Jelang Eksekusi Mati ‘Bali Nine’, Tagar #BoycottBali Ramaikan Media Sosial

Jakartakita.com – Menjelang eksekusi terhadap terpidana mati dua warga negara Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, jagat media sosial heboh dengan tagar atau hashtag provokatif bertajuk #BoycottBali. Banyak warga Aussie mengancam boikot ke Bali jika pemerintah Indonesia tetap mengeksekusi mati dua anggota ‘Bali Nine’.

Perdana Menteri Tony Abbott bahkan memberi respon yang lebih keras. Ia memperingatkan akan kemungkinan terjadinya gangguan hubungan diplomatik kedua negara terkait persoalan yang jadi perhatian dunia tersebut. Tak berbeda dengan Menlu Australia Julie Bishop sudah mengancam Indonesia terkait dampak hukuman mati warganya pada bisnis di Bali. Warga Australia akan menghapus Bali sebagai tujuan wisata.

Menurut laporan dari surat kabar Sydney Morning Herald, Jaksa Agung Michael Kirby juga memprediksikan perjalanan liburan ke Bali mungkin akan berkurang peminatnya lantaran warga Australia akan lebih menyukai tempat lain, misalnya Fiji, Jepang, apabila eksekusi tetap dilakukan.

Sementara itu, dilaporkan dari situs lokal themusic.com.au, seorang penulis lagu kelahiran Melbourne, Australia David Franciosa, membatalkan kunjungan kerja samanya di Bali dan menyebutnya sebagai aksi boikot rencana liburan dan perjanjian bisnis di Indonesia.

Andrew Chan (31) dan Myuran Sukumaran (33) merupakan dua warga Australia yang menjadi pemimpin kelompok penyelundup heroin 8,3 kilogram di Bali, terkenal dengan nama ‘Bali Nine’. Keduanya dijatuhi hukuman mati, dan akan menjalani eksekusinya di Nusakambangan. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian tanggal berapa mereka akan dieksekusi.

#boycottcaliAustraliabali nineJulie BishopNusa KambanganTony Abbotttwitter
Comments (0)
Add Comment