Ternyata Kue Keranjang dan Dodol Betawi Tidak Sama

Jakartakita.com – Bagi warga keturunan Tionghoa, rasanya tak lengkap Imlek tanpa kehadiran kue keranjang atau yang dalam bahasa Mandarin dikenal dengan nama Nian Gao (年糕) atau dalam dialek Hokkian Tii Kwee (甜棵). Penganan berbahan baku beras ketan dan dicetak dalam keranjang kecil ini menjadi hidangan wajib dalam setiap perayaan Imlek yang merupakan perlambang bagi kemakmuran.

Bagi orang awam, kue Keranjang sering disebut dengan dodol. Walaupun sama-sama legit, kenyal dan manis, kue keranjang dan dodol memiliki perbedaan mendasar dalam pembuatannya.

Dodol menggunakan bahan gula merah atau gula aren dalam pembuatannya , dibentuk panjang-panjang dan dibungkus plastik , seperti yang juga dikenal dikalangan orang Betawi. Sementara Kue Keranjang tidak memakai gula merah , gula kawung ataupun gula aren , melainkan gula pasir. Proses ini bisa dilihat di spesialis pembuat Kue Keranjang seperti misalkan Kue Keranjang Nyonya Lauw di Pintu Air , Benteng , Tangerang.

Dodol di antaranya memakai bahan baku santan, sehingga mudah menjadi tengik dalam waktu beberapa bulan saja, sedangkan kue keranjang bisa tahan sampai setahun walau tidak disimpan di lemari es. Hanya saja biasanya kue keranjang yang sudah setahun akan mengeras seperti batu. Namun, rasa dan baunya masih sama. Anda hanya tinggal mengukusnya kemudia dihidangkan dengan parutan kelapa. Dan kue keranjang simpanan Anda bisa dinikmati.

dodol betawiimlekkue keranjangNyonya Lauw
Comments (0)
Add Comment