarah dari era pemerintahan para Sultan Yogyakarta terdahulu.

“Seharusnya Pemprov Yogyakarta dan Kraton Yogyakarta serius melindungi artefak atau situs cagar budaya seperti  konservasi alam Sleman yang melakukan pemagaran. Trah Sultan Hamengkubuwono II merasa kecewa dan prihatin terhadap Keraton Yogyakarta dan Pemerintah Daerah Yogyakarta dalam hal penanganan dan menjaga serta merawat atas situs artefak sejarah yang ada di Yogyakarta. Kami meminta Pemprov untuk segera melakukan revitalisasi tempat bersejarah tersebut. Karena itu menjadi bukti sejarah dari cikal bakal berdirinya Keraton Yogyakarta. Situs-situs yang ada merupakan bukti peradaban Mataram, khususnya di masa kesultanan Sri Sultan Hamengkubuwono I dan II,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bagoes juga menyebutkan, terhadap pesanggrahan Sonopakis harus segera dilakukan inventarisasi aset.

Apabila terbukti tidak ada kepemilikan yang sah terhadap tanah sekitar situs, maka harus dilakukan tindakan tegas.

“Saya minta Sri Sultan Hamengkubuwono X bertanggung jawab dan segera melakukan revitalisasi situs dan artefak peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono I dan II,” kata dia.

Di samping mengumpulkan bukti-bukti benda bersejarah untuk mendukung penobatan Sri Sultan Hamengkubuwono II menjadi pahlawan nasional, pihaknya juga mengumpulkan data tertulis terkait Hamengkubuwono II.

“Pengumpulan bukti dan data terkait HB II tidak saja dilakukan di Indonesia, tapi juga akan dilakukan ke beberapa museum di Inggris dan Belanda. Kami juga akan meminta negara tersebut untuk mengembalikan manuskrip artefak yang dirampas Inggris pada peristiwa geger sepehi 1812,” tegasnya. 

Sementara itu, KRT. Manu J. Widyaseputra, atau akrab disapa Romo Manu juga berpendapat bahwa situs-situs Hamengkubuwono I dan Hamengkubuwono II seperti; Kedhaton Ambarketawang di Ambarketawang, Gamping Sleman;  Pesanggrahan Rejakusuma di Desa Sanapakis Utara Kasihan Bantul; Pesanggrahan Umbulharja di Kecamatan Umbulharja, Yogya Kota; Pesanggrahan Guwa Siluman di Gedhong Kuning, Kota Gedhe Yogya Kota; dan Situs Nagabanda di Rejawinangun, Umbulharja, Yogya Kota, merupakan situs yang perlu dilindungi.

“Kedaton Ambarketawang dipergunakan sebagai tempat tinggal HB I dan keluarga sembari menunggu jadinya keraton di Hutan Beringan. Pesanggrahan-pesanggrahan dimanfaatkan oleh HB II untuk samadhi selama persiapan beliau menjadi raja Yogyakarta,” tutur Romo Manu.

Adapun data tentang keberadaan situs-sotus saat ini sudah tidak utuh lagi, sambung Romo Manu, sehingga diperlukan rekonstruksi kelengkapan situs-situs dari sumber-sumber tekstual. 

“Babad Ngayogyakarta 1 & 2 agar dapat dimengerti naratif arsitekturalnya, agar kaitannya dengan aktivitas  HB II sebagai putra mahkota dan raja Yogya dimengerti dengan utuh. Keutuhan informasi itu merupakan sarana yang sangat penting untuk memahami keberadaan beliau sebagai Nayaka, ‘pahlawan’ bagi Nusantara ini,” tegas Romo Manu.

Romo Manu menegaskan lagi, “Saat ini keberadaan situs-situs HB I dan II tidak terpelihara dengan baik. Terbukti adanya limbah pencucian baju di Guwa Seluman, adanya rumah-rumah yang menempel di benteng Rejakusuma. Padahal ada papan yang memuat undang-undang cagar budaya. Sudah rusaknya Nagabanda yang tadinya berjumlah 2 buah sekarang tinggal 1 dan itupun dalam keadaan sangat rusak, dan sebagainya.”

Ditambahkan, keberadaan Nayaka (pahlawan) nasional perlu dilengkapi atribut-atribut yang sungguh-sungguh komprehensif.

“Kasihan beliau sudah berbuat banyak untuk keharuman dan kejayaan bangsa ini. Tetapi karena masalah administratif saat ini tidak dapat diajukan dan diangkat, sehingga tidak dikenali oleh anak cucunya sendiri,” pungkas Romo Manu. (Edi Triyono)

The post Trah HB II Tuntut Pemprov dan Keraton Yogyakarta Jaga Kelestarian Situs Peninggalan Sultan Hamengkubuwono II appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2021/12/26/trah-hb-ii-tuntut-pemprov-dan-keraton-yogyakarta-jaga-kelestarian-situs-peninggalan-sultan-hamengkubuwono-ii/feed/ 0
Bamsoet Dukung Trah HB II Tuntut Inggris Kembalikan Harta Raja Yogyakarta https://jakartakita.com/2020/10/12/bamsoet-dukung-trah-hb-ii-tuntut-inggris-kembalikan-harta-raja-yogyakarta/ https://jakartakita.com/2020/10/12/bamsoet-dukung-trah-hb-ii-tuntut-inggris-kembalikan-harta-raja-yogyakarta/#respond Mon, 12 Oct 2020 13:55:12 +0000 https://jakartakita.com/?p=138544

Jakartakita.com – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, penjajahan yang telah berlangsung beberapa abad tidak saja telah menguras sumber kekayaan alam, tetapi juga memutus alur dan jejak peradaban bangsa Indonesia. Harta dan kekayaan budaya Indonesia terampas, termasuk di dalamnya manuskrip-manuskrip dan kekayaan intelektual kerajaan. Pada kasus Sri Sultan Hamengku Buwono II, hal itu terjadi […]

The post Bamsoet Dukung Trah HB II Tuntut Inggris Kembalikan Harta Raja Yogyakarta appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, penjajahan yang telah berlangsung beberapa abad tidak saja telah menguras sumber kekayaan alam, tetapi juga memutus alur dan jejak peradaban bangsa Indonesia.

Harta dan kekayaan budaya Indonesia terampas, termasuk di dalamnya manuskrip-manuskrip dan kekayaan intelektual kerajaan.

Pada kasus Sri Sultan Hamengku Buwono II, hal itu terjadi pada peristiwa Geger Sepehi, dimana pada tanggal 19-20 Juni 1812 pasukan sewaan Inggris (disebut Sepoy) menyerbu Keraton Yogyakarta dan merampas manuskrip-manuskrip, karya sastra, serta perhiasan.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, pada tahun 2018 dan 2019, beberapa manuskrip jarahan perang telah dikembalikan ke Indonesia. Saya menyambut baik pengembalian benda warisan sejarah tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa manuskrip yang berusia ratusan tahun adalah benda sejarah yang rentan, sehingga memerlukan perawatan dan perlakuan khusus agar tetap berada dalam kondisi yang baik,” tutur Bamsoet, seperti dilansir dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, baru-baru ini.

“Kami berharap, melalui kajian mendalam bisa membuka cakrawala sejarah yang lebih luas untuk menghimpun kembali detail-detail fakta sejarah yang sebelumnya tercecer, terabaikan, atau bahkan hilang. Dengan demikian, akan mendapatkan gambaran yang utuh tentang peristiwa sejarah, pelaku sejarah dan masing-masing perannya, serta latar belakang sebuah peristiwa sejarah. Pengumpulan kembali fakta sejarah tidak hanya selaras dengan semangat agar kita tidak pernah melupakan sejarah. Lebih dari itu, menghimpun kembali fakta sejarah sangat penting untuk meluruskan sejarah dan menempatkan sejarah pada proporsi yang sebenarnya,” sambung Bamsoet.

Dalam kesempatan ini, Bamsoet dan Anggota DPR, Fadli Zon juga mendukung upaya para Trah HB II untuk meminta Sri Sultan Hamengku Buwono II menjadi Pahlawan Nasional. 

Selain itu, mereka juga mendukung langkah para Trah HB II untuk meminta pihak Inggris mengucapkan permohonan maaf dan pengembalian harta benda milik Keraton di saat Sri Sultan Hamengkubuwono II menjadi Raja. 

Sementara itu, sebelumnya, Sekretaris Pelaksana Pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwono II Pahlawan Nasional, Bagoes Poetranto menyatakan, pihak Inggris harus meminta maaf pada pihak Keraton Yogyakarta khususnya para keturunan Eyang Sepuh Sri Sultan Hamengku Buwono II. 

Hal ini terkait pernyataan yang dilontarkan Sejarawan Inggris, Peter Carey dalam acara Webinar bertajuk ‘Forum Sejarah Jejak Peradaban: Menggali Warisan Membangun Masa Depan Sri Sultan Hamengkubuwono II’ yang menyebutkan, bahwa peristiwa penyerangan pasukan Inggris ke Keraton merupakan suatu peristiwa yang harus dimaklumi pada saat masa perang.

“Penyerbuan Inggris dan Sepoy ke Keraton Yogya adalah hal yang biasa dan harus dimaklumi oleh keluarga Trah HB II. Karena pertama, situasi perang dan pihak Inggris perlu logistik untuk pasukannya. Adapun pada saat itu, Keraton Yogya mempunyai harta benda yang besar. Jadi tidak ada hal yang harus dimaafkan dan Inggris asingkan Eyang Sepuh ke Penang sebagai bentuk pengampunan dan belas kasihan Raffles kepada Eyang Sepuh. Karena seharusnya Eyang Sepuh dihukum mati karena melawan Inggris,” sebut pernyataan Carey di acara Webinar.

Menurut Bagoes, apa yang dilontarkan Peter Carey sangat disayangkan dan membuat ‘luka’ para Trah Hamengkubuwono II. 

“Selain itu, kami juga tak sependapat bahwa pengasingan Eyang Sepuh HB II ke Penang merupakan salah satu bentuk pengampunan dan belas kasihan dari pihak Inggris,” tandas Bagoes. (Edi Triyono)

The post Bamsoet Dukung Trah HB II Tuntut Inggris Kembalikan Harta Raja Yogyakarta appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2020/10/12/bamsoet-dukung-trah-hb-ii-tuntut-inggris-kembalikan-harta-raja-yogyakarta/feed/ 0
Selain Mengajukan Gelar Pahlawan Nasional, Keturunan HB II Juga Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi https://jakartakita.com/2020/06/30/selain-mengajukan-gelar-pahlawan-nasional-keturunan-hb-ii-juga-minta-inggris-kembalikan-harta-rampasan-geger-sepehi/ https://jakartakita.com/2020/06/30/selain-mengajukan-gelar-pahlawan-nasional-keturunan-hb-ii-juga-minta-inggris-kembalikan-harta-rampasan-geger-sepehi/#respond Tue, 30 Jun 2020 06:43:08 +0000 https://jakartakita.com/?p=136714

Jakartakita.com – Trah keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II) hingga saat ini terus memperjuangkan agar Raja Kedua di Kesultanan Yogyakarta tersebut mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia.  “Sudah menjadi keharusan pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional bagi Hamengku Buwono II. Karena peran HB II sudah jelas dalam pembentukan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat […]

The post Selain Mengajukan Gelar Pahlawan Nasional, Keturunan HB II Juga Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – Trah keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II) hingga saat ini terus memperjuangkan agar Raja Kedua di Kesultanan Yogyakarta tersebut mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia. 

“Sudah menjadi keharusan pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional bagi Hamengku Buwono II. Karena peran HB II sudah jelas dalam pembentukan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat (Negeri Yogyakarta). Beliau juga berperan dalam perang melawan penjajah Inggris dalam Perang Sepehi atau dikenal dengan Geger Sepehi,” jelas Dr. Abdul Haris, M.Si selaku Jubir pengusulan Gelar Pahlawan HB II, Senin (29/6).

Sekadar informasi, Geger Sepehi merupakan peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta yang dilakukan oleh pasukan Inggris pada tanggal 19-20 Juni 1812 atas perintah Gubernur Jendral Raffles.

Nama Sepehi sendiri berasal dari pasukan Sepoy, orang India yang dipekerjakan oleh Inggris untuk menyerang istana.

“Tapi kisah perjuangan HB II bersama rakyatnya tidak banyak diekspos,” ujar Haris.

“Dalam peristiwa itu, HB II dan rakyat berjuang mempertahankan Kraton walaupun akhirnya pihak penjajah berhasil merampas seluruh kekayaan istana, seperti emas, termasuk ratusan manuskrip kisah budaya dan kehidupan masyarakat milik Keraton Yogyakarta. Manuskrip itu kemudian dibawa ke negara Inggris,” jelas Haris.

Ia melanjutkan, dalam Geger Sepehi itu, HB II memang berhasil ditangkap oleh pihak Inggris, tapi bukan berarti kalah.

Rakyat justru menganggap sang Raja telah berjuang secara gigih untuk melindung rakyatnya dan keberadaan Kraton Yogyakarta.

Menurut Haris, Jenderal Raffles menyerbu Kraton Yogyakarta karena sejatinya dia (Raffles) takut dengan Sri Sultan HB II.

Sang Raja tidak mau menyerahkan tahta kerajaannya dan tidak mau Yogyakarta jatuh ke tangan bangsa asing. 

“Jadi, kami para keturunan yang masih ada, hingga saat ini tidak ada salahnya mengajukan ke pemerintah agar Hamengku Buwono II diangkat sebagai Pahlawan Nasional,” katanya.

“Kami telah mengajukan permohonan mendapat gelar Pahlawan Nasional sudah sejak tahun 2006. Tapi hingga saat ini belum ada kabar dari proses itu oleh pemerintah. Pihak kementerian juga tidak memberikan kabar,” imbuh Haris.

Selain meminta pengakuan pahlawan nasional, Haris juga meminta agar pihak Negara Inggris mau mengembalikan harta rampasan yang dimiliki Kraton Yogyakarta. 

“Yang dirampas itu harta benda Kraton, pusaka Kraton, emas milik Kerajaan, manuskrip dan benda budaya lainnya. Kami meminta Pemerintah Indonesia untuk membantu mengembalikan barang- barang berharga kraton yang ada di negara Inggris,” tegas Haris selaku juru bicara dan panitia pengusulan gelar  Pahlawan Nasional HB II.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Prof. Djoko Suryo atau KRT Suryohadibroto, Guru Besar Sejarah, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta membenarkan adanya sejarah Geger Sepehi atau Perang Sepehi.

Terkait keinginan para keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II yang meminta pihak negara Inggris untuk mengembalikan rampasan perang saat itu, Prof Djoko pun mempersilakan. Namun menurutnya, tidak akan mudah.

“Untuk meminta kembali milik Kraton seperti emas, manuskrip kepada negara Inggris bukan langkah mudah. Untuk manuskrip misalnya, sudah menjadi koleksi dari perpustakaan di sana. Jadi agak sulit. Bisa saja pihak perpustakaan memiliki itu bukan melalui cara gratis. Bisa saja mereka membeli koleksi itu. Usaha pemerintahan sebelumnya juga sudah melakukan itu tapi tidak berhasil,” terang Prof. Djoko.

Sementara itu, untuk persoalan keinginan agar Sri Sultan Hamengku Buwono II diangkat menjadi Pahlawan Nasional, dia menyatakan boleh saja dilakukan.

“Silakan saja dilakukan dan ajukan permintaan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional. Tapi, lakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Sebab untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional ada tim khusus yang menilainya. Ada syarat-syarat yang diberlakukan oleh pemerintah, siapa tokoh yang berhak mendapat gelar Pahlawan Nasional,” tandas Prof. Djoko. (Edi Triyono)

The post Selain Mengajukan Gelar Pahlawan Nasional, Keturunan HB II Juga Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2020/06/30/selain-mengajukan-gelar-pahlawan-nasional-keturunan-hb-ii-juga-minta-inggris-kembalikan-harta-rampasan-geger-sepehi/feed/ 0
Akibat COVID-19, Rangkaian Kegiatan Pengukuhan Hamengku Buwono II Sebagai Pahlawan Nasional Ditunda https://jakartakita.com/2020/03/29/akibat-covid-19-rangkaian-kegiatan-pengukuhan-hamengku-buwono-ii-sebagai-pahlawan-nasional-ditunda/ https://jakartakita.com/2020/03/29/akibat-covid-19-rangkaian-kegiatan-pengukuhan-hamengku-buwono-ii-sebagai-pahlawan-nasional-ditunda/#respond Sun, 29 Mar 2020 13:30:10 +0000 https://jakartakita.com/?p=135756

Jakartakita.com – Rangkaian kegiatan pengukuhan Sultan Hamengku Buwono II sebagai Pahlawan Nasional, yang semestinya berlangsung di Yogyakarta, Sabtu (28/3), ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Melihat situasi dan kondisi saat ini, kami selaku humas panitia pelaksana berinisiatif menunda kegiatan tersebut,” ucap R. Abdul Haris selaku Humas Panitia Pelaksana Pengukuhan dan juga staff di Kementerian […]

The post Akibat COVID-19, Rangkaian Kegiatan Pengukuhan Hamengku Buwono II Sebagai Pahlawan Nasional Ditunda appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Rangkaian kegiatan pengukuhan Sultan Hamengku Buwono II sebagai Pahlawan Nasional, yang semestinya berlangsung di Yogyakarta, Sabtu (28/3), ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Melihat situasi dan kondisi saat ini, kami selaku humas panitia pelaksana berinisiatif menunda kegiatan tersebut,” ucap R. Abdul Haris selaku Humas Panitia Pelaksana Pengukuhan dan juga staff di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam siaran pers, Minggu (29/3).

Dijelaskan, penundaan kegiatan tersebut, karena saat ini Indonesia sedang dalam tanggap darurat virus corona atau Covid-19 yang sudah menjadi pandemi.

“Kami dari keluarga Trah Ngarsa Dalem Sultan Hamengku Buwono II  mengapresiasi upaya Pemerintah Pusat dan Daerah yang sudah berupaya melakukan pencegahan Covid-19,” tambahnya.

Terkait pengusulan Sultan Hamengku Buwono II sebagai Pahlawan Nasional, Trah Ngarso Dalem Hamengku Buwono II akan tetap melakukan gerakan sampai pengusulan ini ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Pengusulan ini kami anggap sangat penting karena di masa kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono II terdapat fakta sejarah yang belum diungkap, salah satunya peristiwa Geger Sepehi pada tahun 1812,” jelasnya.

Dituturkan, dalam peristiwa tersebut, Kolonial Inggris dan Sekutu-nya melakukan penyerangan dan perampasan harta benda Keraton Yogya, antara lain 7000 dokumen koleteral milik Keraton Yogya, yang hingga saat ini belum dikembalikan.

Di peristiwa tersebut, Panglima Perang Krt Sumodiningrat gugur dalam perjuangan.

“Untuk itu, kami meminta Inggris untuk mengembalikan aset-aset tersebut dan kami berharap Presiden RI, Joko Widodo menetapkan Sultan Hamengku Buwono II sebagai Pahlawan Nasional,” tegasnya.

Saat ini, Trah HB II yang tersebar di seluruh Indonesia mendorong petisi agar Sri Sultan Hamengku Buwono II layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia, masyarakat Yogyakarta, agar Sultan Hamengku Buwono II dapat dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional RI,” tandasnya. (Edi Triyono)

The post Akibat COVID-19, Rangkaian Kegiatan Pengukuhan Hamengku Buwono II Sebagai Pahlawan Nasional Ditunda appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2020/03/29/akibat-covid-19-rangkaian-kegiatan-pengukuhan-hamengku-buwono-ii-sebagai-pahlawan-nasional-ditunda/feed/ 0