Wamen Ekraf dan AccorHotels Bahas Peran Perempuan dalam Ekonomi Kreatif dan Kolaborasi Lintas Sektor di Hari Ekraf Nasional
Jakartakita.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) menjajaki kolaborasi strategis dengan grup hotel Accor untuk membuka lebih banyak panggung bagi pelaku kreatif, terutama perempuan.
Hal ini mengemuka dalam talkshow “Perempuan Dalam Ekonomi Kreatif: Antara Karya, Keluarga, dan Komunitas” memperingati ulang tahun ke-7 RiiSE yang bertepatan pada Hari Ekraf Nasional yang digelar AccorHotels di Movenpick Hotel Jakarta City Centre pada Jumat, 24 Oktober 2025.
“Perempuan itu tulang punggung perekonomian Indonesia. Banyak yang di KTP-nya tertulis ‘ibu rumah tangga’ atau ‘mahasiswa’, padahal mereka produktif menghasilkan karya dan pendapatan, bahkan di dunia digital. Karena itu, acknowledge your job, acknowledge your contributions, own it, pengakuan ini bisa membuka banyak pintu bagi perempuan untuk berkembang di ekonomi kreatif,” kata Wamen Ekraf Irene Umar dalam siaran pers Kemen Ekraf, 24 Oktober 2025.

AccorHotels menaungi Sofitel, Pullman, Novotel, Mercure, dan ibis. Lebih dari itu, AccorHotels memiliki program RiiSE yang merupakan jaringan internal mereka buat menguatkan budaya perusahaan yang inklusif dan mempromosikan kesetaraan gender serta keragaman tim.
Dalam sesi talkshow, Wamen Ekraf menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membuka lebih banyak ruang bagi pelaku kreatif, khususnya perempuan, agar bisa menunjukkan karya dan kontribusinya. Menurut Wamen Ekraf, rangkaian acara dalam kampanye Oktoberkreasi, di mana Kementerian Ekraf mempertemukan para pegiat kreatif dengan sektor swasta seperti mal dan hotel untuk menciptakan peluang kerja sama yang berkelanjutan dan berdampak bagi ekonomi.
“Banyak pejuang ekonomi kreatif yang selama ini belum mendapat panggung untuk menunjukkan karyanya. Lewat Oktoberkreasi, kami ingin mempertemukan mereka dengan pemilik tempat seperti mal dan hotel yang juga membutuhkan aktivitas,” terang Wamen Irene.

“Kami juga membangun dashboard Ekraf Hunt agar teman-teman kreatif di seluruh Indonesia bisa terhubung dengan berbagai peluang kolaborasi. Kami ingin menunjukkan bahwa pelaku ekonomi kreatif Indonesia itu keren, profesional, dan punya potensi besar. Tujuannya agar roda ekonomi berputar, kolaborasi terjadi, dan semuanya mendapatkan manfaat,” tamnbahnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Utari Triandani, Direktur Learning & Development Accor Academy Asia, serta Manager People and Culture Hotel Mercure Jakarta Sabang Cindy.
Sementara itu, Riise Committee Accor Greater Jakarta Irma Riesan menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender, keberagaman, dan pemberdayaan perempuan di industri perhotelan khususnya melalui program Individual Development Program for Female Leader. Melalui program tersebut, Accor berupaya memperkuat peran pemimpin perempuan agar mampu berkontribusi lebih luas bagi kemajuan industri termasuk ekonomi kreatif.
“Bagi kami di Accor, hotel bukan hanya tempat menginap, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif di mana seni, budaya, kuliner, dan inovasi lokal menjadi bagian penting dari pengalaman tamu. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta kreatif lokal dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi berkarakter, berbudaya tinggi, dan berdaya saing global,” tutur Irma.
Lebih lanjut, Faris Setiabudi selaku People and Culture Business Partner Accor Indonesia menyoroti pentingnya pengembangan kepemimpinan perempuan tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga dalam keseimbangan peran di keluarga. Ia menegaskan bahwa dukungan lingkungan sekitar menjadi faktor penting agar para pemimpin perempuan dapat berkembang dan berkontribusi secara optimal.
“Salah satu tantangan terbesar bagi perempuan sering kali justru datang dari lingkungan keluarga, bukan hanya dari tempat kerja. Karena itu, kami berupaya menciptakan ekosistem yang saling mendukung agar perempuan bisa tumbuh sebagai pemimpin,” ucap Faris.
“Saat ini, dari total 105 General Manager hotel Accor di Indonesia, sebanyak 21 di antaranya adalah perempuan, jumlah tertinggi di kawasan Middle East, Asia, dan Asia Pacific. Terima kasih kepada Ibu Irene dan Kementerian Ekraf, semoga kolaborasi kita ke depan semakin kuat,” pungkasnya. (Henry)
