Penurunan Harga Gas untuk Industri Tengah Diupayakan

Jakartakita.com – Kementerian Perindustrian akan mendorong penurunan harga gas, khususnya bagi industri, dengan melakukan koordinasi lintas instansi serta mengajukan usulan dan simulasi penurunan harga gas.

“Saat ini, Kementerian Perindustrian sedang dalam tahap finalisasi simulasi penurunan harga gas bumi sebagai faktor penunjang pembagunan industri yang tentu saja kami koordinasikan dengan kementerian terkait,” demikian disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Saleh mengatakan, salah satu faktor penting dalam pemenuhan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 – 8% dan peningkatan daya saing industri nasional adalah adanya jaminan ketersediaan bahan baku dan energi bagi industri.

Oleh karena itu, perlunya terobosan dan pemikiran alternatif bagi pemenuhan energi di masa mendatang.“Diversifikasi energi merupakan salah satu kunci bagi ketahanan dan kestabilan pasokan energi untuk masa kini dan masa yang akan datang,” ujarnya.

Menurut Saleh, Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) perlu mendapat perhatian, mengingat Indonesia memiliki sumber daya yang dibutuhkan dalam pengembangannya. Dalam beberapa penelitian yang sudah dilakukan, untuk menghasilkan 1 GWH, hanya diperlukan 1 ton thorium, sementara batubara perlu 3.500.000 ton untuk menghasilkan output yang sama.

Sebesar 48% energi Indonesia masih bergantung pada minyak bumi, 27% batubara, 21% gas bumi dan 3 % tenaga air. Dengan belum optimalnya penggunaan energi Indonesia, intensitas energi di Indonesia pun masih bisa dikatakan lebih boros dibandingkan negara lain, baik dari sisi penggunaan umum maupun dalam sektor industri.

“Salah satu sumber energi yang perlu mendapat perhatian adalah gas bumi yang ramah bagi industri, baik dari sisi supply maupun dari sisi harga,” tegas Saleh. Pada tahun 2014, konsumsi energi pada 7 industri lahap energi, yaitu baja, tekstil, pupuk, pulp & kertas, pengolahan kelapa sawit, semen dan keramik sebesar 99.937 GWH, utamanya pada sumber energi BBM, batubara, gas alam dan listrik.

gasindustrikementerian perindustriansaleh husin
Comments (0)
Add Comment