padang golf modern Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/padang-golf-modern/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Fri, 24 Feb 2017 13:47:56 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif padang golf modern Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/padang-golf-modern/ 32 32 Indra Juara Permata Indonesian Golf Tour https://jakartakita.com/2017/02/24/indra-juara-permata-indonesian-golf-tour/ https://jakartakita.com/2017/02/24/indra-juara-permata-indonesian-golf-tour/#respond Fri, 24 Feb 2017 13:47:56 +0000 http://jakartakita.com/?p=84778

Jakartakita.com – Indra Hermawan pada akhirnya keluar sebagai juara “Permata Indonesian Golf Tour” setelah meraih kemenangan dramatis dalam putaran ketiga turnamen yang berlangsung di Padang Golf Modern, Tangerang, Banten, Jumat (24/2/2017). Indra yang awalnya diprediksikan sulit untuk menggeser George Gandranata, pimpinan leaderboard selama dua hari putaran Seri II Indonesian Golf Tour (IGT) yang berhadiah total […]

The post Indra Juara Permata Indonesian Golf Tour appeared first on Jakartakita.com.

]]>

INDRA HERMAWAN JUARA IGT SERIES 2Jakartakita.com – Indra Hermawan pada akhirnya keluar sebagai juara “Permata Indonesian Golf Tour” setelah meraih kemenangan dramatis dalam putaran ketiga turnamen yang berlangsung di Padang Golf Modern, Tangerang, Banten, Jumat (24/2/2017). Indra yang awalnya diprediksikan sulit untuk menggeser George Gandranata, pimpinan leaderboard selama dua hari putaran Seri II Indonesian Golf Tour (IGT) yang berhadiah total Rp200 juta ini, justru bisa memenangi gelar yang sudah diimpi-impikannya selama hampir 6 tahun.

Kemenangan Indra ditentukan pada hole penutup putaran ketiga hari ini setelah putting George yang bernilai par gagal masuk, sedangkan Indra berhasil membuat skor par. Hasil bogey yang dibuat George di hole 18 ini mengubah skornya yang awalnya sama-sama sembilan di bawah par (10 under) dengan Indra menjadi delapan par. “Ketika putt George (untuk par) gagal masuk, saya pun ikut sedih,” kata Indra,  yang terakhir kali memenangi gelar profesional pertamanya pada 2011.

Bagi Indra, kemenangan ini sangat mengejutkan dirinya. Ia tidak pernah berpikir untuk menang, mengingat George sedang bermain sangat luar biasa.  Indra mengawali putaran ketiga dengan skor tertinggal empat pukulan George yang mengumpulkan skor selama dua hari dengan 10 di bawah par.

Setelah sempat double bogey di hole 2, Indra sempat menebusnya dengan dua birdie di dua hole berturut-turut. Skor keduanya bertahan hingga sembilan hole pertama: George 10 under dan Indra 6 under. Hole 11 menjadi titik balik kebangkitan Indra setelah membukukan birdie di hole 11, sebaliknya George bogey. Ketika Indra bertahan dengan skor par, George malah membuat bogey di hole 13, yang keunggulan George hanya satu pukulan. Indra akhirnya menyamai perolehan skor di hole 14: 8 under. Keduanya lalu sama-sama menambah perolehan 1 under di hole 16, menjadi 9 under.

Hingga hole 18 par 5, George sebenarnya memiliki keuntungan dalam jumlah pukulan. Ketika Indra harus melakukan empat pukulan untuk memasukkan bola ke green, George justru hanya tiga pukulan. Namun, George harus menyelesaikan dengan tiga putt setelah putt pertamanya yang berjarak hampir 3 meter gagal masuk dan bola berhenti dengan jarak sekitar 25 cm ke lubang. Ini pun harus diselesaikan George dengan dua putt.  Sedangkan Indra cukup memasukkan dengan satu putt, mengamankan skor par.

“Sepanjang permainan 18 hole saya bermain bertahan. Berusaha mengambil kesempatan ketika George melakukan kesalahan. Rupanya itu justru datang di hole akhir. Yang pasti, George itu lawan yang sepadan bagi saya. Ia memang pemain ulet,” kata Indra, yang beralih pro pada 2001.

“Saya cukup surprise bisa menang hari ini. Rasanya seperti saat menang pada 2011 lalu,” tambah Indra yang bisa membawa pulang hadiah uang sebesar Rp34 juta. “Selama ini saya berusaha untuk menang. Alhamdulillah penantian ini sudah berakhir.”

Posisi ketiga ditempati Benny Kasiadi yang mengumpulkan skor total 4 di bawah par, dan pnaraeringkat keempat diduduki Rory Hie dengan 3 under.

NARAAJIE JUARA LOW AMATEURPertarungan antara Naraajie E Ramadhan dan Almay Rayhan untuk gelar pemain amatir terbaik (Low Amateur) akhirnya dimenangi Naraajie.  Memulai permainan dengan skor sama-sama lima di atas par, kedua-duanya bertahan dengan sembilan hole pertama pada putaran akhir hari ini dengan dua di atas par.

Namun, Naraajie langsung meninggalkan Almay tiga hole terakhir dengan tambahan dua birdie, sedangkan Almay hanya menambah bogey. Pegolf berusia 16 tahun itu menutup permainan hari ini dengan skor 67, dan total skor even par. Sementara, Almay mencetak skor 70, dan skor total 3 di atas par.

The post Indra Juara Permata Indonesian Golf Tour appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2017/02/24/indra-juara-permata-indonesian-golf-tour/feed/ 0
George Masih Puncaki Permata Indonesian Golf Tour https://jakartakita.com/2017/02/23/george-masih-puncaki-permata-indonesian-golf-tour/ https://jakartakita.com/2017/02/23/george-masih-puncaki-permata-indonesian-golf-tour/#respond Thu, 23 Feb 2017 13:46:57 +0000 http://jakartakita.com/?p=84739

Jakartakita.com – Hujan deras sempat mewarnai akhir putaran kedua Permata Indonesian Golf Tour yang berlangsung di Padang Golf Modern, Tangerang, Banten, Kamis (23/2/2017). Satu grup terakhir yang tinggal memainkan satu hole lagi sempat mengalami penundaan selama hampir 40 menit. Namun, penyelenggaraan hari kedua Seri II Indonesian Golf Tour (IGT) ini akhirnya bisa diselesaikan. Putaran penentuan […]

The post George Masih Puncaki Permata Indonesian Golf Tour appeared first on Jakartakita.com.

]]>

GEORGE GANDRANATAJakartakita.com – Hujan deras sempat mewarnai akhir putaran kedua Permata Indonesian Golf Tour yang berlangsung di Padang Golf Modern, Tangerang, Banten, Kamis (23/2/2017).

Satu grup terakhir yang tinggal memainkan satu hole lagi sempat mengalami penundaan selama hampir 40 menit. Namun, penyelenggaraan hari kedua Seri II Indonesian Golf Tour (IGT) ini akhirnya bisa diselesaikan. Putaran penentuan pada hari ini telah menetapkan 452 pegolf yang dapat melanjutkan permainan mereka ke putaran terakhir Jumat besok dengan batas cut adalah delapan di atas par. Dua di antara para pegolf yang lolos cut adalah para pemain amatir.

Puncak leaderboard masih tetap dikuasai George Gandranata. Pegolf berusia 30 tahun ini tampil sangat luar biasa dengan membukukan skor tujuh di bawah par (65), skor terendah yang dibukukan selama dua hari pergelaran Permata IGT ini. Atas hasil hari ini, juara IGT Seri II 2014 ini makin kukuh dengan skor total 10 di bawah par (134). Ia pun memperbesar peluang untuk menjadi juara untuk kedua kalinya di IGT Modern dengan keunggulan empat pukulan dari Indra Hermawan yang membayanginya di posisi kedua.

“Permainan iron dan putting saya hari ini sangat bagus. Jika putting saya bagus, hasilnya bisa under. Ini seperti yang saya alami ketika main di Malaysia (Asian Development Tour) minggu lulu. Namun, iron saya juga mendukung keberhasilan saya bisa membuat skor hari ini. Awal-awal iron saya ke kiri dan kanan, tetapi kemudian bisa lurus,” kata George, yang lagi-lagi membukukan tujuh birdie tanpa bogey satu pun.

Skor 10 di bawah par ini pernah mengantarkan George ke tangga juara IGT pada 2014 lalu. Kini, skor tersebut sudah diukir George usai menyelesaikan putaran kedua. Ia masih berpeluang menambah skor di bawah pada esok hari, dan memecahkan rekor 10 di bawah par yang dibukukan para juara IGT ketika menang di Padang Golf Modern. Namun, George tidak mau mendahului kemungkinan bakal menjuarai IGT kali ini.

“Masih ada 18 hole lagi. It’s still a long day, still a long way to go. Banyak hal bisa terjadi besok. Saya nggak may memikirkan itu. Yang pasti besok saya tetap menerapkan strategi yang sama,” jelas George.

INDRA HERMAWANIndra yang masih dalam kondisi kurang fit hari ini masih belum mau menyerah. Ia tetap optimistis bisa mengejar ketertinggalan dengan penguasa leaderboard Permata IGT. Membukukan skor yang sama (69) dengan hari sebelumnya, Indra mengumpulkan skor enam di bawah par (138).

“Hari ini saya bermain lebih enak dibanding kemarin. Besok saya tetap berupaya main seperti dua hari ini,” kata Indra, yang membukukan empat birdie melawan satu bogey. Setelah mencatat even par di sembilan hole pertama dengan satu birdie dan satu bogey, Indra yang mulai bermain dari hole 10 justru mengoleksi tambahan 3 under di sembilan kedua.

Tiga pegolf di belakang Indra masih berpeluang untuk menggeser Indra di putarak ketiga besok. Mereka adalah Rory Hie (lima di bawah par), Adrian Halimi (empat di bawah par)

Sementara itu, Naraajie E Ramadhan dan Almay Rayhan masih melanjutkan pertarungan sengit untuk meraih gelar pemain amatir terbaik (Low Amateur). Ketika Almay yang baru menyelesaikan permainan pada jadwal pagi dengan skor lima di bawah par, Naraajie yang bermain di jadwal siang memiliki peluang untuk meninggalkan Almay.

Sempat meninggalkan Almay dengan keunggulan empat pukulan dengan skor sementara satu di bawh par, Naraajie justru membuang peluang untuk menambah keunggulan. Ia menutup tiga hole terakhir dengan dua bogey dan satu double bogey.

“Saya melakukan kesalahan pukulan saat tee off di tiga hole terakhir. Di dua hole, bola masuk rough dan di hole 18 masuk bunker,” jelas Naraajie.

Naraajie E. PutraNamun, pegolf berusia 16 tahun ini mengakui permainannya lebih bagus hari ini, kecuali kesalahan di 3 hole terakhir. Karena itu, ia tetap yakin bisa memenangi gelar terhormat untuk amatir ini.

Keyakinan ini didukung dengan keberhasilannya meraih low amateur di IGT Modern pada 2015. “Waktu saya menang dengan skor 2 di atas par,” pungkas Naraajie.

The post George Masih Puncaki Permata Indonesian Golf Tour appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2017/02/23/george-masih-puncaki-permata-indonesian-golf-tour/feed/ 0
George dan Indra Rajai Putaran Pertama Permata Indonesian Golf Tour https://jakartakita.com/2017/02/22/84714/ https://jakartakita.com/2017/02/22/84714/#respond Wed, 22 Feb 2017 15:09:52 +0000 http://jakartakita.com/?p=84714

Jakartakita.com – Perhelatan “Permata Indonesian Golf Tour” menyelesaikan putaran pertama pada Rabu (22/2/2017) ini di Padang Golf Modern, Tangerang, Banten. Namun, pertarungan ketat di puncak leaderboard Indonesian Golf Tour Seri II sudah dimulai. Diikuti 105 pegolf, dan 18 di antaranya adalah pegolf amatir, George Gandranata dan Indra Hermawan mulai tancap gas. Menyelesaikan 18 hole di […]

The post George dan Indra Rajai Putaran Pertama Permata Indonesian Golf Tour appeared first on Jakartakita.com.

]]>

GeorgeJakartakita.com – Perhelatan “Permata Indonesian Golf Tour” menyelesaikan putaran pertama pada Rabu (22/2/2017) ini di Padang Golf Modern, Tangerang, Banten. Namun, pertarungan ketat di puncak leaderboard Indonesian Golf Tour Seri II sudah dimulai.

Diikuti 105 pegolf, dan 18 di antaranya adalah pegolf amatir, George Gandranata dan Indra Hermawan mulai tancap gas. Menyelesaikan 18 hole di hari pertama, keduanya langsung bertengger di puncak dengan skor 3 di bawah par (69).

Indra yang memulai pertandingan di hole 1 sempat terlebih dahulu memimpin di posisi tertinggi setelah birdie di hole 15 menempatkan Indra sebagai pegolf yang membukukan skor terendah pada hari ini (3 di bawah par). Namun, posisi Indra hanya bertahan sebentar. George yang bertanding dari hole 10 berbagi tempat dengan Indra di puncak setelah mencetak skor yang sama.

Indonesian Golf Tour II 2017Bagi Indra, hasil ini di luar dugaan pegolf berusia 36 tahun ini karena ia mengakui sedang dalam kondisi yang kurang fit. “Saya nggak percaya diri karena hari ini kondisi badan sedang tidak enak Namun, ketika hole 1 (par 5), saya bisa 2 on the green (mencapai green). Lalu, putt saya dari jarak 3-4 meter bisa masuk. Eagle. Hole berikutnya saya bisa birdie. Ya bertahan deh. Berusaha main aman saja,” kata Indra, yang membukukan skor terendah 4 di bawah par dari semua turnamen profesional di Modern.

Sebaliknya, George tampil dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Membukukan tiga birdie tanpa satu bogey, pegolf yang berusia 30 tahun itu mengakui telah menerapkan strategi permainan yang biasa dilakukannya di Padang Golf Modern ini.

“Saya fokus hole by hole saja. Saya sering bermain di sini, dan sudah paham bagaimana lapangan di sini. Yang terpenting adalah pukulan saya hari ini sesuai dengan apa yang saya harapkan,” kata George, pegolf terbaik 2014.

“Namun, terlalu pagi untuk berbicara peluang juara karena masih ada 36 hole yang akan dimainkan. Yang pasti, saya akan tetap mengulang gaya permainan saya hari ini: menyerang.”

Keunggulan George dan Indra memang masih terlalu dini. Keduanya hanya unggul satu pukulan dari Benita Kasiadi dan Adrian Halimi yang sama-sama membuat skor 70 (2 di bawah par) dan berada di T3. Ditambah lagi, lima pegolf lainnya, Fajar Winnuryanto, Asep Caprie, N. Supriyatna, Rory Hie, dan I Ketut Sugiarta, yang hanya tertinggal dua pukulan dari George dan Indra.

“Ball striking saya bagus hari ini. Mudah-mudahan momentum ini bisa terus bertahan hingga hari terakhir. Untuk besok, saya optimistis bisa meraih hasil positif lagi,” kata Adrian.

Pertarungan sengit tidak hanya terjadi di arena profesional. Persaingan ketat untuk memenangi Low Amateur pun terjadi antara Naraajie E Ramadhan dan Almay Rayhan yang sama-sama mencetak skor dua di atas par (74). Dua pegolf amatir yang memiliki bakat di atas rata-rata ini tercatat sebagai atlet-atlet golf yang banyak berkiprah di kancah amatir nasional dan internasional.

Almay RayhanNaraajie pernah meraih Low Amateur di Combiphar Golf Invitational, turnamen Asian Development Tour, pada November 2016, sedangkan Almay menyabet gelar Low Amateur pada Top Skor Golf Invitational, IGT Seri 1 di Matoa Golf Nasional.

Kini, keduanya akan bersaing siapa yang menjadi amatir terbaik di Seri II ini? Namun, Yang Hee Jun, amatir asal Korea, berpeluang mengambil alih posisi calon Low Amateur. Ia hanya tertinggal satu pukulan dari Naraajie dan Almay.

The post George dan Indra Rajai Putaran Pertama Permata Indonesian Golf Tour appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2017/02/22/84714/feed/ 0
Ian Andrew Juara IGT 2016 Seri II https://jakartakita.com/2016/04/01/ian-andrew-juara-igt-2016-seri-ii/ https://jakartakita.com/2016/04/01/ian-andrew-juara-igt-2016-seri-ii/#respond Fri, 01 Apr 2016 00:00:30 +0000 http://jakartakita.com/?p=67151

Jakartakita.com – Luar biasa. Demikian kata yang tepat untuk menyebutkan permainan yang ditunjukkan para pegolf di grup-grup terakhir, khususnya Ian Andrew dan I Ketut Sugiarta, dalam hari terakhir penyelenggaraan Indonesian Golf Tour (IGT) 2016 Seri II yang berlangsung di Padang Golf Modern, Tangerang, Banten, Kamis (31/3/2016). Ian, salah satu pegolf yang paling bersinar di IGT […]

The post Ian Andrew Juara IGT 2016 Seri II appeared first on Jakartakita.com.

]]>

IGT-II-MODERN - IAN ANDREW-2Jakartakita.com – Luar biasa. Demikian kata yang tepat untuk menyebutkan permainan yang ditunjukkan para pegolf di grup-grup terakhir, khususnya Ian Andrew dan I Ketut Sugiarta, dalam hari terakhir penyelenggaraan Indonesian Golf Tour (IGT) 2016 Seri II yang berlangsung di Padang Golf Modern, Tangerang, Banten, Kamis (31/3/2016).

Ian, salah satu pegolf yang paling bersinar di IGT 2015, mampu mengejar selisih 3 pukulan, dan bahkan membalikkan keadaan sehingga memimpin leaderboard di putaran akhir. Titik balik kemenangan Ian terjadi di hole 5 par 5. Bola pukulan ketiga Ian yang awalnya dianggap hilang ternyata masuk lubang (hole).

Tiga under langsung diukirnya setelah birdie di hole 2. Skor tersebut bertambah dengan 3 birdie di hole 8, 10 dan 13. Pegolf berusia 24 tahun ini menutup permainannya dengan skor 65 (7 di bawah par), dan skor total 206 (10 di atas par). Ian harus menunggu I Ketut Sugiarta yang masih menyisakan 1 hole lagi.

I Ketut sebenarnya berpeluang untuk memaksakan playoff. Dengan skor total 9 di bawah par, Ketut tinggal membukukan skor birdie. Sayang, peluang itu terbuang percuma. Pegolf asal Bali berusia 41 tahun hanya mampu membuat par setelah birdie dari jarak 7 meter gagal dimasukkan, dan harus puas di posisi kedua.

“Saya sudah mencoba yang terbaik. Target saya tercapai untuk masuk lima besar,” kata pegolf tuan rumah.

Bagi Ian, keberhasilan ini mengulang suksesnya di seri dan tempat yang sama. Ini merupakan comeback-nya setelah terkena gejala demam berdarah selama 2 minggu.

“Awalnya saya ingin bermain di turnamen ADT di Taiwan. Namun, karena kena gejala Demam Berdarah, saya harus istirahat di rumah selama dua minggu. Ketika saya merasa lebih baik, saya memutuskan untuk mengikuti turnamen IGT,” jelas juara Grand Final IGT 2015.

Ian sendiri masih berkeyakinan bisa mengejar ketertinggalan tiga pukulan dari Jordan Irawan, penguasa leaderboard sebelumnya. Selain terbantu kondisi angin kencang  yang biasa dihadapinya di Bali, motivasi terbesar Ian sehingga bisa mempertahankan gelar adalah George Gandranata

“Kemenangan George (Gandranata) di PGM kemarin membuat saya termotivasi ingin menang juga di ADT. Itu juga menjadi bukti bahwa IGT membuahkan hasil,” kata Ian yang tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para sponsor: OB GOLF dan Ancora Sports serta PGA Tour of Indonesia. Ian membawa pulang hadiah Rp 34 juta, dari total hadiah Rp 200 juta untuk Seri II.

Sementara, Jordan yang awalnya sempat diprediksikan beberapa orang melanjutkan tradisi juara setelah menang Seri I IGT 2016 turun ke peringkat tiga dengan skor total 5 di bawah par. “Ia belum bisa mengontrol emosinya, padahal dari sisi permainan ia sudah tidak masalah,” kata James Irawan, ayah Jordan.

Meski tidak berhasil memenangi IGT Seri II, Ketut Sugiarta bisa berbangga dengan keberhasilan putranya, Kadek Adi Aksama Putra, yang memenangi gelar Low Amateur. Permainan apik remaja berusia 16 tahun itu mengantarkannya ke tangga juara khusus amatir. Siswa kelas 10 itu membukukan skor 71 (satu di bawah par) dengan total 219 (3 di atas par).

Hasil tersebut tidak dapat dikejar para pegolf amatir lainnya yang umumnya mengalami anjlok dlam permainan hari ini. Menurut Ketut, prestasi Kadek merupakan hasil latihan kerasnya sejak memulai golf dari usia 12 tahun.

“Saya senang dan bangga terhadap anak saya. Setiap pulang sekolah jam 3 saya ajak Kadek untuk datang ke Padang Golf Modern dan berlatih bersama saya. Saya sendiri yang mengajar Kadek. Setelah latihan kita pulang bersama,” jelas Ketut.

Di divisi putri, Nadya menjadi low amateur. Hasil ini tentu saja menjadi tambahan pengalaman bagi remaja asal Bandung ini.

“Saya mendapatkan pengalaman yang banyak dari IGT. Ke depannya saya ingin berpartisipasi di turnamen-turnamen IGT. Main di sini, atmosfernya benar-benar berbeda. Begini rasanya turnamen profesional itu ya? Namun, target saya belum tercapai di turnamen kali ini, yaitu mengubah skor over saya menjadi under,” kata Nadya.

The post Ian Andrew Juara IGT 2016 Seri II appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2016/04/01/ian-andrew-juara-igt-2016-seri-ii/feed/ 0
Seri Kedua IGT 2016 Digelar 29-31 Maret https://jakartakita.com/2016/03/28/seri-kedua-igt-2016-digelar-29-31-maret/ https://jakartakita.com/2016/03/28/seri-kedua-igt-2016-digelar-29-31-maret/#respond Mon, 28 Mar 2016 10:50:52 +0000 http://jakartakita.com/?p=66778

Jakartakita.com – Perhelatan Indonesian Golf Tour co-presented by OB Golf & Ancora Sports akan kembali bergulir. Seri kedua dari sirkuit golf profesional nasional akan berlangsung pada 29-31 Maret 2016 di Padang Golf Modern. Setelah Seri I yang berlangsung sukses dan telah menghadirkan juara baru, Seri II ini dipastikan akan semakin yang menarik untuk diikuti. Kemenangan […]

The post Seri Kedua IGT 2016 Digelar 29-31 Maret appeared first on Jakartakita.com.

]]>
IGT - George Gandranata
foto : istimewa

Jakartakita.com – Perhelatan Indonesian Golf Tour co-presented by OB Golf & Ancora Sports akan kembali bergulir. Seri kedua dari sirkuit golf profesional nasional akan berlangsung pada 29-31 Maret 2016 di Padang Golf Modern.

Setelah Seri I yang berlangsung sukses dan telah menghadirkan juara baru, Seri II ini dipastikan akan semakin yang menarik untuk diikuti. Kemenangan Jordan Surya Irawan, juara Seri I, telah memunculkan pandangan baru: siapa pun bisa menjadi juara dalam IGT.

Karena itu, Jordan makin bersemangat untuk tetap mengikuti seri sirkuit golf profesional nasional. Meski tidak ada persiapan khusus, kecuali latihan normal dan mencoba lapangan yang menjadi venue, Jordan tetap fokus untuk mengukir karier lagi di Modern. Ia mengakui bahwa pergelaran IGT sangat membantu para profesional Indonesia dalam meningkatkan pengalaman bermain, dan juga mengasah skill bermain. Ini pun diakui dan dirasakan para pegolf profesional maupun amatir lainnya.

Seri II Indonesian Golf Tour co-presented by OB Golf & Ancora Sports musim 2016 akan menjadi arena bagi Ian Andrew dalam upaya untuk mempertahankan gelar. Sayang, Ia tidak berada dalam kondisi terbaiknya. “Saya baru sembuh dari gejala tipus seminggu lalu,” katanya pada 25 Maret lalu. Meski demikian, Ian yang menang di Modern dengan keunggulan dua pukulan atas Kurnia Herisiandy dan George Gandranata itu akan bermain dengan kemampuan terbaiknya.

Selain mengakomodasi para pegolf profesional, IGT pun menghadirkan para pegolf amatir yang ingin menjajal kemampuan dalam event profesional. Sebanyak 45 pegolf amatir telah menyatakan keikutsertaannya dalam event ini, tiga diantaranya adalah pegolf amatir wanita.

Setelah sukses berlangsung hingga musim ketiga, IGT telah menjadi magnet bagi para pegolf nasional. Seri-seri dari turnamen golf nasional ini menjadi event yang ditunggu-ditunggu. Keberhasilan turnamen ini setidaknya telah memenuhi harapan pendiri IGT, Jimmy Masrin.

“Kami ingin mengenalkan dan mengaplikasikan IGT sebagai sebuah framework dalam mengelola turnamen yang kompetitif dan berkepanjangan. Ini akan mendongkrak performa para dan skill para pemain, dan juga menarik banyak orang untuk turut ‘berpartisipasi’ dalam kompetisi golf di negara ini,” jelas Jimmy, yang juga Ketua Asian Tour, organisasi internasional yang mengelola kompetisi golf di benua Asia.

IGT telah membuka jalan baru bagi para pegolf Indonesia untuk berkarier di dunia internasional. Musim ini tujuh pegolf Indonesia sedang mengukir karier di dunia internasional.

George Gandranata, salah satu dari tujuh pegolf Indonesia tersebut, bahkan telah sukses mencetak gelar internasional pertamanya di PGM LADA Langkawi Championship pada Sabtu, 26 Maret, di  Gunung Raya Golf Resorts, Malaysia. PGM LADA Langkawi Championship adalah salah satu turnamen dalam kalender 2016 Asian Development Tour. George yang kini berusia 30 tahun menjadi pegolf Indonesia pertama yang memenangi turnamen ADT.

“Kami cukup puas dengan level performa para muda Indonesiaa. Saat ini kita memiliki beberapa pegolf yang berkompetisi di beberapa turnamen internasional seperti Asian Tour dan Asian Development Tour. Ada Rory Hie, George Gandranata, Ian Andrew, Danny Masrin, Jordan, dan beberapa lainnya. Selain mampu bersaing dengan para pegolf dari negara-negara lain, mereka pun bisa mencetak skor lebih rendah,” tambah Jimmy.

The post Seri Kedua IGT 2016 Digelar 29-31 Maret appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2016/03/28/seri-kedua-igt-2016-digelar-29-31-maret/feed/ 0