Take a fresh look at your lifestyle.

Swargaloka Gelar Kompetisi Tari Tradipop Indonesia, Kedepankan Sinergi Nilai Tradisi dan Pendekatan Populer

Jakartakita.com – Swargaloka kembali menggelar Ksatria Fest 3.0, sebuah ajang kompetisi tari tradipop tingkat nasional yang mengedepankan sinergi antara nilai tradisi dan pendekatan populer dalam seni pertunjukan. Program ini diinisiasi oleh Kelompok Tari Ksatria, yang dikenal sebagai Juara 1 Indonesia Mencari Bakat tahun 2021.

Swargaloka merupakan organisasi seni yang berfokus pada pengembangan, pelestarian, dan inovasi seni pertunjukan di Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade, Swargaloka aktif menghadirkan beragam program yang mendorong pertumbuhan ekosistem seni yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Foto: Jakartakita.com/Henry

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Ksatria Fest menunjukkan konsistensinya sebagai ruang lahirnya talenta-talenta unggulan di bidang tari. Pada edisi sebelumnya, ajang ini berhasil melahirkan kelompok Silak dari Yogyakarta sebagai pemenang tahun 2022, serta Eyes On Us (EOU) dari Kalimantan Barat sebagai pemenang tahun 2023.

Penyelenggaraan tahun ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan perayaan 33 tahun Swargaloka, sehingga rangkaian kegiatan diperluas dengan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya kompetisi tetapi juga edukasi dan kolaborasi.

Rangkaian kegiatan Ksatria Fest 3.0 meliputi:

  • Babak Penyisihan Daring 4 April – 30 Mei 2026
  • Showcase & Press Con Ksatria Fest — 17 Juni 2026 di Galeri Indonesia Kaya
  • Workshop Intensive — 22–25 Juni 2026 di Ruang Latihan Fakultas Seni Pertunjukan IKJ
  • Sokalima (Pertunjukan Tari) — 28 Juni 2026 di Teater Usmar Ismail
  • Workshop Tari bersama Seniman Lokal — 29–30 Juni 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM)
  • Lomba Solo & Duet — 2 Juli 2026 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki
  • Lomba Tari Kelompok & Malam Puncak Apresiasi — 4 Juli 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki

Creative Director sekaligus inisiator Ksatria Fest, Bathara Saverigadi Dewandoro, peraih Gold Medal PON pada cabang Traditional Dance Sport, menyampaikan bahwa Ksatria Fest tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga membangun identitas dan tanggung jawab bagi para pemenangnya.

Foto: Jakartakita.com/Henry

“Para pemenang Ksatria Fest akan mendapatkan gelar kehormatan, yaitu Laskar Ksatria Tari Indonesia untuk kategori kelompok, Garda Ksatria Tari Indonesia untuk duet, dan Wira Ksatria Tari Indonesia untuk solo,” Bathara di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

“Gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam perkembangan industri tari serta menginspirasi generasi berikutnya. Kami berharap para pemenang dapat menjadi figur idola baru dalam dunia tari Indonesia, dengan kualitas teknik sekaligus daya tarik yang relevan dengan perkembangan zaman,” sambungnya.

Lebih lanjut, Bathara menjelaskan bahwa konsep tradipop lahir dari kebutuhan industri kreatif saat ini yang menuntut karya tari yang ringkas, kuat secara visual, dan mudah diakses tanpa kehilangan esensi budaya.

“Dalam banyak kebutuhan industri, seperti televisi atau media digital, tari tradisi sering kali dipotong secara tidak utuh karena keterbatasan durasi. Tradipop hadir sebagai jawaban—sebuah format tari yang sejak awal dirancang singkat, eye-catching, dan memiliki kekuatan visual. Namun, posisinya bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan sebagai pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal kekayaan budaya yang lebih dalam,” tuturnya.

Melalui Ksatria Fest 3.0, Swargaloka menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem tari Indonesia. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru penari yang bukan sekadar unggul secara teknis, tetapi juga memiliki daya jual dan relevansi budaya di tengah perubahan zaman yang cepat.

Foto: Jakartakita.com/Henry

Selain penilaian oleh dewan juri profesional pada babak final, Ksatria Fest 3.0 juga menghadirkan mekanisme penilaian yang lebih inklusif melalui keterlibatan publik.

Para peserta akan dinilai oleh lima juri utama yang memiliki kompetensi di bidang tari dan seni pertunjukan, sekaligus oleh voters yang terdiri dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, pecinta tari, hingga masyarakat umum.

Ksatria Fest juga dipandang sebagai langkah strategis dalam menciptakan idola tari Indonesia yang mampu menjadi wajah baru promosi budaya.

Dengan pendekatan kreatif yang mengakar pada tradisi namun dikemas dalam estetika yang segar dan dekat dengan generasi muda, festival ini membuka ruang bagi lahirnya ide-ide baru yang inovatif dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran Laskar Ksatria Tari Indonesia telah dibuka mulai tanggal 10 April hingga 6 Juni 2026. Seluruh peserta telah mengirimkan karya mereka dalam bentuk video dan akan dikurasi oleh Tim Ksatria. Dari 38 Peserta pendaftar, telah terkurasi 15 30 Kelompok tari dari berbagai daerah.

Berikut daftar peserta yang telah lolos ke semifinal Laskar Ksatria Tari Indonesia :

  1. Akusara Art (Surakarta). 2. Soca Niskala Sunda (Bandung). 3. Bejani Art and Dance Studio (Ponorogo). 4. Sanggar Tari Sirih Besa (Batam). 5. Centaurus (Sidoarjo). 6. Arunika Dance Crew (Pontianak). 7. Antari’kham (Lampung). 8. Sanggar Seni Dharma Budaya (Pasuruan). 9. Pancakusuma (Rumah Budaya Langen Kusuma) (Blitar). 10. Ayu Langgeng Management (Lumajang). 11. Efek Samping Jaipongan (Sukabumi). 12. Sanggar Patih Gumantar (Mempawah). 13. Sanggar Hulondhalangi Entertainment (Gurontalo). 14. Terrafic (Yogyakarta). 15. Pelita Budaya (Belitung).

Para peserta akan bersaing secara langsung untuk memperebutkan gelar Laskar Ksatria Tari Indonesia. Lokasi penyelenggaraan Lomba tersebut akan diadakan di Teater Besar TIM pada 4 Juli 2026.

Ksatria Fest 3.0 sendiri akan berlangsung pada 17 Juni hingga 4 Juli 2026 di sejumlah ruang seni terkemuka di Jakarta, antara lain Galeri Indonesia Kaya, Taman Ismail Marzuki, Teater Usmar Ismail, dan Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah. (Henry)


Tinggalkan komen