tol laut Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/tol-laut/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Thu, 03 Dec 2020 14:00:31 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif tol laut Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/tol-laut/ 32 32 Prospek Bisnis Pengembangan Pelabuhan di Indonesia Masih Tinggi https://jakartakita.com/2020/12/03/prospek-bisnis-pengembangan-pelabuhan-di-indonesia-masih-tinggi/ https://jakartakita.com/2020/12/03/prospek-bisnis-pengembangan-pelabuhan-di-indonesia-masih-tinggi/#respond Thu, 03 Dec 2020 14:00:29 +0000 https://jakartakita.com/?p=139587

Jakartakita.com – Bisnis pengembangan pelabuhan di wilayah Indonesia masih terbilang tinggi. Buktinya, sudah banyak investasi pelabuhan yang sukses terutama yang dilakukan Pelindo, antara lain; di Kalibaru, Kuala Tanjung, Terminal KCN Marunda, Makassar New Port, Teluk Lamong, dan Manyar Surabaya. Kemudian, Terminal Peti Kemas Palaran Samarinda yang dikelola Samudera Indonesia adalah contoh sukses perusahaan swasta yang […]

The post Prospek Bisnis Pengembangan Pelabuhan di Indonesia Masih Tinggi appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – Bisnis pengembangan pelabuhan di wilayah Indonesia masih terbilang tinggi.

Buktinya, sudah banyak investasi pelabuhan yang sukses terutama yang dilakukan Pelindo, antara lain; di Kalibaru, Kuala Tanjung, Terminal KCN Marunda, Makassar New Port, Teluk Lamong, dan Manyar Surabaya. Kemudian, Terminal Peti Kemas Palaran Samarinda yang dikelola Samudera Indonesia adalah contoh sukses perusahaan swasta yang berinvestasi di pelabuhan.

“Prospek bisnis pelabuhan masih tinggi, karena ada 636 pelabuhan laut yang membutuhkan pendanaan swasta,” jelas HRM Wahyono Bimarso Dipl HE selaku Ketua Himpunan Ahli Pelabuhan Indonesia (HAPI) dan Waka Prodi Kelautan ITL Trisakti dalam siaran pers, Rabu (02/12).

Dijelaskan, perkembangan pelabuhan di Indonesia tidak bisa lepas dari reformasi maritim Indonesia, termasuk aspek lainnya, antara lain; Pelayaran Pelabuhan, Logistik, Pendidikan Maritim, Permodalan, dan Aspek Hukum.

Saat ini, perbaikan di segala bidang sudah dan sedang berlangsung, terakhir dengan telah diluncurkannya Undang-Undang Cipta Kerja oleh Pemerintah.

“Sebagaimana diketahui, jumlah pelabuhan di Indonesia sangat banyak, lebih dari 1000 pelabuhan. Sudah tentu, (investor) harus memilah-milah pelabuhan-pelabuhan tersebut sesuai dengan besaran pengelolaan dan fungsi pelabuhan. Karena tidak semua pelabuhan tersebut bersifat komersial, banyak juga yang bersifat non-komersial,” ungkap Wahyono.

“Kalau kita berbicara tentang perkembangan Pelabuhan Komersial yang dikelola oleh Pelindo 1, 2, 3 dan 4, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa fasilitas dan peralatan pelabuhan sudah sangat memadai, khususnya perkembangan 10 tahun terakhir dengan pembangunan dermaga dan fasilitas lainnya,” jelasnya lagi.

Sementara itu, perkembangan pelabuhan juga tidak bisa lepas dari perkembangan lalu lintas muatan cargo di Indonesia, yang kondisinya saat ini masih terkonsentrasi di Kawasan Barat Indonesia.

Maka untuk menyeimbangkan muatan ke Kawasan Timur Indonesia diperlukan upaya optimalisasi kerjasama antar sektor, seperti; perindustrian, pertanian, pertambangan, dan sebagainya.

Selain itu, lanjut Wahyono, soal pendanaan juga harus diperhatikan.

“Secara umum pendanaan ini yang menjadi masalah besar. Karena terbatasnya dana Pemerintah untuk infrastruktur pelabuhan dan swasta yang tidak tertarik membangun pelabuhan di Indonesia Timur, karena tidak komersial. Namun dapat disimpulkan, bahwa perkembangan wilayah Timur cukup memadai dalam ukuran pasar yang ada, yang memang jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia bagian Barat,” bebernya.

Lebih lanjut Wahyono menyampaikan, pembangunan infrastruktur pelabuhan khususnya wilayah Timur, harus memperhatikan dua aspek besar, yaitu urban transport sustainability (transportasi regional berkelanjutan) dan maritime transport sustainability (transportasi maritim berkelanjutan).

Khusus Pelindo 4, lanjut Wahyono, pembangunan infrastruktur pelabuhan cukup cepat karena mereka berinvestasi di Makassar New Port untuk pelabuhan berkelas internasional.

Di samping itu, Pelindo 4 baru-baru ini mendapat PMN sebesar Rp 2 triliun untuk membangun fasilitas Pelabuhan di Sorong, Jayapura, Manokwari, Bitung, Kendari, Biak dan Nunukan.

Ditambahkan, perkembangan pelabuhan di Timur juga dipacu adanya Pelayaran Perintis dan Tol Laut yang membawa Komoditi penting dan singgah di pelabuhan-pelabuhan kecil, sehingga pelabuhan tersebut harus memperbaiki sarana dan prasarana yang ada.

Selain itu, program pembangunan di Indonesia Timur juga dipicu oleh adanya program Tol Laut yang sudah mempunyai 26 rute dan juga rute Pendulum Nusantara.

Jaringan Pendulum Nusantara yang melaksanakan angkutan Peti Kemas Domestik di seluruh Indonesia termasuk ke Indonesia Timur, sehingga mendukung Pembangunan Pelabuhan di Indonesia Timur.

Menariknya, untuk mendukung kinerja ekspor dan impor di pelabuhan perlu juga didukung oleh teknologi.

Indonesia sendiri, telah siap dengan teknologi yang ada saat ini. Dimana, perusahaan pelayaran sudah menerapkan teknologi tinggi untuk mengoperasikan perusahaannya dengan menerapkan pelacakan cargo, visibilitas rantai pasok, dan otomatisasi dokumen.

“Pelabuhan sudah menerapkan digitalisasi pelabuhan. Kesimpulannya, pelabuhan dan pelayaran sudah siap menghadapi teknologi 4.0,” tandas Wahyono. (Edi Triyono)

The post Prospek Bisnis Pengembangan Pelabuhan di Indonesia Masih Tinggi appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2020/12/03/prospek-bisnis-pengembangan-pelabuhan-di-indonesia-masih-tinggi/feed/ 0
Kita Telah Terlalu Lama Memunggungi Laut https://jakartakita.com/2015/05/05/kita-telah-terlalu-lama-memunggungi-laut/ https://jakartakita.com/2015/05/05/kita-telah-terlalu-lama-memunggungi-laut/#respond Tue, 05 May 2015 05:27:23 +0000 http://jakartakita.com/?p=37715

Jakartakita.com – “Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk. Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana,”  ujar Direktur Pengembangan Organisasi PPM Manajemen, Triono Saputro, saat membuka gelaran Diskusi Forum Interaktif terkait Maritim di […]

The post Kita Telah Terlalu Lama Memunggungi Laut appeared first on Jakartakita.com.

]]>

diskusi maritim surabayaJakartakita.com – “Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk. Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana,”  ujar Direktur Pengembangan Organisasi PPM Manajemen, Triono Saputro, saat membuka gelaran Diskusi Forum Interaktif terkait Maritim di Surabaya akhir April lalu seraya mengutip pidato pelantikan Presiden RI Joko Widodo.

Indonesia ingin mengembalikan kejayaan dari kelautan, dengan cara menggali potensi kelautan lewat menghubungkannya dalam tol laut. Bak sebuah ekosistem, banyak sekali faktor yang bersentuhan dengan tol laut ini, seperti sektor perikanan, infrastruktur, transportasi dan pergudangan, energi, kawasan industri,  dan lain sebagainya.

Tol Laut, tentu saja bukan membangun jalan tol di atas laut. Ini adalah program pemerintahan yang baru, yakni program terintegrasi yang bukan hanya membangun pelabuhan saja, tapi dilakukan mulai dari membangun jaringan rel kereta, menyiapkan armada angkutan truk dan bus, juga percepatan wilayah yang bisa dijadikan industri. Bisa dibilang ini adalah persoalan yang bermula dari pesisir sampai mendalam kedaratan.

Infrastruktur pelabuhan yang memadai untuk perpindahan barang ke jalan, rel dan moda air pedalaman akan menarik pengguna jasa untuk menggunakannya sebagai alat distribusi logistik berbiaya rendah. Diperlukan kesiapan pelabuhan dan pengatur pelayaran serta penataan kendaraan pengangkut barang. Harapannya kepadatan truk pengangkut di pelabuhan bisa dikurangi,  sehingga bisa menghasilkan pergerakan barang yang efisien.

Baru-baru ini Terminal Teluk Lamong dengan investasi 3,4 triliun rupiah diresmikan oleh PT Pelindo III, Pengoperasian Terminal Teluk Lamong akan terintegrasi dengan transportasi kereta, sejalan dengan telah selesainya pembangunan jalur ganda rel kereta api Surabaya – Jakarta. Dengan harapan dari pembangunan infrastruktur ini dapat memindahkan 30 persen beban logistik dari jalan darat ke rel kereta api.

Terintegrasinya moda transportasi sangat tergantung dari infrastruktur dan kesiapan operator pelabuhan untuk mengatur pergerakan barang. Direktur Operasi dan Teknik  PT Pelindo III (Persero), Rachmat Satria, menyebutkan bahwa Pelindo 3 sudah mulai memperbaiki infrastruktur, namun banyak faktor yang mendukung agar lancarnya logistik di pelabuhan, misalnya saja transportasi darat.

Dari sisi kepabeanan, Rachmat mengakui bahwa sudah mulai ada otomatisasi, namun kembali harus banyak sosialisasi mengenai prosedur dan aturan main. Sedangkan Deputy CEO PT Kamadjaja Logistics, Ivy Kamadjaja, sebagai pelaku bisnis menyimpulkan dari kejadian di lapangan bahwa biaya tinggi karena transportasi dan storage. Perbaikan fasilitas pelabuhan juga belum menyeluruh, pun demikian dengan jalur transportasi lainnya.

Menurut CEO PT Kelola Mina Laut, M Nadjikh. tarif pelabuhan masih terlalu tinggi dan pelabuhan ekspor masih sedikit. Jadi Indonesia memang harus fokus di pembangunan transportasi laut karena termasuk negara kepulauan, tapi jangan cuma jadi wacana melainkan harus action.

Saat ini perlu menggenjot pertumbuhan industri di berbagai daerah dan tidak hanya terpusat di pulau Jawa. Sehingga, ketika muatan kapal pergi-pulang dipenuhi oleh muatan maka biaya transportasi pengiriman barang bisa ditekan.

Gelaran Diskusi Forum Interaktif terkait Maritim di Surabaya juga merupakan aksi nyata kontribusi PPM Manajemen, yang tahun ini menapaki usia ke-48, dalam merespon kegalauan yang menerpa ketika melihat kondisi gelanggang bisnis maritim. Harapannya dengan diskusi ini akan dipanen buah yang akan dipersembahkan bagi kemajuan bangsa.

The post Kita Telah Terlalu Lama Memunggungi Laut appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2015/05/05/kita-telah-terlalu-lama-memunggungi-laut/feed/ 0
Mengembalikan Kejayaan Maritim Indonesia Lewat Tol Laut? https://jakartakita.com/2015/05/04/mengembalikan-kejayaan-maritim-indonesia-lewat-tol-laut/ https://jakartakita.com/2015/05/04/mengembalikan-kejayaan-maritim-indonesia-lewat-tol-laut/#respond Mon, 04 May 2015 06:26:06 +0000 http://jakartakita.com/?p=37640

Jakartakita.com–  Sebagai negara dengan wilayah laut terluas, 57 persen transportasi logistik di Indonesia ternyata masih menggunakan jalur darat, dan 43 persen sisanya menggunakan jalur laut. Infrastruktur pelabuhan yang belum memadai berimbas pada terhambatnya pengiriman logistik antar pulau. Biaya logistik yang tinggi pun tidak bisa dihindari. Melihat persoalan biaya logistik yang masih tinggi dan infrastruktur kemaritiman yang […]

The post Mengembalikan Kejayaan Maritim Indonesia Lewat Tol Laut? appeared first on Jakartakita.com.

]]>

foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com–  Sebagai negara dengan wilayah laut terluas, 57 persen transportasi logistik di Indonesia ternyata masih menggunakan jalur darat, dan 43 persen sisanya menggunakan jalur laut. Infrastruktur pelabuhan yang belum memadai berimbas pada terhambatnya pengiriman logistik antar pulau. Biaya logistik yang tinggi pun tidak bisa dihindari.

Melihat persoalan biaya logistik yang masih tinggi dan infrastruktur kemaritiman yang belum terintegrasi tersebut, PPM Manajemen tergerak mengajak dan menggandeng berbagai pihak untuk melakukan urun rembuk bersama dalam sebuah diskusi bertajuk “Pengintegrasian Moda Transportasi untuk Mempercepat Pengiriman Barang, 29 April 2015 pekan lalu di Surabaya. Diskusi melibatkan pelaku di industri kemaritiman sehingga materi bahasan ini memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

Dalam diskusi tersebut dibahas mengenai salah satu mimpi besar Presiden Joko Widodo untuk mengembalikan kejayaan Indonesia dari sektor kelautan, dengan cara menggali potensi kelautan lewat  tol laut.

Tol Laut, tentu saja bukan membangun jalan tol di atas laut, tetapi suatu istilah untuk program terintegrasi yang bukan hanya membangun pelabuhan saja, tapi dilakukan mulai dari membangun jaringan rel kereta, menyiapkan armada angkutan truk dan bus, juga percepatan wilayah yang bisa dijadikan industri. Infrastruktur pelabuhan yang memadai untuk perpindahan barang ke jalan, rel dan moda air pedalaman akan menarik pengguna jasa untuk menggunakannya sebagai alat distribusi logistik berbiaya rendah.

Gelaran ini merupakan aksi nyata kontribusi PPM Manajemen yang tahun ini menapaki usia 48th dalam merespon kegalauan yang menerpa ketika melihat kondisi gelanggang bisnis maritim. Harapannya dengan diskusi ini akan dipanen buah yang akan dipersembahkan bagi kemajuan bangsa.

The post Mengembalikan Kejayaan Maritim Indonesia Lewat Tol Laut? appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2015/05/04/mengembalikan-kejayaan-maritim-indonesia-lewat-tol-laut/feed/ 0
Berpacu dalam Infrastruktur Kemaritiman https://jakartakita.com/2015/04/22/berpacu-dalam-infrastruktur-kemaritiman/ https://jakartakita.com/2015/04/22/berpacu-dalam-infrastruktur-kemaritiman/#respond Wed, 22 Apr 2015 12:45:22 +0000 http://jakartakita.com/?p=36175

Jakartakita.com – Tol Laut, tentu saja bukan membangun jalan tol di atas laut. Ini adalah program pemerintahan yang baru, yakni program terintegrasi yang bukan hanya membangun pelabuhan saja, tapi dilakukan mulai dari membangun jaringan rel kereta, menyiapkan armada angkutan truk dan bus, juga percepatan wilayah yang bisa dijadikan industri. Bisa dibilang, ini adalah persoalan yang […]

The post Berpacu dalam Infrastruktur Kemaritiman appeared first on Jakartakita.com.

]]>

konferensi nasionalJakartakita.com – Tol Laut, tentu saja bukan membangun jalan tol di atas laut. Ini adalah program pemerintahan yang baru, yakni program terintegrasi yang bukan hanya membangun pelabuhan saja, tapi dilakukan mulai dari membangun jaringan rel kereta, menyiapkan armada angkutan truk dan bus, juga percepatan wilayah yang bisa dijadikan industri. Bisa dibilang, ini adalah persoalan yang bermula dari pesisir sampai mendalam ke daratan.

Infrastruktur pelabuhan yang memadai untuk perpindahan barang ke jalan, rel, dan moda air pedalaman akan menarik pengguna jasa untuk menggunakannya sebagai alat distribusi logistik berbiaya rendah.

Tentunya agar bisa tercapai diperlukan kesiapan pelabuhan dan pengatur pelayaran serta penataan kendaraan pengangkut barang. Dengan demikian, kepadatan truk pengangkut di pelabuhan bisa dikurangi, sehingga bisa menghasilkan pergerakan barang yang efisien.

Baru-baru ini Terminal Teluk Lamong dengan investasi Rp 3,4 triliun diresmikan oleh PT Pelindo III. Pengoperasian Terminal Teluk Lamong akan terintegrasi dengan transportasi kereta, sejalan dengan telah selesainya pembangunan jalur ganda rel kereta api Surabaya – Jakarta. Harapan dari pembangunan terminal ini adalah dapat memindahkan 30 persen beban logistik dari jalan darat ke rel kereta api.

Harapan tersebut tentu sesuai dengan mimpi besar pembangunan tol laut, bisa menurunkan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi dibandingkan negara lain. Selain itu, dibukanya jalur tol laut ini sebenarnya juga sebagai persiapan berlakunya MEA 2015.

PPM Manajemen tergerak untuk menelaah fenomena ini, sebuah diskusi terkait Pengintegrasian Moda Transportasi untuk Mempercepat Pengiriman Barang pada 29 April 2015 mendatang digelar di Gramedia Expo, Surabaya. Diskusi akan melibatkan beberapa narasumber penting dan para pelaku di industri kemaritiman, sehingga materi bahasan ini memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

Mereka antara lain Gubernur Jawa Timur Soekarwo, CEO PT Pelindo III Djarwo Surjanto, CEO PT Kelola Mina Laut Mohamad Nadjikh, CEO PT Kamadjaja Logistics Ivan Kamadjaja, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Hengky Pratoko, dan Direktur Utama PT Kereta Api Logistik Budi Noviantoro.

Gelaran ini merupakan pembibitan untuk sebuah hasil panen berupa Konferensi Nasional Bisnis Maritim pada 26-27 Agustus 2015 mendatang di Jakarta. Selain itu juga merupakan aksi nyata kontribusi PPM Manajemen yang tahun ini menapaki usia 48 tahun, dalam merespon kegalauan yang menerpa bisnis maritim.

The post Berpacu dalam Infrastruktur Kemaritiman appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2015/04/22/berpacu-dalam-infrastruktur-kemaritiman/feed/ 0