Jordan Sabet Gelar Profesional Pertama

Jakartakita.com – Seri I Indonesian Golf Tour (IGT) selalu menampilkan wajah baru dalam daftar para juara. Kali ini, Jordan Surya Irawan mengukir namanya sebagai kampiun di Seri I Indonesian Golf Tour 2016 co-presented by OB Golf and Ancora Sports di Sawangan Golf Club pada Kamis (18/2/2016).

Jordan mencetak gelar profesional pertamanya setelah mengakhiri permainan di putaran terakhir dengan skor 71 (satu-di bawah par), sehingga mengumpulkan skor total 212 (empat-di bawah par). Pegolf berusia 20 tahun ini hanya unggul satu pukulan dari Rifqi Alam yang menyodok ke posisi kedua.

“Ini merupakan hasil positif dari apa yang sudah saya terapkan selama tiga hari ini. Kontrol emosi, bersahabat dengan pressure. Saya sudah mencapai hasil terbaik tanpa terbebani dengan berbagai hal yang justru merusak permainan saya,” jelas Jordan. Pertarungan mental ini kemudian dimenangi Jordan dengan raihan uang Rp34 juta sebagai hadiah atas keberhasilannya memenangi Seri I Indonesian Golf Tour 2016 co-presented by OB Golf and Ancora Sports.

Selain tekanan mental dari dalam, Jordan yang membuat tiga birdie yang dikurangi dua bogey pun harus berhadapan dengan kengototan Rinaldi Adiyandono, Benita Y. Kasiadi, dan Ian Andrew dalam mengejar skor. Rinaldi yang sudah mencapai hole 13 bahkan sempat bersanding dengan Jordan yang berada di dua grup belakangnya di puncak leaderboard dengan skor total sementara 4 under. Sayang, double bogey di hole 14 langsung menggusur Rinaldi ke posisi T-3 hingga hole terakhir.

Benita yang bermain di depan grup Rinaldi pun menempel ketat para pemimpin leadeboard dengan skor total sementara 3 under hinggal hole 15. Namun, sisa tiga hole berikutnya tidak mampu dimanfaatkan dengan baik, bahkan Benita harus membuat bogey di hole 18. Ia pun harus puas di posisi T-3 dengan Rinaldi dan Kurnia Herisiandy.

“Hari ini pukulan saya kurang bagus. Banyak peluang yang terbuang percuma,” kata peraih tiga gelar juara IGT 2015.

Ian yang bermain kesetanan selama 17 hole tanpa bogey dengan skor total sementara 3 under membuat pertarungan di papan atas sangat ketat. Seperti halnya Benita, Ian pun membuat kesalahan di hole 18 dan berakhir dengan double bogey.

Rifqi Alam justru tampil mengejutkan. Setelah berhasil menjaga konsistensi permainan selama dua hari dengan skor total sementara 1 under, atlet asal DKI Jakarta tersebut perlahan-lahan menapaki ke arah puncak leaderboard.

Setelah menyelesaikan sembilan hole pertama dengan skor total sementara 2 under melalui tiga birdie dan dua bogey, Rifqi sempat menambah perolehan 3 under di hole 10, tetapi kembali ke 2 under di hole 11. Pegolf berusia 18 tahun ini akhirnya mengunci keunggulannya menjadi 3 under di hole 17, yang menempatkannya di posisi kedua sekaligus meraih gelar juara “the Low Amateur”.

“Permainan saya mulai terasa nyaman setelah hole 5. Hasil ini merupakan pencapaian terbaik saya di IGT. Selama ini keikutsertaan saya di ajang ini adalah mengasah kemampuan saya sekaligus mencetak lebih banyak skor di bawah par,” ujar juara Kejurnas Junior 2015, yang pernah 2-3 kali tampil di IGT 2015.

Sementara, Juriah sudah memastikan diri sebagai Low Ladies Amateur. Atlet asal DKI Jakarta yang menutup permainan dengan skor 72 (even par) dan skor total 220 (empat-di atas par).

“Karena sudah pasti juara, saya akhirnya lebih fokus memperbaiki skor. Targetnya adalah main under, tetapi rupanya targetnya meleset. Selain itu, ini pun menjadi ajang ujian bagi stamina saya untuk bermain selama tiga hari berturut-turut.

ancoraGolfigtjordanjuaraob golfSawanganseri I
Comments (0)
Add Comment