panas bumi Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/panas-bumi/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Thu, 09 Jul 2026 11:29:17 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif panas bumi Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/panas-bumi/ 32 32 PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi PLTP Lumut Balai Unit 3, Tambah Pasokan Energi Bersih Nasional https://jakartakita.com/2026/07/09/pge-pengeboran-pltp-lumut-balai-unit-3/ https://jakartakita.com/2026/07/09/pge-pengeboran-pltp-lumut-balai-unit-3/#respond Thu, 09 Jul 2026 11:29:15 +0000 https://jakartakita.com/?p=167243

Pertamina Geothermal Energy memulai pengeboran sumur eksplorasi PLTP Lumut Balai Unit 3 di Muara Enim. Proyek ini ditargetkan beroperasi pada 2030 dengan tambahan kapasitas 55 MW.

The post PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi PLTP Lumut Balai Unit 3, Tambah Pasokan Energi Bersih Nasional appeared first on Jakartakita.com.

]]>

Jakartakita.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) resmi memulai pengeboran (spud-in) sumur eksplorasi pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (8/7/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi panas bumi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.


Pengeboran perdana dilakukan di sumur LMB 19-3 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, dengan target kedalaman 2.500 meter dan diperkirakan selesai dalam 44 hari. Seluruh proses dilaksanakan sesuai standar teknis, operasional, serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).


Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pengembangan Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan pasokan listrik bersih yang stabil untuk mendukung kebutuhan energi masa depan.


“Panas bumi merupakan sumber energi baseload yang mampu menyediakan listrik bersih secara andal. Proyek Lumut Balai Unit 3 menjadi langkah nyata kami dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan kelanjutan dari proyek panas bumi PGE di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai.

Sebelumnya, PGE telah mengoperasikan Unit 1 pada 2019 dan Unit 2 pada 2025 dengan total kapasitas 2×55 MW.


Unit 3 ditargetkan mulai beroperasi pada 2030 dan akan menambah kapasitas listrik bersih sebesar 55 MW untuk memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera Selatan.


Proyek ini juga telah masuk dalam Green Book 2026 Kementerian PPN/Bappenas sehingga membuka peluang pendanaan luar negeri senilai US$158,86 juta untuk Unit 3 dan US$148,97 juta untuk pengembangan Unit 4.


Saat ini PGE mengelola kapasitas panas bumi terpasang sebesar 727 MW di enam wilayah operasi. Selain Lumut Balai Unit 3 dan 4, perusahaan juga mengembangkan PLTP Lahendong Unit 7 dan 8, Hululais Unit 1 dan 2, eksplorasi Gunung Tiga, serta proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power.


Melalui ekspansi tersebut, PGE menargetkan pengembangan potensi panas bumi hingga 3 gigawatt (GW) sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi bersih dan target Net Zero Emission 2060. (Risma)

The post PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi PLTP Lumut Balai Unit 3, Tambah Pasokan Energi Bersih Nasional appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2026/07/09/pge-pengeboran-pltp-lumut-balai-unit-3/feed/ 0
PGE Kamojang Kenalkan Kopi Canaya, Bukti Energi Panas Bumi Tingkatkan Nilai Kopi Lokal https://jakartakita.com/2026/07/01/pge-kenalkan-kopi-canaya-inovasi-panas-bumi-tingkatkan-nilai-kopi-lokal/ https://jakartakita.com/2026/07/01/pge-kenalkan-kopi-canaya-inovasi-panas-bumi-tingkatkan-nilai-kopi-lokal/#respond Wed, 01 Jul 2026 06:41:25 +0000 https://jakartakita.com/?p=166990

PGE memperkenalkan Kopi Canaya hasil inovasi Geothermal Coffee Process yang memanfaatkan energi panas bumi untuk meningkatkan kualitas kopi lokal dan kesejahteraan petani Kamojang.

The post PGE Kamojang Kenalkan Kopi Canaya, Bukti Energi Panas Bumi Tingkatkan Nilai Kopi Lokal appeared first on Jakartakita.com.

]]>

Jakartakita.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperkenalkan Canaya, kopi hasil binaan Koperasi Pemasaran Bersama Kanyaah Kamojang (KOPBASHKA), dalam peresmian RECHARGE – Green Brew Space yang digelar Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM di Jakarta.


Canaya menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi panas bumi tidak hanya untuk menghasilkan listrik, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui konsep direct use geothermal atau pemanfaatan langsung energi panas bumi.


Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan inovasi Geothermal Coffee Process (GCP) merupakan komitmen perusahaan dalam memanfaatkan energi panas bumi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan daya saing produk lokal.


“Melalui Geothermal Coffee Process, kami ingin menunjukkan bahwa energi panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Inovasi ini membuktikan bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.


Canaya diproduksi menggunakan Geothermal Dry House, fasilitas pengering kopi berbasis panas bumi pertama di Indonesia. Teknologi ini memanfaatkan panas dari pembangkit listrik Kamojang melalui sistem heat exchanger, sehingga proses pengeringan biji kopi yang sebelumnya membutuhkan 30–40 hari dapat dipersingkat menjadi hanya 3–10 hari.


General Manager PGE Area Kamojang, A. Novi Purwono, menjelaskan sistem tersebut menjaga suhu dan kelembapan secara stabil selama 24 jam sehingga menghasilkan biji kopi dengan kualitas lebih baik, minim cacat rasa, serta mempertahankan karakter manis dan keasaman khas Arabika Kamojang.


Program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi petani. Dengan efisiensi proses produksi, koperasi mampu menaikkan harga beli ceri kopi menjadi Rp17.000–Rp18.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding sebelumnya sekitar Rp16.000 per kilogram.


Saat ini lebih dari 300 petani kopi di kawasan Kamojang telah merasakan manfaat program tersebut. Bahkan, kopi Canaya telah dipasarkan hingga Jerman dan Jepang, menunjukkan daya saing kopi lokal Indonesia di pasar internasional.


Selain meningkatkan kesejahteraan petani, inovasi ini juga mendukung upaya dekarbonisasi karena mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam proses pengeringan kopi. Atas inovasi tersebut, PGE Area Kamojang sebelumnya meraih ASEAN Renewable Energy Project Awards 2024.


Melalui kehadiran Canaya di RECHARGE – Green Brew Space, PGE berharap semakin banyak masyarakat mengenal manfaat energi panas bumi yang tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga mampu mendorong ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. (Risma)


Foto: PGE

The post PGE Kamojang Kenalkan Kopi Canaya, Bukti Energi Panas Bumi Tingkatkan Nilai Kopi Lokal appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2026/07/01/pge-kenalkan-kopi-canaya-inovasi-panas-bumi-tingkatkan-nilai-kopi-lokal/feed/ 0
100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGE Ubah Energi Bumi Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Kopi Kamojang https://jakartakita.com/2026/06/28/100-tahun-panas-bumi-indonesia-pge-kopi-kamojang/ https://jakartakita.com/2026/06/28/100-tahun-panas-bumi-indonesia-pge-kopi-kamojang/#comments Sun, 28 Jun 2026 13:10:17 +0000 https://jakartakita.com/?p=166836

PT Pertamina Geothermal Energy memanfaatkan panas bumi Kamojang untuk mengeringkan kopi Arabika berkualitas ekspor. Inovasi ini menjadi bagian dari peringatan 100 Tahun Panas Bumi Indonesia sekaligus mendorong ekonomi masyarakat.

The post 100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGE Ubah Energi Bumi Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Kopi Kamojang appeared first on Jakartakita.com.

]]>

Jakartakita.com – Jakartakita.com – Memperingati 100 tahun panas bumi Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan energi bersih yang tidak hanya menghasilkan listrik ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.


Komitmen tersebut ditunjukkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di kawasan Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang merupakan lokasi pertama eksplorasi panas bumi di Indonesia sejak 1926. Dalam kunjungan PT Pertamina (Persero) bersama media ke PGE Area Kamojang, Jumat (26/6/2026), peserta diajak melihat langsung bagaimana energi panas bumi dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, hingga pelestarian lingkungan.


Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan Kamojang memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perjalanan pengembangan energi panas bumi nasional.


“Seratus tahun lalu, potensi panas bumi Indonesia pertama kali ditemukan di Kamojang. Hari ini, kita melihat bagaimana sejarah tersebut berkembang tidak hanya menjadi sumber energi bersih yang andal, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.


Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan PGE adalah Geothermal Dry House, teknologi yang memanfaatkan panas dari steam trap panas bumi sebagai sumber energi untuk mengeringkan biji kopi.


Kamojang sendiri berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi Arabika berkualitas. Sebelum teknologi ini diterapkan, proses pengeringan kopi membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 hari dan sangat bergantung pada cuaca.


Kini, dengan memanfaatkan panas bumi, proses tersebut dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga hingga sepuluh hari. Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi hingga 300 persen sekaligus menghasilkan biji kopi yang lebih higienis, matang merata, dan memiliki kualitas yang lebih konsisten.


Corporate Secretary PGE, Muhammad Taufik, mengatakan pemanfaatan langsung panas bumi melalui Geothermal Dry House menjadi bukti bahwa energi panas bumi memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding hanya sebagai pembangkit listrik.


“Seratus tahun perjalanan panas bumi di Indonesia menunjukkan bahwa energi ini merupakan sumber daya yang berkelanjutan dan berasal dari potensi asli Indonesia. Melalui inovasi seperti Geothermal Dry House, kami ingin memperlihatkan bahwa panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.


Saat ini PGE telah bermitra dengan tiga kelompok tani, yaitu Ecovill, Akkar, dan Penyoeka Kopi. Program tersebut telah memberdayakan sekitar 320 keluarga petani kopi di sekitar wilayah Kamojang.


Hasilnya pun mulai terlihat. Kopi Kamojang kini berhasil menembus pasar internasional dengan total ekspor mencapai 20 ton ke berbagai negara di Asia dan Eropa. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi panas bumi mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani.


Selain mendukung sektor kopi, PGE juga mengembangkan program KANYAAH (Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal). Program ini mencakup berbagai inisiatif pemanfaatan panas bumi secara langsung, mulai dari Geothermal Fishery untuk budidaya perikanan, Geothermal Farming untuk sektor pertanian, Geothermal Food untuk pengolahan hasil panen, hingga GeO-Fert yang memproduksi pupuk organik ramah lingkungan.


Di bidang lingkungan, PGE turut menjalankan berbagai program konservasi, salah satunya melalui Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK). Berkat konsistensinya dalam menjalankan program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PGE Area Kamojang menjadi satu-satunya unit panas bumi di Indonesia yang berhasil meraih 15 penghargaan PROPER Emas secara berturut-turut.


Berbagai program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 15 ribu penerima manfaat di sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dari sisi energi, PGE saat ini mengelola lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas total 235 megawatt (MW). Secara keseluruhan, PGE mengoperasikan kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari total 1.932 MW yang dikelolanya di berbagai wilayah kerja panas bumi di Indonesia.


PLTP Kamojang mampu memasok listrik bersih bagi lebih dari 260 ribu rumah tangga setiap hari tanpa bergantung pada kondisi cuaca maupun bahan bakar fosil. Hingga September 2025, pembangkit ini menghasilkan listrik sebesar 1.326 gigawatt hour (GWh) dan berkontribusi mengurangi emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO₂ per tahun, sejalan dengan target Indonesia mencapai Net Zero Emission 2060.


Melalui berbagai inovasi tersebut, PGE ingin membuktikan bahwa panas bumi bukan hanya menjadi sumber energi bersih, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (Risma)

The post 100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGE Ubah Energi Bumi Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Kopi Kamojang appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2026/06/28/100-tahun-panas-bumi-indonesia-pge-kopi-kamojang/feed/ 1
Aplikasi Geothermal Bikinan Mahasiswa Universitas Pertamina Raih Juara Pertama ‘Halliburton AI/ML Innovation Challenge’ https://jakartakita.com/2022/08/29/aplikasi-geothermal-bikinan-mahasiswa-universitas-pertamina-raih-juara-pertama-halliburton-ai-ml-innovation-challenge/ https://jakartakita.com/2022/08/29/aplikasi-geothermal-bikinan-mahasiswa-universitas-pertamina-raih-juara-pertama-halliburton-ai-ml-innovation-challenge/#respond Mon, 29 Aug 2022 04:03:53 +0000 https://jakartakita.com/?p=150947

Jakartakita.com – Satu lagi karya mahasiswa Indonesia berjaya di kompetisi global. Kali ini, inovasi mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) berhasil merebut juara pertama di ajang internasional ‘Halliburton AI/ML Innovation Challenge’, pada tanggal 25-26 Agustus 2022 lalu. Berhadapan dengan finalis dari ITB, Universiti Teknologi Petronas (Malaysia), Dibrugarh University (India), China University of Petroleum (China), dan Akita University […]

The post Aplikasi Geothermal Bikinan Mahasiswa Universitas Pertamina Raih Juara Pertama ‘Halliburton AI/ML Innovation Challenge’ appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : dok. UPER

Jakartakita.com – Satu lagi karya mahasiswa Indonesia berjaya di kompetisi global.

Kali ini, inovasi mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) berhasil merebut juara pertama di ajang internasional ‘Halliburton AI/ML Innovation Challenge’, pada tanggal 25-26 Agustus 2022 lalu.

Berhadapan dengan finalis dari ITB, Universiti Teknologi Petronas (Malaysia), Dibrugarh University (India), China University of Petroleum (China), dan Akita University (Japan), Tim UPER berhasil mengungguli tim dari program magister Dibrugarh University, India, yang meraih gelar 1st Runner Up; dan tim dari program magister Universiti Teknologi Petronas, Malaysia, yang berada di  posisi 2nd Runner Up.

Adalah Mochammad Naufal Septifiandi dan Firman Cahya Putra Adistia, dua mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina (UPER), yang memiliki ketertarikan pada penelitian dan pengembangan potensi panas bumi.

Melalui pemanfaatan machine learning (ML), keduanya berhasil menciptakan aplikasi berbasis website untuk mencari zona prospek potensi eksplorasi panas bumi yang user-friendly, akurat dan efisien.

“Aplikasi yang kami beri nama The Dimensionless ini, membantu para pengguna menentukan lokasi yang memungkinkan untuk mengembangkan energi panas bumi dengan cepat, akurat, dan efisien. Melalui pemanfaatan Machine Learning (ML) yang kami integrasikan dalam aplikasi, diharapkan tingkat ketidakpastian dalam eksplorasi Energi Baru Terbarukan (EBT) dapat menurun,” ungkap Firman seperti dilansir dalam keterangan pers, Minggu (28/8).

Aplikasi tersebut, lanjut Firman, memiliki fitur Graphical User Interface (GUI) yang memudahkan praktisi migas mengoperasikan program.

“Bahkan, bagi mereka yang tidak mengerti bahasa pemograman sekalipun, aplikasi akan sangat mudah digunakan. Disamping itu, kami juga menambahkan fitur unduh data maupun laporan yang dapat digunakan untuk analisa lanjutan,” imbuh Firman.

Lebih lanjut Firman mengungkapkan, pengguna aplikasi hanya perlu memasukkan data yang akan digunakan untuk memprediksi zona geothermal. “Misalnya data geologi, geokimia, dan suhu. Aplikasi kemudian akan memproses data tersebut menggunakan machine learning. Hasilnya berupa pembagian zona beserta rangking dari potensi geothermal yang ditampilkan dalam bentuk titik clustering. Interprestasi ini tentunya akan divalidasi dengan data riil hasil pengukuran lapangan,” tutur Firman.

Sedangkan Naufal, anggota tim lain menambahkan, industri energi memiliki data yang jumlahnya sangat banyak. Sehingga, dalam penghitungannya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Di sisi lain, lanjutnya, perkembangan teknologi komputasi, seperti kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan machine learning (ML), saat ini semakin pesat. Ditambah, kehadiran cloud computing yang memberikan kebebasan kepada engineer untuk melakukan kegiatan eksplorasi tanpa terbatas ruang dan waktu.

Naufal juga berharap, inovasi ini dapat dikembangkan ke tahap yang lebih jauh, khususnya pada pengembangan server dan penghitungan biaya.

Sehingga, aplikasi dapat digunakan oleh perusahaan maupun pemerintah yang ingin melakukan eksplorasi di bidang geothermal.

Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi studi literatur bagi pihak terkait di bidang eksplorasi geothermal.

“Menurut saya, Indonesia perlu menjadikan momentum Presidensi G20 untuk mengoptimalkan EBT, salah satunya pemanfaatan panas bumi. Karena hal ini akan berpotensi mengakselerasi capaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait pengurangan emisi karbon,” jelas Naufal.

Lebih lanjut diakui Firman dan Naufal, bimbingan dari para dosen UPER serta kehadiran mata kuliah di kelas, seperti Teknik Geothermal dan Kecerdasan Buatan di Bidang Migas, sangat membantu tim untuk mengembangkan inovasi.

Raka Sudira Wardana, M.T., Ketua Program Studi Teknik Perminyakan sekaligus pakar teknik pengeboran UPER, mengapresiasi prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswa.

“Meskipun dihadapkan pada tantangan yang cukup kompleks, seperti sulitnya memperoleh data lapangan minyak, tim tetap bisa memberikan hasil terbaik. Sementara itu, kecerdasan buatan yang termasuk salah satunya machine learning, juga masih sangat sedikit digunakan untuk optimalisasi EBT,” ujar Raka.

Asal tahu saja, seperti dilansir dari website resmi Dewan Energi Nasional (DEN), disebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan potensi panas bumi (geothermal) terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat.

DEN mencatat, potensi panas bumi di Indonesia mencapai 23,7 GW atau sekitar 40 persen dari total potensi dunia.

Namun menurut DEN, dari jumlah tersebut, Indonesia baru memanfaatkan potensi panas bumi sekitar 4,5 persen.

Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara dan Badan Keahlian Dewan DPR RI mengindikasi, permasalahan data serta aspek penelitian dan pengembangan, sebagai salah satu faktor yang melatarbelakangi tantangan tersebut. (Edi Triyono)

The post Aplikasi Geothermal Bikinan Mahasiswa Universitas Pertamina Raih Juara Pertama ‘Halliburton AI/ML Innovation Challenge’ appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2022/08/29/aplikasi-geothermal-bikinan-mahasiswa-universitas-pertamina-raih-juara-pertama-halliburton-ai-ml-innovation-challenge/feed/ 0
Pengembangan Energi Panas Bumi Terhambat Regulasi https://jakartakita.com/2019/10/22/pengembangan-energi-panas-bumi-terhambat-regulasi/ https://jakartakita.com/2019/10/22/pengembangan-energi-panas-bumi-terhambat-regulasi/#respond Tue, 22 Oct 2019 13:51:00 +0000 https://jakartakita.com/?p=126961

Jakartakita.com – Meskipun memiliki potensi energi panas bumi (geothermal) yang besar, pemanfaatannya di Indonesia masih rendah. Hal ini dibenarkan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar dalam sebuah acara diskusi dengan media di Jakarta, Selasa (22/10). Diungkapkan, di antara sekian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dibangun, produksi listrik geothermal Pertamina masih […]

The post Pengembangan Energi Panas Bumi Terhambat Regulasi appeared first on Jakartakita.com.

]]>

Jakartakita.com – Meskipun memiliki potensi energi panas bumi (geothermal) yang besar, pemanfaatannya di Indonesia masih rendah.

Hal ini dibenarkan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar dalam sebuah acara diskusi dengan media di Jakarta, Selasa (22/10).

Diungkapkan, di antara sekian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dibangun, produksi listrik geothermal Pertamina masih kecil. Saat ini, perusahaan milik swasta yang mendominasi produksi listrik geothermal.

“Posisi BUMN hanya memiliki porsi 38 persen. Sedangkan sisanya dikuasai oleh asing atau swasta domestik. Padahal panas bumi ini menjadi energi masa depan yang perlu kita dorong optimalisasi penggunaannya,” ujar Arie.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energi Jakarta, Bagus Bramantio mengatakan, pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia terkendala Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 50 Tahun 2017 tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik. Permen tersebut membatasi harga jual energi geothermal.

Menurutnya, harga jual listrik geothermal yang bersumber dari PLTP dibatasi 7,89 sen per kwh. Harga jual tersebut tidak sesuai dengan harga keekonomian.

Oleh sebab itu, kebijakan harga jual listrik geothermal harus didukung oleh pemerintah agar PLN mau membeli listrik geothermal minimal 11 sen per kwh. Jika pemerintah tidak mendukung, sulit mencapai target bauran energi nasional khususnya dari panas bumi. Sebab investor tidak ada yang mau membangun PLTP.

“Kita sedang perjuangkan itu, karena kalau dibiarkan, industri panas bumi akan tenggelam. Pasti tidak akan ada investor yang mau bangun, kalau nggak ada profit,” tutur Bagus.

Lebih lanjut Bagus menilai, perlu adanya perubahan Permen (Peraturan Menteri). Bila sudah sesuai harga keekonomian, dipastikan akan banyak investor yang siap membangun PLTP karena potensi panas bumi Indonesia sangat besar.

Data Kementerian ESDM menyebutkan, potensi panas bumi nasional sebesar 29,45 Mega Watt (mw). Namun saat ini baru terealisasi sebesar 1.948,5 mw atau 7 persen dari total potensi yang ada.

Adapun yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) saat ini sekitar 672 mw.

Lebih lanjut Bagus juga mengungkapkan, persoalan lain yang menghambat pengembangan energi panas bumi adalah penolakan dari masyarakat di sekitar area pembangkit. Pasalnya, masyarakat beranggapan apabila di wilayahnya dibangun pembangkit listrik akan merusak ekosistem seperti yang terjadi pada pembangkit listrik dari batu bara.

Padahal, jelas Bagus, tipikal PLTP sangat memperhatikan ekosistem. PLTP hanya bisa dioptimalkan manakala ada air hujan.

Hal itulah yang membuat pembangunan PLTP ini harus benar – benar menjaga lingkungan dan tidak merusak hutan.

“Jadi, banyak penolakan dari masyarakat sebab asumsinya kita merusak, padahal kita enggak (merusak), kita butuh uap untuk gerakkan turbin. Dan uap itu bisa kita hasilkan ketika ada air,” tandasnya. (Edi Triyono)

The post Pengembangan Energi Panas Bumi Terhambat Regulasi appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2019/10/22/pengembangan-energi-panas-bumi-terhambat-regulasi/feed/ 0
Akuisisi PGE oleh PLN Matikan Pengembangan Panas Bumi https://jakartakita.com/2016/08/10/akuisisi-pge-oleh-pln-matikan-pengembangan-panas-bumi/ https://jakartakita.com/2016/08/10/akuisisi-pge-oleh-pln-matikan-pengembangan-panas-bumi/#respond Wed, 10 Aug 2016 04:30:40 +0000 http://jakartakita.com/?p=76052

Jakartakita.com – Wacana akuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero) oleh PT PLN (Persero) berpotensi mematikan pengembangan energi baru terbarukan, khususnya di sektor panas bumi. Abadi Purnomo, Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia mengatakan, jika terealisasi dampak yang ditimbulkan dari akuisisi PGE oleh PLN akan sangat luar biasa. “Kita sudah susah payah […]

The post Akuisisi PGE oleh PLN Matikan Pengembangan Panas Bumi appeared first on Jakartakita.com.

]]>

foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Wacana akuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero) oleh PT PLN (Persero) berpotensi mematikan pengembangan energi baru terbarukan, khususnya di sektor panas bumi.

Abadi Purnomo, Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia mengatakan, jika terealisasi dampak yang ditimbulkan dari akuisisi PGE oleh PLN akan sangat luar biasa.

“Kita sudah susah payah mengembangkan panas bumi. Kalau benar-benar terealasi, ini akan mematikan itu semua,” tegas Abadi saat berbicara pada Diskusi Percepatan Pengembangan Energi Panas Bumi untuk Mendukung Realisasi Proyek  35 Ribu Megawatt yang digelar di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Menurut Abadi, sebagai suatu perusahaan yang memiliki fortofolio, tentunya akan memilih sektor yang memberikan margin yang lebih besar. Dengan memiliki pembangkit listrik yang lengkap, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), PLN bisa jadi akan menghentikan pembangkit yang memberikan margin yang rendah.

Selain itu, lanjut Abadi, perusahaan-perusahaan yang tertarik di bisnis panas bumi, sebagian besar adalah perusahaan minyak karena memiliki kesesuaian karakter dan kompetensinya di sektor hulu.

Sementara itu, Yunus Saifulhak, Direktur Panas Bumi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, rencana akuisisi PGE oleh PLN bukan hal yang mudah untuk direalisasikan. Apalagi yang memiliki kemampuan dalam pengembangan panas bumi adalah Pertamina.

“Tapi tentu itu domain Kementerian BUMN. Concern kami adalah bagaimana eksplorasi dipercepat sehingga panas bumi bisa berkembang,” tegas dia.

Tidak hanya itu, ia juga menyoroti lemahnya pengelolaan PLTP oleh PLN selama ini.

foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

PLTP Kamojang Unit 1 yang dibangun pada 1992 selama ini hanya memasok uap ke PT Indonesia Power, anak usaha PLN. Namun, jika di luar negeri, PLTP yang sudah berusia 40-50 tahun masih beroperasi dengan baik, PLTP Kamojang Unit 1 justru saat ini dalam keadaan rusak. Selain itu, PLTP Lahendong Unit 1 yang dioperasikan PLN juga dalam keadaan rusak. Itu semua hanya karena pengurangan biaya operasi.

“PLN juga mempunyai dua wilayah kerja panas bumi (WKP), namun juga tidak jalan. Jadi kemudian timbul pertanyaan, kenapa PLN begitu bernafsu mengambil Chevron dan PGE,” kata dia.

Adapun Komaidi Notonegoro, Pengamat Energi dari Reforminer Institute mengatakan, dari total jatah PLN pada proyek pembangkit 35 ribu MW sebesar 25-30%, yang belum terkontrak mencapai 70%. Bahkan, dari 30% yang sudah memiliki kontrak, hanya beberapa di antaranya yang sudah beroperasi (commercial operation data/COD).

“Jadi susah dimengerti keinginan PLN yang mau mengakuisisi Chevron dan PGE,” tandasnya.

The post Akuisisi PGE oleh PLN Matikan Pengembangan Panas Bumi appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2016/08/10/akuisisi-pge-oleh-pln-matikan-pengembangan-panas-bumi/feed/ 0