Ratusan Pengemudi Transjakarta yang Mogok Sudah Kembali Bekerja

foto: istimewa

Jakartakita.com – Sebelumnya diberitakan, sebanyak 130 pengemudi Transjakarta koridor V jurusan Pusat Grosir Cililitan (PGC)-Harmoni dan PGC-Ancol serta bus gandeng dengan rute Kampung Melayu-Ancol melakukan aksi mogok kerja pada Senin (1/3/2015). Mereka menuntut operator PT Jakarta Mega Trans (JMT) untuk menaikkan upah sebagaimana dijanjikan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yakni sebesar 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP) yang saat ini berada pada kisaran Rp 2,7 juta.

Setelah melakukan mogok  tiga hari terkait masalah upah tersebut. Hari ini, Kamis (4/6/2015), puluhan bus Transjakarta JMT sudah mulai keluar dari pul di Terminal Rambutan, Jakarta Timur sejak pagi. Berbeda ketika demo kemarin, puluhan bus tersebut parkir di halaman kantor JMT.

Menurut Direktur Operasional JMT Jane Tambunan seperti dilansir dari Kompas, para sopir telah memahami kebijakan perusahaan. Pihaknya saat ini tak dapat mengakomodasi tuntutan sopirnya. Operator lain yang membayar gaji sopirnya 3,5 x UMP adalah yang terikat kontrak baru dengan bus baru.

Jane menjelaskan, JMT terikat kontrak lama dengan Transjakarta. Upah yang diberikan saat ini sesuai dengan kontrak tersebut. Pihak JMT sendiri diberi waktu satu tahun untuk memperbaharui kontrak. Syaratnya yakni dengan melakukan pengadaan bus baru.

PT Transjakarta telah menjatuhkan sanksi kepada JMT akibat masalah internal operator tersebut. Sementara pihak JMT menolak memenuhi tuntutan sopirnya. JMT beralasan, mereka terikat kontrak lama dengan Transjakarta.

BuswayPemprov DKITransjakarta
Comments (0)
Add Comment