“Itu dipacu pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 12,2 persen pada akhir 2014 menjadi Rp530 triliun dari Rp472,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio NPL (non performing loan) terjaga di level 2,15 persen,” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G Sadikin, di Jakarta, Rabu (11/2).
Selain pertumbuhan kredit, kenaikan laba bersih ditopang pertumbuhan pendapatan operasional Rp5,9 triliun atau secara tahunan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp56,9 triliun. Juga dari pendapatan bunga bersih dan premi bersih yang tumbuh 14,8 persen menjadi Rp41,8 triliun, dan pembagian komisi Rp15,1 triliun.
Adapun untuk kredit sektor produktif tumbuh 13,9 persen mencapai Rp410,6 triliun di mana kredit investasi tumbuh 9,1 persen dan kredit modal kerja tumbuh 16,7 persen.
“Sementara kredit konstruksi tumbuh 19,1 persen diikuti industri pengolahan sebesar 15,5 persen,” kata Budi.