Take a fresh look at your lifestyle.

WtE Dinilai Bisa Jadi Solusi Sampah Nasional Asal Libatkan Masyarakat Secara Bermakna

Jakartakita.com – Teknologi Waste-to-Energy (WtE) dinilai berpotensi menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pelibatan masyarakat, pengelolaan yang transparan, serta sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Sustainability Provocateur sekaligus Founder Social Investment Indonesia, Jalal, mengatakan WtE tidak boleh diposisikan sebagai solusi tunggal. Menurutnya, teknologi ini harus berjalan berdampingan dengan upaya pengurangan sampah, daur ulang, pengomposan, dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.


“Waste-to-Energy dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah Indonesia, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada pemilahan sampah, keterlibatan masyarakat, integrasi pemulung, serta transparansi pengelolaan lingkungan,” ujar Jalal.


Ia menambahkan, karakteristik sampah di Indonesia yang didominasi limbah organik berkadar air tinggi menjadi tantangan tersendiri sehingga pembangunan fasilitas WtE harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah.


Menurut Jalal, masyarakat terdampak juga harus dilibatkan sejak tahap perencanaan proyek dan memperoleh manfaat ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Keterbukaan informasi, termasuk data emisi, dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap proyek WtE.


Sementara itu, Chief Executive Officer Denera sekaligus Director Investment Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman, menegaskan bahwa keberhasilan proyek Waste-to-Energy juga membutuhkan tata kelola yang kuat.


Menurutnya, Denera menerapkan prinsip tata kelola yang ketat, mempelajari praktik terbaik dari berbagai negara, menggandeng investor global, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan tenaga kerja lokal.


“Kami mengajak seluruh masyarakat mendukung berbagai upaya penanganan sampah, mulai dari pemilahan hingga penerapan berbagai teknologi. Persoalan sampah sudah menjadi isu generasional yang memerlukan keterlibatan semua pihak,” kata Fadli.


Sebagai informasi, Danantara Indonesia telah membentuk PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus holding proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia. Perusahaan yang berdiri sejak 1 April 2026 itu akan mengelola investasi, pengembangan, dan operasional proyek PSEL bersama mitra konsorsium. (Risma)
Foto: Istimewa


Tinggalkan komen