Tantangan Amida Sumbar Jelang HUT Museum Indonesia ke-5 Tahun 2020

Program Kerja AMI juga terkait rencana kegiatan untuk peningkatan dan pelatihan teknis SDM pengelola Museum seperti Tenaga Kurator, Konservator, Preparator, Registrar,  Pemandu, dan Marketing Museum, AMI akan membuat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Museum untuk peningkatan kualitas SDM Pengurus dan Anggota sebagai pelaku dan pengelola Museum, Melakukan Virtual Meetting untuk mengatasi masalah pandemi covid-19 dengan Amida se Indonesia.

AMI juga memberikan bantuan masker kesehatan 500 peace dan masker kain 1000 peace, face shield 5 buah, dan alat semprot disinfectan 1 buah serta uang tunai untuk Amida se-Indonesia sebesar Rp. 2.500.000,-, memfasilitasi anggaran untuk revitalisasi museum non pemerintah sebesar Rp. 200.000.000,-  Tahun 2021-2022, untuk masing-masing Amida se-Indonesia, dan terus membangkitkan semangat dan menumbuhkembangkan museum Nusantara dengan program-programnya.

Saat ini Amida Sumbar juga tengah merampungkan feasibility study untuk pendirian Museum Bareh Solok, survei beberapa alternatif untuk kajian kelayakannya sudah dilakukan, dan juga aktif dalam memajukan Museum Tuanku Imam Bonjol.

Untuk menjalankan program kerja Amida Sumbar, Noviyanty menghadapi tantangan, karena pandemi Covid-19 masih terus menunjukkan peningkatan. Selain itu juga karena minimnya anggaran dan fasilitas pendukung, SDM Teknis Pengelola Museum sangat sedikit, dukungan pemerintah daerah masih kurang, dan museum masih belum menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Namun Noviyanty tetap optimis karena sudah ada dukungan Anggaran Pemerintah Pusat untuk Revitalisasi Museum sejak 2012 dan DAK Nonfisik Museum dari Pemerintah Pusat sejak 2019 sampai sekarang. Juga di masa pandemi ini, AMI Pusat terus  memberikan dukungan terhadap Amida se-Indonesia dan membahas permasalahan museum dengan melaksanakan Rapim dan Rakor. (Muhammad Fadhli)

Comments (0)
Add Comment