Keraton Yogyakarta Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/keraton-yogyakarta/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Wed, 22 Jun 2022 00:10:30 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif Keraton Yogyakarta Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/keraton-yogyakarta/ 32 32 Kemenlu Siap Fasilitasi Pengembalian Aset Milik Sri Sultan HB II Dari Kerajaan Inggris https://jakartakita.com/2022/06/22/kemenlu-siap-fasilitasi-pengembalian-aset-milik-sri-sultan-hb-ii-dari-kerajaan-inggris/ https://jakartakita.com/2022/06/22/kemenlu-siap-fasilitasi-pengembalian-aset-milik-sri-sultan-hb-ii-dari-kerajaan-inggris/#respond Wed, 22 Jun 2022 00:10:29 +0000 https://jakartakita.com/?p=149608

Jakartakita.com – Keturunan atau Trah Sri Sultan HamengkuBuwono (HB) II terus berupaya agar sosok raja kedua Keraton Yogyakarta itu, dijadikan sebagai Pahlawan Nasional, meski harus menelusuri jalan panjang yang berliku. Dalam proses yang didukung oleh Yayasan Kapuk Salamba Arga sebagai Pahlawan Nasional ini, dibutuhkan terutama artefak, manuskrip atau catatan kuno karya Sri Sultan HB II, […]

The post Kemenlu Siap Fasilitasi Pengembalian Aset Milik Sri Sultan HB II Dari Kerajaan Inggris appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Keturunan atau Trah Sri Sultan HamengkuBuwono (HB) II terus berupaya agar sosok raja kedua Keraton Yogyakarta itu, dijadikan sebagai Pahlawan Nasional, meski harus menelusuri jalan panjang yang berliku.

Dalam proses yang didukung oleh Yayasan Kapuk Salamba Arga sebagai Pahlawan Nasional ini, dibutuhkan terutama artefak, manuskrip atau catatan kuno karya Sri Sultan HB II, untuk dikembalikan karena akan dipakai sebagai bukti dalam pengajuan.

Benda-benda atau artefak-artefak milik Sri Sultan HB II tersebut telah dirampas Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles, dalam Perang Sepehi atau Geger Sepehi pada 20 Juni 1812.

Ada 40 naskah atau manuskrip karya Sri Sultan HB II yang saat ini tersimpan di British Museum London, British Library London, serta Bodleian Library London.

Adapun baru-baru ini, Kamis (2/6/2022),  Trah Sri Sultan HB II melakukan koordinasi dan pendekatan pada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) guna memfasilitasi pengembalian benda atau artefak bersejarah, terutama 40 manuskrip kuno karya Sri Sultan HB II.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Trah Sri Sultan HB II yang kini bernaung di bawah Yayasan Vasiatti Socaning Lokika menyampaikan beberapa poin.

Pertama,  Trah Sri Sultan HB II mendorong Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi upaya pengembalian aset, manuskrip dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II sesuai ketentuan yang berlaku.

“Trah Sri Sultan HB II ingin dalam proses  pengembalian 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II itu terjadi secara unilateral antara pihak Trah Sri Sultan HB II dengan Kerajaan Inggris. Trah Sri Sultan HB II siap menyediakan infrastruktur untuk menyimpan 40 manuskrip dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II jika dikembalikan oleh Kerajaan Inggris. Sementara pihak Kemenlu, seusai arahan dari Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi menyatakan, bahwa Kemenlu akan memfasilitasi upaya pengembalian aset dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II dimaksud sesuai ketentuan yang berlaku,” beber Fajar Bagoes Poetranto selaku Ketua Yayasan Vasiatti Socaning Lokika, seperti dilansir dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, baru-baru ini.

Menurut Fajar, keinginan pengembalian aset dan manuskrip karya Sri Sultan HB II dilakukan secara unilateral antara Trah Sri Sultan HB II dengan Kerajaan Inggris, merujuk pada cara yang sama dilakukan Kerajaan Inggris saat mengembalikan 75 naskah kuno kepada Keraton Yogyakarta pada Maret 2019 silam.

Sayangnya, naskah yang dikembalikan tidak dalam bentuk aslinya, tapi berupa lebih dari 30 ribu foto digital.

“Trah Sri Sultan HB II tidak mau aset dan 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II dalam bentuk digital. Kami ingin artefak, terutama 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II, dikembalikan Kerajaan Inggris dalam bentuk aslinya dan bukan digital,” tegas Fajar.

Menurutnya, aset dan manuskrip kuno milik Sri Sultan HB II bagi keluarga besar bernilai sejarah tinggi, karena di dalamnya terkandung sejarah Mataram dan berdirinya Kesultanan Yogyakarta.

“Aset dan manuskrip tersebut tak hanya dimanfaatkan sebagai syarat utama pengusulan gelar Pahlawan Nasional, tapi juga dapat menjadi karya yang dapat dipelajari,” pungkas Fajar. (Edi Triyono)

The post Kemenlu Siap Fasilitasi Pengembalian Aset Milik Sri Sultan HB II Dari Kerajaan Inggris appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2022/06/22/kemenlu-siap-fasilitasi-pengembalian-aset-milik-sri-sultan-hb-ii-dari-kerajaan-inggris/feed/ 0
Pengajuan Sebagai Pahlawan Nasional Terus Diupayakan Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II https://jakartakita.com/2022/04/16/pengajuan-sebagai-pahlawan-nasional-terus-diupayakan-trah-sri-sultan-hamengku-buwono-ii/ https://jakartakita.com/2022/04/16/pengajuan-sebagai-pahlawan-nasional-terus-diupayakan-trah-sri-sultan-hamengku-buwono-ii/#respond Sat, 16 Apr 2022 10:08:40 +0000 https://jakartakita.com/?p=148537

Jakartakita.com – Keturunan atau Trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II terus berupaya agar sosok raja kedua Keraton Yogyakarta itu dijadikan sebagai pahlawan nasional. Sesuai aturan pemerintah, salah satu syarat pengajuan seseorang tokoh menjadi pahlawan nasional mesti mendapat rekomendasi kepala daerah setempat. Adapun pihak Keraton Yogyakarta sendiri, bisa dikatakan bersikap pasif. Pasalnya, sejak tahun 2006, pihak Trah Hamengku Buwono (HB) II telah […]

The post Pengajuan Sebagai Pahlawan Nasional Terus Diupayakan Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Keturunan atau Trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II terus berupaya agar sosok raja kedua Keraton Yogyakarta itu dijadikan sebagai pahlawan nasional.

Sesuai aturan pemerintah, salah satu syarat pengajuan seseorang tokoh menjadi pahlawan nasional mesti mendapat rekomendasi kepala daerah setempat.

Adapun pihak Keraton Yogyakarta sendiri, bisa dikatakan bersikap pasif. Pasalnya, sejak tahun 2006, pihak Trah Hamengku Buwono (HB) II telah memperjuangkan pengajuan Sri Sultan HB II sebagai pahlawan nasional ke pemerintah.

Oleh karena tak mendapat sokongan rekomendasi dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Trah Sri Sultan HB II melakukan pendekatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo untuk mendapat dukungan yang diharapkan.

“Bulan Maret 2022 lalu, kami sudah bertemu dengan Bupati Wonosobo dalam rangka memperjuangkan agar Sri Sultan HB II bisa diberi penghargaan sebagai pahlawan nasional,” tutur Fajar Bagoes Poetranto selaku Sekretaris Trah Sri Sultan HB II, di Jakarta, Jumat (15/4).

Mengapa Trah Sri Sultan HB II melakukan pendekatan kepada Pemkab Wonosobo?

Pasalnya, Sri Sultan HB II lahir di lereng Gunung Sindoro pada tanggal 7 Maret 1750, tepatnya di Desa Pagerejo, yang saat ini berada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Cerita rakyat setempat yang mengisahkan kiprah Sri Sultan HB II semasa muda dan ritual penghargaan warga Desa Pagerejo kepada sang raja setiap malam 1 Suro masih terpelihara dan berlangsung hingga kini.

“(Sikap) Bupati menyambut positif dan sudah memerintahkan Badan Riset Daerah untuk mengumpulkan bukti-bukti sejarah sebagai bahan bagi Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo untuk nmengajukan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seterusnya ke Pemerintah Indonesia,” jelas Fajar Bagoes Poetranto.

Lebih lanjut, Trah Sri Sultan HB II melakukan koordinasi dan pendekatan pada Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk memfasilitasi pengembalian benda-benda atau artefak milik Sri Sultan HB II yang dirampas Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles, dalam Perang atau Geger Sepehi pada 20 Juni 1812.

Menurutnya, barang berharga hingga manuskrip-manuskrip kuno, termasuk karya dari Sri Sultan HB II, dijarah tentara Inggris saat menyerbu Keraton Yogyakarta lalu dibawa Raffles ke Eropa dan Inggris.

“Kami membutuhkan artefak, terutama manuskrip atau catatan kuno itu dikembalikan karena akan dipakai sebagai bukti artefak dalam pengajuan Sri Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional,” jelas Fajar Bagoes Poetranto.

Sosok Sri Sultan HB II ini dikenal sebagai sosok yang anti terhadap asing, kalau sekarang istilahnya anti penjajah.

Sikap ini sudah ditunjukkan oleh Sri Sultan HB II sejak masa kedatangan Belanda dan Perancis, termasuk kemudian ketika Inggris masuk, sikapnya masih sama.

“Sri Sultan HB II dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan Inggris kala itu sehingga harus disingkirkan,” ungkap Peter Carey, pakar sejarah Jawa, asal Inggris dalam kanal YouTube Trah Hamengku Buwono II.

Fajar melanjutkan, akibat sikap keras Sultan HB II inilah, Gubernur Jenderal Inggris kala itu, Thomas Stanford Raffles mengerahkan tentaranya, yang dibantu tentara bayaran dari India dan pasukan dari Mangkunegaran menyerbu Keraton Yogyakarta dan dikenal dengan nama Geger Sepehi.

Dalam peristiwa Geger Sepehi, Keraton Yogyakarta mengalami kerugian yang luar biasa, sebab seisi Keraton Yogyakarta kala itu dijarah oleh pasukan Inggris. Usai peristiwa Geger Sepehi ini, Sri Sultan HB II dilengserkan oleh Raffles dan digantikan oleh Sri Sultan HB III.

Setelahnya kemudian, Sri Sultan HB II diasingkan ke Penang, Malaysia oleh Raffles. 

Sebagaimana Sri Sultan HB I, Sri Sultan HB II juga meninggalkan karya-karya monumental.

Mulai dari membentuk korps/satuan keprajuritan yang dilengkapi dengan perlengkapan dan persenjataan yang lebih baik, hingga membangun Benteng Baluwarti yang dilengkapi meriam untuk melindungi keraton dari serangan luar.

“Di bidang sastra, beliau mewariskan karya-karya heroik yang berbau pertahanan dan militer, seperti Babad Nitik Ngayogya dan Babad Mangkubumi. Karya sastra yang bersifat fiksi juga lahir dari pemikirannya, di antaranya; Serat Baron Sekender dan Serat Suryaraja. Yang terakhir ini, merupakan karya pustaka yang dijadikan pusaka bagi Keraton Yogyakarta. Selain itu, Sri Sultan HB II juga memerintahkan untuk membuat berbagai bentuk wayang kulit dengan watak perang dan menggubah wayang orang dengan lakon Jayapusaka. Tokoh utama dalam lakon tersebut adalah Bima, yang begitu tepat menggambarkan watak jujur, keras dan juga tegas dari Sri Sultan HB II,” pungkas Fajar. (Edi Triyono)

The post Pengajuan Sebagai Pahlawan Nasional Terus Diupayakan Trah Sri Sultan Hamengku Buwono II appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2022/04/16/pengajuan-sebagai-pahlawan-nasional-terus-diupayakan-trah-sri-sultan-hamengku-buwono-ii/feed/ 0
Peringati Peristiwa Geger Sepehi Ke-209 Tahun, Trah HB II Bakal Gelar Rangkaian Webinar https://jakartakita.com/2021/06/17/peringati-peristiwa-geger-sepehi-ke-209-tahun-trah-hb-ii-bakal-gelar-rangkaian-webinar/ https://jakartakita.com/2021/06/17/peringati-peristiwa-geger-sepehi-ke-209-tahun-trah-hb-ii-bakal-gelar-rangkaian-webinar/#respond Thu, 17 Jun 2021 10:18:11 +0000 https://jakartakita.com/?p=142661

Jakartakita.com – Trah Sri Sultan Hamengkubuwono ke-II akan menggelar rangkaian webinar dalam rangka memperingati peristiwa Geger Sepehi ke-209 tahun. Rangkaian webinar ini diselenggarakan untuk mengingatkan kita terhadap peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta yang dilakukan oleh pasukan Inggris pada tanggal 19 – 20 Juni 1812. Dalam peristiwa tersebut, Inggris juga merampas harta benda dan aset milik Keraton Yogyakarta, […]

The post Peringati Peristiwa Geger Sepehi Ke-209 Tahun, Trah HB II Bakal Gelar Rangkaian Webinar appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Trah Sri Sultan Hamengkubuwono ke-II akan menggelar rangkaian webinar dalam rangka memperingati peristiwa Geger Sepehi ke-209 tahun.

Rangkaian webinar ini diselenggarakan untuk mengingatkan kita terhadap peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta yang dilakukan oleh pasukan Inggris pada tanggal 19 – 20 Juni 1812.

Dalam peristiwa tersebut, Inggris juga merampas harta benda dan aset milik Keraton Yogyakarta, berupa perhiasan, manuskrip, karya intelektual dan karya sastra.

“Webinar ini akan mengulas secara lengkap dan gamblang tentang apa saja yang melatarbelakangi peristiwa Geger Sepehi sesuai dengan yang tertulis di Serat Babad Sepehi. Karena, narasi sejarah yang selama ini beredar ada yang tidak sesuai dan belum terungkap,” jelas Fajar Bagoes Poetranto, Sekretaris Trah Sri Sultan Hamengkubuwono ke-II, di Jakarta, Kamis (17/6).

Bagoes Poetranto juga meminta kepada pihak Keraton Yogyakarta dan Pemerintah dapat pro aktif untuk meminta kembali aset-aset dan manuskrip-manuskrip asli yang dirampas Inggris saat peristiwa Geger Sepehi, terutama Babad Ngayogyakarta Hamengku Buwono (HB) I hingga HB III dan Babad Bronjo.

“Karena sebagian besar manuskrip yang dirampas adalah milik Keraton Yogyakarta di masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono ke-II,” tegas Bagoes Poetranto.
 
Ia menambahkan, pihaknya menghargai adanya usaha dari sejumlah pihak, termasuk Keraton Yogyakarta pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri yang telah ikut berupaya agar seluruh aset yang dirampas Inggris dapat dikembalikan ke Keraton Yogyakarta.

“Kita harus terus berusaha mengembalikan aset tersebut, karena aset-aset dan manuskrip yang dirampas adalah milik Keraton Yogyakarta,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Bagoes Poetranto mengusulkan, sesuai Universal Copyright Convention tentang persetujuan yang mengatur hak cipta internasional agar manuskrip-manuskrip yang ada di Inggris untuk segera dipatenkan sebagai upaya untuk melestarikan dan menyelamatkan informasi rahasia yang ada didalamnya karena merupakan hasil karya intelektual milik Keraton Yogyakarta.

Sementara itu, Sejarawan Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Dr. Tundjung menuturkan, bahwa Inggris ingin menyingkirkan Sri Sultan Hamengkubuwono ke-II melalui Geger Sepehi.

Saat penyerangan berlangsung, Inggris juga merampas ribuan manuskrip milik Keraton Yogyakarta.

“Gubernur Jenderal Inggris, Sir Stamford Raffles menyukai benda-benda yang berasal dari Jawa, walau sebenarnya ia tidak mengerti isi dari manuskrip tersebut,” jelasnya.

Dr Tundjung menambahkan, jika ribuan manuskrip dikembalikan oleh Inggris, maka dibutuhkan dana yang besar untuk SDM, membuat tempat penyimpanan dan untuk merawat manuskrip tersebut.

“Jangan seperti Kitab Negarakertagama yang ada di Perpusatakaan Nasional yang kita sampai setengah mati untuk merawatnya,” tegasnya. (Edi Triyono

The post Peringati Peristiwa Geger Sepehi Ke-209 Tahun, Trah HB II Bakal Gelar Rangkaian Webinar appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2021/06/17/peringati-peristiwa-geger-sepehi-ke-209-tahun-trah-hb-ii-bakal-gelar-rangkaian-webinar/feed/ 0
Bamsoet Dukung Trah HB II Tuntut Inggris Kembalikan Harta Raja Yogyakarta https://jakartakita.com/2020/10/12/bamsoet-dukung-trah-hb-ii-tuntut-inggris-kembalikan-harta-raja-yogyakarta/ https://jakartakita.com/2020/10/12/bamsoet-dukung-trah-hb-ii-tuntut-inggris-kembalikan-harta-raja-yogyakarta/#respond Mon, 12 Oct 2020 13:55:12 +0000 https://jakartakita.com/?p=138544

Jakartakita.com – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, penjajahan yang telah berlangsung beberapa abad tidak saja telah menguras sumber kekayaan alam, tetapi juga memutus alur dan jejak peradaban bangsa Indonesia. Harta dan kekayaan budaya Indonesia terampas, termasuk di dalamnya manuskrip-manuskrip dan kekayaan intelektual kerajaan. Pada kasus Sri Sultan Hamengku Buwono II, hal itu terjadi […]

The post Bamsoet Dukung Trah HB II Tuntut Inggris Kembalikan Harta Raja Yogyakarta appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, penjajahan yang telah berlangsung beberapa abad tidak saja telah menguras sumber kekayaan alam, tetapi juga memutus alur dan jejak peradaban bangsa Indonesia.

Harta dan kekayaan budaya Indonesia terampas, termasuk di dalamnya manuskrip-manuskrip dan kekayaan intelektual kerajaan.

Pada kasus Sri Sultan Hamengku Buwono II, hal itu terjadi pada peristiwa Geger Sepehi, dimana pada tanggal 19-20 Juni 1812 pasukan sewaan Inggris (disebut Sepoy) menyerbu Keraton Yogyakarta dan merampas manuskrip-manuskrip, karya sastra, serta perhiasan.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, pada tahun 2018 dan 2019, beberapa manuskrip jarahan perang telah dikembalikan ke Indonesia. Saya menyambut baik pengembalian benda warisan sejarah tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa manuskrip yang berusia ratusan tahun adalah benda sejarah yang rentan, sehingga memerlukan perawatan dan perlakuan khusus agar tetap berada dalam kondisi yang baik,” tutur Bamsoet, seperti dilansir dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, baru-baru ini.

“Kami berharap, melalui kajian mendalam bisa membuka cakrawala sejarah yang lebih luas untuk menghimpun kembali detail-detail fakta sejarah yang sebelumnya tercecer, terabaikan, atau bahkan hilang. Dengan demikian, akan mendapatkan gambaran yang utuh tentang peristiwa sejarah, pelaku sejarah dan masing-masing perannya, serta latar belakang sebuah peristiwa sejarah. Pengumpulan kembali fakta sejarah tidak hanya selaras dengan semangat agar kita tidak pernah melupakan sejarah. Lebih dari itu, menghimpun kembali fakta sejarah sangat penting untuk meluruskan sejarah dan menempatkan sejarah pada proporsi yang sebenarnya,” sambung Bamsoet.

Dalam kesempatan ini, Bamsoet dan Anggota DPR, Fadli Zon juga mendukung upaya para Trah HB II untuk meminta Sri Sultan Hamengku Buwono II menjadi Pahlawan Nasional. 

Selain itu, mereka juga mendukung langkah para Trah HB II untuk meminta pihak Inggris mengucapkan permohonan maaf dan pengembalian harta benda milik Keraton di saat Sri Sultan Hamengkubuwono II menjadi Raja. 

Sementara itu, sebelumnya, Sekretaris Pelaksana Pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwono II Pahlawan Nasional, Bagoes Poetranto menyatakan, pihak Inggris harus meminta maaf pada pihak Keraton Yogyakarta khususnya para keturunan Eyang Sepuh Sri Sultan Hamengku Buwono II. 

Hal ini terkait pernyataan yang dilontarkan Sejarawan Inggris, Peter Carey dalam acara Webinar bertajuk ‘Forum Sejarah Jejak Peradaban: Menggali Warisan Membangun Masa Depan Sri Sultan Hamengkubuwono II’ yang menyebutkan, bahwa peristiwa penyerangan pasukan Inggris ke Keraton merupakan suatu peristiwa yang harus dimaklumi pada saat masa perang.

“Penyerbuan Inggris dan Sepoy ke Keraton Yogya adalah hal yang biasa dan harus dimaklumi oleh keluarga Trah HB II. Karena pertama, situasi perang dan pihak Inggris perlu logistik untuk pasukannya. Adapun pada saat itu, Keraton Yogya mempunyai harta benda yang besar. Jadi tidak ada hal yang harus dimaafkan dan Inggris asingkan Eyang Sepuh ke Penang sebagai bentuk pengampunan dan belas kasihan Raffles kepada Eyang Sepuh. Karena seharusnya Eyang Sepuh dihukum mati karena melawan Inggris,” sebut pernyataan Carey di acara Webinar.

Menurut Bagoes, apa yang dilontarkan Peter Carey sangat disayangkan dan membuat ‘luka’ para Trah Hamengkubuwono II. 

“Selain itu, kami juga tak sependapat bahwa pengasingan Eyang Sepuh HB II ke Penang merupakan salah satu bentuk pengampunan dan belas kasihan dari pihak Inggris,” tandas Bagoes. (Edi Triyono)

The post Bamsoet Dukung Trah HB II Tuntut Inggris Kembalikan Harta Raja Yogyakarta appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2020/10/12/bamsoet-dukung-trah-hb-ii-tuntut-inggris-kembalikan-harta-raja-yogyakarta/feed/ 0
Selain Mengajukan Gelar Pahlawan Nasional, Keturunan HB II Juga Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi https://jakartakita.com/2020/06/30/selain-mengajukan-gelar-pahlawan-nasional-keturunan-hb-ii-juga-minta-inggris-kembalikan-harta-rampasan-geger-sepehi/ https://jakartakita.com/2020/06/30/selain-mengajukan-gelar-pahlawan-nasional-keturunan-hb-ii-juga-minta-inggris-kembalikan-harta-rampasan-geger-sepehi/#respond Tue, 30 Jun 2020 06:43:08 +0000 https://jakartakita.com/?p=136714

Jakartakita.com – Trah keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II) hingga saat ini terus memperjuangkan agar Raja Kedua di Kesultanan Yogyakarta tersebut mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia.  “Sudah menjadi keharusan pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional bagi Hamengku Buwono II. Karena peran HB II sudah jelas dalam pembentukan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat […]

The post Selain Mengajukan Gelar Pahlawan Nasional, Keturunan HB II Juga Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – Trah keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II (HB II) hingga saat ini terus memperjuangkan agar Raja Kedua di Kesultanan Yogyakarta tersebut mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia. 

“Sudah menjadi keharusan pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional bagi Hamengku Buwono II. Karena peran HB II sudah jelas dalam pembentukan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat (Negeri Yogyakarta). Beliau juga berperan dalam perang melawan penjajah Inggris dalam Perang Sepehi atau dikenal dengan Geger Sepehi,” jelas Dr. Abdul Haris, M.Si selaku Jubir pengusulan Gelar Pahlawan HB II, Senin (29/6).

Sekadar informasi, Geger Sepehi merupakan peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta yang dilakukan oleh pasukan Inggris pada tanggal 19-20 Juni 1812 atas perintah Gubernur Jendral Raffles.

Nama Sepehi sendiri berasal dari pasukan Sepoy, orang India yang dipekerjakan oleh Inggris untuk menyerang istana.

“Tapi kisah perjuangan HB II bersama rakyatnya tidak banyak diekspos,” ujar Haris.

“Dalam peristiwa itu, HB II dan rakyat berjuang mempertahankan Kraton walaupun akhirnya pihak penjajah berhasil merampas seluruh kekayaan istana, seperti emas, termasuk ratusan manuskrip kisah budaya dan kehidupan masyarakat milik Keraton Yogyakarta. Manuskrip itu kemudian dibawa ke negara Inggris,” jelas Haris.

Ia melanjutkan, dalam Geger Sepehi itu, HB II memang berhasil ditangkap oleh pihak Inggris, tapi bukan berarti kalah.

Rakyat justru menganggap sang Raja telah berjuang secara gigih untuk melindung rakyatnya dan keberadaan Kraton Yogyakarta.

Menurut Haris, Jenderal Raffles menyerbu Kraton Yogyakarta karena sejatinya dia (Raffles) takut dengan Sri Sultan HB II.

Sang Raja tidak mau menyerahkan tahta kerajaannya dan tidak mau Yogyakarta jatuh ke tangan bangsa asing. 

“Jadi, kami para keturunan yang masih ada, hingga saat ini tidak ada salahnya mengajukan ke pemerintah agar Hamengku Buwono II diangkat sebagai Pahlawan Nasional,” katanya.

“Kami telah mengajukan permohonan mendapat gelar Pahlawan Nasional sudah sejak tahun 2006. Tapi hingga saat ini belum ada kabar dari proses itu oleh pemerintah. Pihak kementerian juga tidak memberikan kabar,” imbuh Haris.

Selain meminta pengakuan pahlawan nasional, Haris juga meminta agar pihak Negara Inggris mau mengembalikan harta rampasan yang dimiliki Kraton Yogyakarta. 

“Yang dirampas itu harta benda Kraton, pusaka Kraton, emas milik Kerajaan, manuskrip dan benda budaya lainnya. Kami meminta Pemerintah Indonesia untuk membantu mengembalikan barang- barang berharga kraton yang ada di negara Inggris,” tegas Haris selaku juru bicara dan panitia pengusulan gelar  Pahlawan Nasional HB II.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Prof. Djoko Suryo atau KRT Suryohadibroto, Guru Besar Sejarah, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta membenarkan adanya sejarah Geger Sepehi atau Perang Sepehi.

Terkait keinginan para keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II yang meminta pihak negara Inggris untuk mengembalikan rampasan perang saat itu, Prof Djoko pun mempersilakan. Namun menurutnya, tidak akan mudah.

“Untuk meminta kembali milik Kraton seperti emas, manuskrip kepada negara Inggris bukan langkah mudah. Untuk manuskrip misalnya, sudah menjadi koleksi dari perpustakaan di sana. Jadi agak sulit. Bisa saja pihak perpustakaan memiliki itu bukan melalui cara gratis. Bisa saja mereka membeli koleksi itu. Usaha pemerintahan sebelumnya juga sudah melakukan itu tapi tidak berhasil,” terang Prof. Djoko.

Sementara itu, untuk persoalan keinginan agar Sri Sultan Hamengku Buwono II diangkat menjadi Pahlawan Nasional, dia menyatakan boleh saja dilakukan.

“Silakan saja dilakukan dan ajukan permintaan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional. Tapi, lakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Sebab untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional ada tim khusus yang menilainya. Ada syarat-syarat yang diberlakukan oleh pemerintah, siapa tokoh yang berhak mendapat gelar Pahlawan Nasional,” tandas Prof. Djoko. (Edi Triyono)

The post Selain Mengajukan Gelar Pahlawan Nasional, Keturunan HB II Juga Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2020/06/30/selain-mengajukan-gelar-pahlawan-nasional-keturunan-hb-ii-juga-minta-inggris-kembalikan-harta-rampasan-geger-sepehi/feed/ 0
‘The Royal Yogya Sand Dunes Geospatial Run 2019’ Tawarkan Sensasi Lomba Lari di Gundukan Pasir https://jakartakita.com/2019/04/26/the-royal-yogya-sand-dunes-geospatial-run-2019-tawarkan-sensasi-lomba-lari-di-gundukan-pasir/ https://jakartakita.com/2019/04/26/the-royal-yogya-sand-dunes-geospatial-run-2019-tawarkan-sensasi-lomba-lari-di-gundukan-pasir/#respond Fri, 26 Apr 2019 08:15:35 +0000 http://jakartakita.com/?p=110789

Jakartakita.com – Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Keraton Yogyakarta menggelar ajang lomba lari bertajuk ‘The Royal Yogya Sand Dunes Geospatial Run 2019’. Rencananya, kegiatan acara akan berlangsung di Gumuk Pasir dan tepi Pantai Parangtritis, Yogyakarta pada tanggal 6 Oktober 2019 mendatang. Menurut Kepala BIG, Prof. Dr. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., ajang ini di […]

The post ‘The Royal Yogya Sand Dunes Geospatial Run 2019’ Tawarkan Sensasi Lomba Lari di Gundukan Pasir appeared first on Jakartakita.com.

]]>

Jakartakita.com – Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Keraton Yogyakarta menggelar ajang lomba lari bertajuk ‘The Royal Yogya Sand Dunes Geospatial Run 2019’.

Rencananya, kegiatan acara akan berlangsung di Gumuk Pasir dan tepi Pantai Parangtritis, Yogyakarta pada tanggal 6 Oktober 2019 mendatang.

Menurut Kepala BIG, Prof. Dr. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., ajang ini di gelar dalam rangka Hari Informasi Geospasial 2019 dan bertepatan dengan 50 tahun usia BIG di tahun 2019, serta sebagai langkah untuk memperkenalkan keelokan lokasi pariwisata di Indonesia.

Ia pun mengaku sangat antusias dapat segera menggelar event lari ini.

Dijelaskan, ajang ‘The Royal Yogya Sand Dunes Geospatial Run 2019’ ini menawarkan sensasi lomba lari unik pertama di Indonesia, dimana peserta bakal menjajal medan lari yang tidak biasa, yaitu berlari di gundukan pasir Pantai Parangtritis. 

Asal tahu saja, Gumuk Pasir Parangtritis merupakan satu-satunya bukit pasir yang terluas di Asia Tenggara.

Adapun area Pantai Parangtritis memiliki bukit pasir besar yang terletak di kawasan Pantai Parang Kusumo yang disebut Gumuk Pasir Parang Kusumo (Gumuk berarti Bukit; Pasir berarti Pasir).

“Fenomena alam yang unik ini pun harus dipromosikan secara luas guna menginformasikan tujuan wisata baru yang layak dikunjungi ketika berada di Yogyakarta, bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, juga untuk dapat menjaga Gumuk Pasir akan selalu ada sebagai fenomena alam yang unik,” terang Hasanuddin saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (25/4/2019). 

Olahraga lari sendiri merupakan induk dari olahraga yang ada dan kini telah bertransformasi menjadi sebuah kegiatan yang tak hanya menjanjikan kebugaran, tetapi juga sebagai wadah untuk bersosialisasi dan memberikan keseruan serta pengalaman menyenangkan lainnya.

“Tak sekedar keceriaan saja, melalui ajang lomba lari ini, kami pun ingin mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat, seimbang dan penuh semangat tinggi,” ujarnya.

Hasanuddin menambahkan, sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pemetaan seluruh wilayah Indonesia, maka ajang lomba lari ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kiprah BIG ke masyarakat.

“Kami yakin masih banyak yang tidak tahu kiprah BIG, untuk itulah kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat, bahwa kami telah hadir selama 50 tahun di Indonesia,” ungkapnya.

Asal tahu saja, ajang ini sudah mendapatkan restu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengingat Gumuk Pasir ini merupakan tanah milik Keraton Yogyakarta (Sultan Ground).

Selain itu, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, yang biasa dipanggil Kanjeng Wiro dari Keraton Yogyakarta, juga merasa antusias dapat mendukung ajang lari yang mengangkat potensi wisata di Yogyakarta ini. 

“Kami gembira dapat bekerjasama dengan BIG untuk menggelar ajang lomba lari yang merupakan kegiatan positif dengan banyak manfaat, kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Ini merupakan salah satu bagian promosi untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, khususnya untuk menikmati keindahan Pantai Parangtritis.

Harapannya, dengan diselenggarakannya ajang ‘The Royal Yogya Sand Dunes Geospatial Run 2019’ ini, dapat menjadi gerbang terbukanya potensi sosial ekonomi di bidang industri dan kepariwisataan, serta tentunya membuka potensi olahraga bagi masyarakat urban Jogjakarta,” tutur Kanjeng Wiro. 

Sebagai informasi, ajang ‘The Royal Yogya Sand Dunes Geospatial Run 2019’ merupakan Iomba lari yang menghadirkan keunikan dengan lintasan lari dengan rute 80% road aspal/semen melewati jalan raya dan jalan desa di sekitar Parangtritis, dan rute lainnya melewati pantai dan gumuk pasir dan lorong cemara dengan 3 kategori lomba yaitu 6K, 10K dan 21K.

Untuk pendaftaran, telah dibuka mulai bulan April hingga akhir bulan Agustus 2019 mendatang, yang dapat dilakukan secara online di website http://sanddunesrun.id/.

Untuk biaya pendaftarannya sebesar Rp250.000 (6K); Rp350.000 (10K) dan Rp500.000 (21 K) yang juga akan mendapatkan kaos finisher.

Pihak panitia juga memberikan harga diskon early bird sebesar 30% dengan rincian: Rp175.000 (SK); Rp245.000 (10K) dan Rp350.000 (21K). (Edi Triyono)

The post ‘The Royal Yogya Sand Dunes Geospatial Run 2019’ Tawarkan Sensasi Lomba Lari di Gundukan Pasir appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2019/04/26/the-royal-yogya-sand-dunes-geospatial-run-2019-tawarkan-sensasi-lomba-lari-di-gundukan-pasir/feed/ 0