Take a fresh look at your lifestyle.

7 Tips Populix Agar Acara Luring Anda Menarik Bagi Audien Profesional

Jakartakita.com – Beragam acara luring untuk publik seperti konser musik, festival makanan, seminar, hingga buka bersama sudah sangat lazim dilakukan. Namun, acara-acara yang secara khusus menargetkan audiens profesional masih menjadi tantangan bagi banyak pihak.

Pasalnya para profesional memerlukan motivasi lebih untuk meluangkan waktu di tengah rutinitas pekerjaan mereka. Baru-baru ini, perusahaan konsultasi berbasis riset asal Indonesia, Populix meluncurkan laporan studi bertajuk “Winning the Professional Audience: Event Preferences and Attendance Insights”.

Foto: Populix

Studi yang dilakukan kepada hampir 900 profesional ini mengungkap berbagai informasi mengenai preferensi dan ekspektasi para profesional dalam menghadiri acara luring.

“Meskipun acara daring cukup populer, temuan Populix menunjukkan bahwa acara luring masih sangat relevan bagi para profesional. Bahkan dalam setahun, rata-rata para profesional menghadiri 1-3 acara luring,” terang Indah Tanip, Senior Research Director Populix dalam keterangan tertulisnya, 17 April 2026.

“Selain sebagai hiburan, motivasi terbesar mereka menghadiri acara luring adalah untuk mendapatkan pengalaman baru sambil memperluas relasi professional,” sambungnya.

Berikut tujuh tips singkat dari Populix agar acara luring Anda menarik bagi audiens profesional:

  1. Pastikan acara Anda memiliki agenda networking/berjejaring dan memiliki tema yang sesuai dengan pekerjaan para profesional yang Anda targetkan. Pasalnya, keduanya merupakan daya tarik dan faktor penentu kehadiran bagi lebih dari separuh profesional.
  2. Selain memastikan lokasi acara mudah diakses, 62% responden profesional cenderung lebih tertarik untuk menghadiri acara di ruang terbuka. Alternatif lain adalah mal/pusat perbelanjaan dan pusat konvensi yang dilirik oleh 49% responden.
  3. Para profesional cenderung lebih menyukai acara yang dilakukan di pagi hari, sekitar jam 08.00-11.00. Sedangkan acara di jam makan siang (11.01-14.00) cenderung tidak diminati.
  4. Saat menentukan hari, hindari acara di akhir pekan. Data Populix mengungkap bahwa tujuh dari sepuluh profesional lebih memilih menghadiri acara di hari kerja, dan jam kerja. Hanya sekitar 30% yang bersedia meluangkan waktu di luar jam kerja maupun akhir pekan mereka.
  5. Hindari merancang acara yang terlalu masif agar lebih efektif. Alasannya, lebih dari setengah profesional mengaku lebih nyaman hadir di acara berskala menengah yang dihadiri 20 hingga 100 orang.
  6. Pastikan isi goodie bag berguna dan relevan dengan tema acara. Misalnya produk-produk sponsor (camilan, produk kecantikan, dll.), kaus/jaket eksklusif, botol minum, voucher maupun e-money, hingga gadget.
  7. Apabila acaramu berbayar, mayoritas profesional rela merogoh kocek antara Rp50.000 hingga Rp250.000 per tiket. Dengan rata-rata di Rp222.441.
Foto: Populix

“Penelitian Populix juga mengungkap bahwa sembilan dari sepuluh profesional yang pernah menghadiri acara berbayar tidak segan untuk kembali merogoh kocek demi menghadiri acara lainnya,” ungkap Indah Tanip.

“Hal ini menunjukkan peluang keberlanjutan bisnis yang cukup besar bagi acara berbayar. Dengan catatan bahwa acara tersebut memiliki elemen-elemen kunci seperti hiburan, relasi, dan sesuai dengan minat dan kebutuhan para profesional,” tutup Indah Tanip.

Populix sendiri merupakan perusahaan konsultasi berbasis riset yang menghadirkan berbagai insight akurat, tepat, dan praktis untuk kebutuhan bisnis, institusi, dan individu.
Dengan pendekatan berbasis data dan dukungan teknologi terkini, Populix menyediakan solusi riset end-to-end—mulai dari perencanaan, pengumpulan data, analisis, sampai pelaporan.

Selain layanan riset kustom, Populix juga mengembangkan PopSurvey, platform survei mandiri berbasis online, untuk membantu pengguna mengakses insight secara cepat dan efisien. Selain itu Populix juga menghadirkan solusi pemasaran menyeluruh berbasis riset, termasuk solusi perencanaan dan penyelenggaraan acara dan publikasi. (Henry)


Tinggalkan komen