kedelai Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/kedelai/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Thu, 14 Jan 2021 05:31:08 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif kedelai Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/kedelai/ 32 32 Atasi Kelangkaan Kedelai, BATAN Kembangkan Varietas Kedelai Sugentan 1 & 2 https://jakartakita.com/2021/01/14/atasi-kelangkaan-kedelai-batan-kembangkan-varietas-kedelai-sugentan-1-2/ https://jakartakita.com/2021/01/14/atasi-kelangkaan-kedelai-batan-kembangkan-varietas-kedelai-sugentan-1-2/#respond Thu, 14 Jan 2021 05:30:55 +0000 https://jakartakita.com/?p=140224

Jakartakita.com – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) telah menghasilkan 2 varietas kedelai unggul yang diberi nama Sugentan 1 dan Sugentan 2. Sugentan, kependekan dari Super Genjah BATAN adalah varietas kedelai hasil perbaikan dari varietas Argomulyo yang diharapkan mampu menjadi salah satu upaya mengatasi kelangkaan kedelai di Indonesia.  Kepala […]

The post Atasi Kelangkaan Kedelai, BATAN Kembangkan Varietas Kedelai Sugentan 1 & 2 appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) telah menghasilkan 2 varietas kedelai unggul yang diberi nama Sugentan 1 dan Sugentan 2.

Sugentan, kependekan dari Super Genjah BATAN adalah varietas kedelai hasil perbaikan dari varietas Argomulyo yang diharapkan mampu menjadi salah satu upaya mengatasi kelangkaan kedelai di Indonesia. 

Kepala BATAN, Anhar Antariksawan menjelaskan, kurangnya pasokan kedelai akan memicu naiknya harga kedelai di pasaran sehingga berdampak pada produksi makanan berbahan baku kedelai.

Padahal kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang sangat dibutuhkan sebagian besar masyarakat Indonesia, yang biasa diolah menjadi tempe, tahu, sampai kecap. 

Menurutnya, kelangkaan kedelai menjadi hal serius dan perlu dicarikan solusinya sesegera mungkin. Terlebih lagi, diketahui bahwa kenaikan harga kedelai di Indonesia dikarenakan naiknya harga kedelai impor, sedangkan kebutuhan kedelai nasional saat ini, sebagian besar dipenuhi melalui impor. 

“Sebagai lembaga penelitian, BATAN melihat hal ini juga sebagai momentum untuk kembali menguatkan program swasembada kedelai secara nasional. Permasalahan ketersediaan benih unggul, lahan, dan harga kedelai perlu dicarikan solusi oleh semua kementerian dan lembaga yang terkait,” ujar Anhar, dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (13/1).

Ditambahkan, BATAN telah berkontribusi dalam penyediaan benih unggul kedelai. Di mana hingga saat ini BATAN telah menghasilkan 14 varietas unggul benih kedelai yang sebagian besar telah diperkenalkan kepada para petani melalui program pendayagunaan hasil litbang iptek nuklir yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi. 

 “Varietas unggul kedelai BATAN dihasilkan melalui sebuah proses yang memanfaatkan radiasi gamma. Pengembangan produksi varietas unggul baik padi dan kedelai menjadi salah satu program prioritas BATAN,” terangnya.

Lebih lanjut Anhar berharap, varietas benih unggul kedelai hasil mutasi radiasi gamma yang dihasilkan BATAN dapat dijadikan varietas yang dimanfaatkan secara nasional.

Namun demikian, lanjutnya, persoalan peningkatan produksi kedelai tidak hanya ditentukan oleh jenis varietasnya saja, tetapi dipengaruhi oleh faktor lain, seperti teknik budi daya, ketersediaan lahan, dan harga kedelai di tingkat petani. 

“Terkait ketersediaan lahan dan harga kedelai di tingkat petani, bukan merupakan kewenangan BATAN, sehingga saya berharap ada kebijakan kementerian teknis terkait dan pemerintah daerah yang dapat membantu petani yang bersedia menanam kedelai agar produktivitas kedelai secara nasional benar-benar bisa meningkat,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Totti Tjiptosumirat mengatakan, terkait upaya pemerintah meningkatkan produksi kedelai nasional, BATAN turut berkontribusi dalam penyediaan benih unggul kedelai hingga mencapai 5 ton.

“Benih kedelai saat itu yang tersedia adalah varietas Anjasmoro, Grobogan, dan Mutiara 1. Benih FS Mutiara 1 yang disiapkan oleh BATAN pada akhir tahun 2018 lebih kurang 5 ton,” kata Totti. 

Melihat kondisi ketersediaan pasokan kedelai nasional yang belum mencukupi, lanjut Totti, prospek penelitian dan pengembangan varietas kedelai di BATAN sangat baik.

Terlebih lagi Lembaga Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) memberikan dukungan penuh kepada Indonesia melalui program kerja sama teknik. 

“Keseriusan BATAN dalam melakukan penelitian kedelai ini dibuktikan dengan melepas 4 varietas tanaman kedelai pada dua tahun terakhir, yaitu varietas Kemuning 1 dan Kemuning 2 untuk kedelai tahan cekaman, dan varietas Sugentan 1 dan Sugentan 2,” tambah Totti. 

Sedangkan Peneliti BATAN, Arwin mengatakan, varietas unggul kedelai Sugentan 1 dan Sugentan 2 merupakan hasil perbaikan varietas yang telah ada sebelumnya yakni Argomulyo.

Dengan penyinaran radiasi gamma pada dosis 250 gray, didapatkan varietas baru yang mempunyai karakter lebih baik dibandingkan varietas induknya. 

Dibandingkan dengan induknya, Sugentan mempunyai beberapa keunggulan di antaranya umur tanamnya super genjah yakni sekitar 67-68 hari atau lebih cepat dibandingkan induknya yang mencapai umur antara 86-87 hari. Produktivitasnya juga lebih tinggi yakni 3,01 ton per ha dengan rata-rata 2,7 ton per ha, sedangkan induknya pada kisaran 2,2-2,4 ton/ha,” kata Arwin. 

Selain itu, Sugentan 1 dan Sugentan 2 ini diklaim sebagai varietas kedelai yang tahan terhadap penyakit karat daun, hama pengisap polong, dan hama ulat kerayak.

Kedua varietas ini tergolong super genjah, sehingga cocok ditanam di lahan sawah atau tegalan. 

Lanjut Arwin, untuk mendapatkan varietas Sugentan 1 dan 2 ini, penelitiannya dimulai sejak tahun 2012 dan telah dilakukan uji multilokasi di 7 daerah yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, Bogor, Yogyakarta, dan Citayam sebanyak 2 lokasi.

Dari ketujuh lokasi tersebut, sebagian besar menunjukkan hasil yang baik kecuali di Maluku hasilnya termasuk dalam kategori sedang. (Edi Triyono)

The post Atasi Kelangkaan Kedelai, BATAN Kembangkan Varietas Kedelai Sugentan 1 & 2 appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2021/01/14/atasi-kelangkaan-kedelai-batan-kembangkan-varietas-kedelai-sugentan-1-2/feed/ 0
BATAN Hasilkan 2 Varietas Kedelai Unggul Untuk Lahan Kering https://jakartakita.com/2019/07/17/batan-hasilkan-2-varietas-kedelai-unggul-untuk-lahan-kering/ https://jakartakita.com/2019/07/17/batan-hasilkan-2-varietas-kedelai-unggul-untuk-lahan-kering/#respond Wed, 17 Jul 2019 12:53:52 +0000 http://jakartakita.com/?p=113577

Jakartakita.com – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) melepas 2 varietas kedelai unggul yakni Kemuning 1 dan Kemuning 2 yang cocok untuk lahan kering. Dengan dilepasnya kedua varietas ini, maka sampai saat ini, jumlah varietas kedelai unggul yang dihasilkan BATAN sebanyak 12 varietas. Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, […]

The post BATAN Hasilkan 2 Varietas Kedelai Unggul Untuk Lahan Kering appeared first on Jakartakita.com.

]]>

Jakartakita.com – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) melepas 2 varietas kedelai unggul yakni Kemuning 1 dan Kemuning 2 yang cocok untuk lahan kering.

Dengan dilepasnya kedua varietas ini, maka sampai saat ini, jumlah varietas kedelai unggul yang dihasilkan BATAN sebanyak 12 varietas.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, sebagai lembaga litbang, BATAN memang harus terus membuat inovasi, salah satunya adalah di bidang pertanian.

“Sejauh ini bidang pertanian tetap menjadi salah satu unggulan dari BATAN untuk terus dilakukan litbangnya,” kata Anhar di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Rabu (17/07).

Namun, lanjut dia, yang perlu menjadi perhatian penting bagi BATAN adalah sosialisasinya yang harus masif hasil agar lebih dikenal masyarakat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui di mana bila mendapatkan benih unggul tersebut.

Peneliti BATAN, Yuliasti menambahkan, dua varietas unggul kedelai yang baru diperkenalkan ini, diupayakan untuk menyiasati keterbatasan lahan serta tanaman kedelai yang toleran pada lahan kering.

“Mengingat ketersediaan lahan optimal di Indonesia yang semakin terbatas, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong untuk melakukan penelitian terhadap varietas kedelai yang tahan di lahan kering,” kata Yuliasti.

Selain itu, lanjutnya, kebutuhan Indonesia terhadap kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 2 juta ton pada tahun 2018.

Dari kebutuhan tersebut, produksi kedelai lokal masih berada di bawah 1 juta ton per tahun, bahkan pada tahun 2017 menurut data Badan Pusat Statistik, produksi kedelai lokal hanya mencapai 786.142 ton.

Untuk mencukupi kebutuhan yang terus meningkat tersebut, pemerintah memilih impor kedelai dari luar negeri.

“Varietas Kemuning yang tahan di lahan kering ini diharapkan dapat menjadi bagian solusi untuk meningkatkan produksi kedelai lokal dan mengurangi ketergantungan kedelai impor,” jelasnya.

Asal tahu saja, kata ‘Kemuning’ menurut Yuliasti, merupakan singkatan dari Kedelai Mutan Tahan Kering, sebagai varietas kedelai hasil dari perbaikan varietas Panderman dengan memanfaatkan teknik mutasi radiasi.

Dijelaskan, selain tahan terhadap lahan kering, varietas Kemuning mempunyai beberapa keunggulan di antaranya produktivitas tinggi yakni 2,87 ton/hektar untuk Kemuning 1 dan 2,92 ton/hektare untuk Kemuning 2. Tinggi tanamannya lebih pendek dari induknya sehingga tidak mudah rebah, mempunyai kandungan protein yang tinggi, ukuran bijinya yang besar, dan rasanya gurih.

“Dengan ukuran biji yang lebih besar dan dapat bersaing dengan kedelai impor, kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 menghasilkan tempe yang lebih gurih dibandingkan dengan kedelai impor,” jelasnya.

Sebelumnya, BATAN telah menghasilkan varietas kedelai berbiji super besar, yakni Mutiara, yang cocok ditanam di lahan optimal.

Sementara untuk Kemuning, imbuh Yuliasti, termasuk berukuran biji besar dan merupakan varietas kedelai BATAN pertama yang toleran di lahan kekeringan.

Sementara itu, Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat mengatakan, sebagai lembaga litbang Pemerintah, BATAN turut berpartisipasi dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai dengan melakukan inovasi dalam menghasilkan varietas kedelai unggul.

“Pada dasarnya, kedelai lokal mempunyai kualitas yang lebih baik dari kedelai impor dari kandungan proteinnya, sehingga BATAN melalui PAIR, sebagai lembaga litbang yang menghasilkan varietas kedelai, turut serta mendukung program pengurangan impor kedelai yang berdampak pada perbaikan ekonomi,” tandas Totti. (Edi Triyono)

The post BATAN Hasilkan 2 Varietas Kedelai Unggul Untuk Lahan Kering appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2019/07/17/batan-hasilkan-2-varietas-kedelai-unggul-untuk-lahan-kering/feed/ 0
Guys, Hindari Minuman Sehat Ini Kalau Ingin Sperma Anda Sehat! https://jakartakita.com/2016/01/08/guys-hindari-minuman-sehat-ini-kalau-ingin-sperma-anda-sehat/ https://jakartakita.com/2016/01/08/guys-hindari-minuman-sehat-ini-kalau-ingin-sperma-anda-sehat/#respond Thu, 07 Jan 2016 22:43:56 +0000 http://jakartakita.com/?p=58726

Jakartakita.com – Menerapkan gaya hidup sehat dalam keseharian akan membuat tubuh Anda bugar dan fit sepanjang hari. Namun, ternyata tak semua minuman sehat memiliki efek yang menyehatkan juga pria dewasa. Seperti dilansir dari Boldsky, ternyata ada sejumlah minuman sehat yang dapat menurunkan kualitas sperma, jika dikonsumsi berlebihan. Minuman apa sajakah itu? Yuk, intip daftarnya di […]

The post Guys, Hindari Minuman Sehat Ini Kalau Ingin Sperma Anda Sehat! appeared first on Jakartakita.com.

]]>

foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Menerapkan gaya hidup sehat dalam keseharian akan membuat tubuh Anda bugar dan fit sepanjang hari. Namun, ternyata tak semua minuman sehat memiliki efek yang menyehatkan juga pria dewasa.

Seperti dilansir dari Boldsky, ternyata ada sejumlah minuman sehat yang dapat menurunkan kualitas sperma, jika dikonsumsi berlebihan. Minuman apa sajakah itu? Yuk, intip daftarnya di sini!

Kedelai

Kedelai telah dikenal sebagai makanan sehat yang kaya protein, serat dan bebas lemak. Tapi kedelai yang mengandung isoflavon justru tak baik untuk pria karena memicu feminisme.

Manfaat terbesar dari susu kedelai adalah isoflavon. Ini adalah bahan kimia yang mirip dengan hormon estrogen. Isoflavon terhubung ke masalah kesehatan dan bertanggung jawab untuk mencegah banyak kanker, penyakit jantung, osteoporosis dan banyak penyakit lainnya.

Tapi bagi pria, banyak mengonsumsi produk kedelai dapat meningkatkan hormon estrogen atau dikenal dengan hormon seks wanita. Pria yang minum terlalu banyak susu kedelai dari hari ke hari memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dibandingkan pria yang tidak mengonsumsi asupan bergizi ini.

Minum teh

Mengonsumsi teh memang membawa banyak manfaat positif bagi tubuh. Akan tetapi konsumsi teh mint ternyata berdampak pada penurunan kadar testosteron dan perubahan hormon androgen. Karena androgen berperan dalam produksi testosterone pada kesuburan pria.

Minum kopi

Kopi yang dikonsumsi secara berlebihan dapat meyebabkan penurunan jumlah sperma yang disebabkan oleh kandungan phytoestrogen yang terlampau tinggi dalam kopi. Kandungan phytoestrogen inilah yang diklaim mengakibatkan penurunan jumlah sperma pada pria.

The post Guys, Hindari Minuman Sehat Ini Kalau Ingin Sperma Anda Sehat! appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2016/01/08/guys-hindari-minuman-sehat-ini-kalau-ingin-sperma-anda-sehat/feed/ 0