profit Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/profit/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Fri, 27 Mar 2020 23:55:11 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif profit Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/profit/ 32 32 Dampak Corona, Pengusaha UKM Mesti Bijak Memilih Antara Cash Flow atau Profit https://jakartakita.com/2020/03/28/dampak-corona-pengusaha-ukm-mesti-bijak-memilih-antara-cash-flow-atau-profit/ https://jakartakita.com/2020/03/28/dampak-corona-pengusaha-ukm-mesti-bijak-memilih-antara-cash-flow-atau-profit/#respond Fri, 27 Mar 2020 23:55:00 +0000 https://jakartakita.com/?p=135742

Jakartakita.com – Penyebaran virus corona alias COVID-19 yang belum terbendung sejak akhir 2019, berdampak pada kelangsungan usaha di banyak industri, salah satunya industri F&B, jasa, dan ritel. Menyikapi hal tersebut, Leonard Theosabrata selaku Direktur Utama SMESCO, Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia memberikan langkah-langkah mengantisipasi fenomena yang berdampak pada performa bisnis UKM. Dikatakan, satu hal yang […]

The post Dampak Corona, Pengusaha UKM Mesti Bijak Memilih Antara Cash Flow atau Profit appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com – Penyebaran virus corona alias COVID-19 yang belum terbendung sejak akhir 2019, berdampak pada kelangsungan usaha di banyak industri, salah satunya industri F&B, jasa, dan ritel.

Menyikapi hal tersebut, Leonard Theosabrata selaku Direktur Utama SMESCO, Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia memberikan langkah-langkah mengantisipasi fenomena yang berdampak pada performa bisnis UKM.

Dikatakan, satu hal yang menjadi pesan utama dalam survival mode ini, adalah untuk memprioritaskan berjalannya cash flow bisnis dengan baik, dibandingkan dengan memikirkan profit.

“Pelaku usaha harus dapat bertahan selama tiga sampai enam bulan kedepan. Perlu adanya perubahan proses bisnis sementara agar cash flow bisnis tetap positif,” jelas Leonard dalam siaran pers, Jumat (27/3).

Ditambahkan, strategi yang dapat dilakukan adalah dengan mengulas kembali bisnis, kenali customer base dan kebutuhannya, permudah proses bisnis, klasifikasikan produk yang mudah dijual, digitalisasi produk usaha ke dalam katalog yang mudah dibagikan, perdalam stok barang, dan beri insentif kepada karyawan yang mampu memberikan performa baik dalam keadaan sulit seperti saat ini.

Bagi para pemilik bisnis, ada beberapa langkah praktikal untuk menjaga cash flow bisnis tetap  positif, yakni; Berfokus pada promosi untuk take-away delivery, karena permintaannya yang meningkat; Gunakan database pelanggan untuk selalu mengkomunikasikan promosi yang ada melalui e-mail, SMS, ataupun WhatsApp.

Untuk kunjungan fisik, lanjut Leonard, budayakan melakukan transaksi non-tunai dengan menggunakan debit atau digital payment.

Lebih lanjut diungkapkan, di tengah keadaan seperti ini, penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dengan memposisikan diri sebagai bisnis yang memperhatikan konsumen dan seluruh stakeholder bisnis terkait higienitas.

“Lindungi para karyawan dan konsumen dengan penggunaan masker, hand sanitizer, dan pentingnya untuk terus mengkomunikasikan kebersihan di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data internal Moka, startup penyedia layanan kasir digital untuk lebih dari 30.000 merchant di Indonesia, terungkap bahwa total penjualan masker wajah di bulan Januari meningkat dua kali lipat dikarenakan penyebaran COVID-19 ini.

Tidak heran, karena masker wajah dinilai dapat mencegah droplets yang merupakan alat transmisi dari virus itu sendiri agar tidak masuk ke hidung dan mulut.

Tetapi di bulan Februari, banyak instansi, salah satunya adalah WHO, mengeluarkan pernyataan, bahwa akan lebih efektif jika penggunaan masker wajah dikombinasikan dengan mencuci tangan secara reguler dengan air, sabun, dan cairan yang mengandung alkohol, termasuk hand sanitizer.

Hal ini menyebabkan hand sanitizer banyak dicari orang dan penjualannya meningkat sebesar 209% di bulan Februari.

Selain melonjaknya penjualan masker dan hand sanitizer, dampak lain yang paling terasa adalah penurunan pendapatan harian pada industri F&B, jasa, dan ritel.

Berdasarkan observasi di 17 kota di Indonesia, terkonsentrasi di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam, dan Bali yang dilakukan, Moka merangkumnya menjadi beberapa insights berikut ini:

Industri F&B Merupakan Industri yang Paling Terdampak

Berdasarkan data internal Moka, untuk industri F&B, dari 17 kota yang diobservasi, sebanyak 13 kota mengalami penurunan pendapatan harian yang signifikan. Dengan total 13 kota terdampak dari 17 kota yang diobservasi, industri F&B merupakan industri yang paling terdampak akibat dari penyebaran COVID-19. Bali dan Surabaya merupakan dua kota yang mengalami penurunan pendapatan harian yang paling signifikan dibandingkan dengan kota lain dengan masing-masing mengalami penurunan sebesar 18% untuk Bali dan 26% untuk Surabaya. Daerah Jabodetabek juga mengalami penurunan pendapatan harian yang cukup signifikan, namun tidak setajam Bali dan Surabaya. Wilayah yang terkena dampak di daerah Jabodetabek yang paling signifikan terjadi di Depok, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Take Away Food Meningkat

Anjuran dari pemerintah untuk tidak keluar dari rumah guna memperlambat laju penyebaran COVID-19, membuat masyarakat tinggal lebih banyak di rumah, dan juga memberi dampak pada industri F&B. Perubahan perilaku ini menyebabkan peningkatan pembelian makanan yang dibawa pulang (take-away food) meningkat sebesar 7% di bulan Januari hingga Februari 2020.

Industri Jasa Kedua Paling Terdampak Setelah Industri F&B

Pada industri jasa, 10 dari 17 kota di Indonesia menunjukkan penurunan pendapatan harian yang signifikan. Lima kota dengan penurunan pendapatan harian paling signifikan adalah Depok, Bekasi, Jakarta Timur, Batam, dan Bandung.

Penurunan Pendapatan Harian Industri Ritel di Jakarta Barat Paling Signifikan

Masuk ke dalam industri ritel, dari 17 kota yang diobservasi, tujuh kota menunjukkan penurunan pendapatan harian yang signifikan. Moka menarik lima kota dengan penurunan pendapatan harian terbesar, yaitu Jakarta Barat, Tangerang Selatan, Depok, Jakarta Pusat, dan Bandung. Walau hanya tujuh kota yang terdampak dari 17 kota, persentase penurunan pendapatan harian pada industri ritel merupakan yang paling signifikan dibanding industri lain. Penurunan pendapatan harian terbesar terjadi di Jakarta Barat dengan penurunan pendapatan hingga 32% per outlet.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa industri F&B merupakan industri yang paling terdampak COVID-19. Namun, apabila melihat persentase penurunan pendapatan harian terbesar, industri ritel mengalami penurunan yang terbesar, yakni menurun sebesar 32%. (Edi Triyono)

The post Dampak Corona, Pengusaha UKM Mesti Bijak Memilih Antara Cash Flow atau Profit appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2020/03/28/dampak-corona-pengusaha-ukm-mesti-bijak-memilih-antara-cash-flow-atau-profit/feed/ 0
Kwartal I 2015, BNI Syariah Raih Keuntungan Sebesar Rp 45,67 Miliar https://jakartakita.com/2015/04/23/kwartal-i-2015-bni-syariah-raih-keuntungan-sebesar-rp-4567-miliar/ https://jakartakita.com/2015/04/23/kwartal-i-2015-bni-syariah-raih-keuntungan-sebesar-rp-4567-miliar/#respond Thu, 23 Apr 2015 08:50:31 +0000 http://jakartakita.com/?p=36313

Jakartakita.com – Presiden Direktur BNI Syariah, Dinno Indiano mengungkapkan, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah meraih keuntungan sebesar Rp45,67 miliar pada kuartal pertama 2015 atau meningkat 32,36 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya mendapat Rp34,50 miliar. “Walaupun tahun ini belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti karena masih dipengaruhi ekonomi global, namun profitabilitas tahun ini dibuka […]

The post Kwartal I 2015, BNI Syariah Raih Keuntungan Sebesar Rp 45,67 Miliar appeared first on Jakartakita.com.

]]>

bni syariah
foto : istimewa

Jakartakita.com – Presiden Direktur BNI Syariah, Dinno Indiano mengungkapkan, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah meraih keuntungan sebesar Rp45,67 miliar pada kuartal pertama 2015 atau meningkat 32,36 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya mendapat Rp34,50 miliar.

“Walaupun tahun ini belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti karena masih dipengaruhi ekonomi global, namun profitabilitas tahun ini dibuka dengan cukup baik yang ditunjukkan oleh beberapa indikator yang berjalan sesuai rencana,” kata Dinno, di Gedung Tempo Pavilion I, Jakarta, Kamis.

Dijelaskan, kinerja baik yang dicapai pada triwulan I 2015 ini ditandai dengan pertumbuhan aset sebesar 31,35 persen dari tahun lalu dengan posisi total aset per Maret 2014 senilai Rp 15, 61 triliun.

Kenaikan nilai aset ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 28,73 persen, di mana dari total pembiayaan senilai Rp15,70 triliun sebagian besar dana dikeluarkan untuk cabang reguler dan kegiatan komersial yang mencapai 16,42 persen.

Dinno juga mengungkapkan, pada triwulan pertama tahun ini, pembiayaan cabang reguler didominasi oleh pendanaan Griya iB Hasanah sebesar 83,88 persen dan pembayaran produktif Usaha Kecil Menengah (UKM) mencapai 21,46 persen.

Sementara itu, dari pembiayaan komersil, dana dikeluarkan untuk kegiatan mikro sebesar 6,68 persen dan untuk Hasanah Card sebesar 2,34 persen, katanya.

Selain itu, ia menuturkan bahwa pertumbuhan aset juga didorong oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebanyak 38,13 persen dari tahun sebelumnya, atau tumbuh sejumlah Rp4,81 triliun dengan rasio tabungan dan giro (CASA) sebesar 44,22 persen.

“Pada tahun ini, BNI Syariah akan konsisten melanjutkan Kampanye Korporasi bertema Hasanah Titik,” tambahnya.

 

The post Kwartal I 2015, BNI Syariah Raih Keuntungan Sebesar Rp 45,67 Miliar appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2015/04/23/kwartal-i-2015-bni-syariah-raih-keuntungan-sebesar-rp-4567-miliar/feed/ 0