Jakartakita.com – Tema film Indonesia makin beragam, salah satunya tentang proses taaruf dalam Islam lewat film Tak Kenal Maka Taaruf yang segera tayang di bioskop. Film produksi Yahywa Titi Mangsa ini menjadi debut penyutradaraan Toma Margens, putra aktor legendaris mendiang Toro Margens.
Film ini mengisahkan tentang Zoya (Saskia Chadwick), mahasiswi kedokteran yang memegang teguh kaidah-kaidah agama. Zoya Memiliki prinsip kuat tentang konsep pernikahan tanpa pacaran. Zoya punya dua kakak mengalami kegagalan cinta yang sangat traumatis sehingga menjadi faktor Zoya mengidap Philophobia (takut jatuh cinta).
Zoya bertemu dengan Faris (Fadi Alaydrus), mahasiswa teknologi kelautan, ganteng, tinggi dan seorang vokalis. Zoya benci pada pandangan pertama kepada Faris. Gadis itu merasa sangat terganggu dengan suara bising motor Faris setiap kali pergi sholat ke masjid kampus
Sementara Cleopatra (Dinda Mahira), mahasiswi metropolis, cantik, enerjik dan agresif. Fans berat Faris. Jatuh cinta dan mengejar Faris mati-matian. Di sisi lain, Zoya juga didekati seorang pria bernama Salahudin yang ingin taaruf dengannya dan kenal dekat dengan keluarga Zoya. Di tengah kegalauan akan perasaan cintanya, Zoya harus menghadapi kenyataan pahit ayahnya yang mendadak berpulang.
“Kami persembahkan film ini untuk remaja yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Kami beranikan diri mengangkat tema yang berbeda lewat film ini dengan memadukan kondisi sosial di masyarakat dan kondisi ideal yang masih jarang diterapkan,” kata Toma Margens usai press screening Tak Kenal Maka Taaruf di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 November 2025.
Fadi Alaydrus, Saskia Chadwik, dan Dinda Mahira sangat antusias menyambut penayangan film ini. “Buat aku, film ini kekinian banget. Memberikan opsi pencarian pasangan hidup dengan proses yang baik sesuai kaidah agama Islam,” ucapr Fadi Alaydrus yang berperan Faris.
“Aku harus hati-hati dalam menjaga karakter Faris karena bertolak belakang dengan sifat asliku yang extrovert. Aku juga masih suka becanda agak beda sama Faris yang religious. Untungnya teman-teman sangat kompak dan jadi saling bantu membangun karakter saat syuting,” tambahnya.
Saskia yang berperan sebagai Zoya juga sama-sama antusias. Dia berharap film ini tidak Cuma menjadi hiburan tetapi juga tuntunan buat anak muda.
“Pas nonton film rasanya kayak mengingat pesan papa untuk menjaga diri dari pergaulan bebas. Tapi tetap menarik bikin baper dan ketawa-ketawa sendiri. Malahan aku merasa taaruf ternyata nggak sekaku yang aku bayangkan sebelumnya dan bisa disesuaikan dengan kondisi sekarang,” ungkapnya.
Executive Produser, Dedy Suherman mengamini hal tersebut. “Memang waktu mempersiapkan film ini bersama empat produser lain yaitu pak Wahyudi, Mohamad Salim, dan Erick Wahyudyono pemikirannya sama. Kami bapak-bapak yang gelisah dengan pergaulan anak muda sekarang. Makanya ngasih tuntunan lewat film supaya nggak terkesan menggurui,” terangnya.
“Pas nulis skenario saya bayangin membuat cerita ini untuk remaja yang mulai mapan dan mencari hubungan serius. Tapi kan nggak semua orang bisa seperti Gen Z bersabar dengan proses pengenalan yang memakan waktu lama. Jadi sebenarnya taaruf itu ideal sekali untuk diterapkan,” terang penulis Mim Yudiarto.
Bisa dibilang, Tak Kenal Maka Taaruf cukup berhasil menggambarkan taaruf dalam nuansa kekinian dan tidak sekaku yang mungkin selama ini menancap di pikiran banyak orang. Tak ada kesan menggurui, nuansanya ringan dan menghibur tapi tetap sesuai dengan kaidah dan ajaran Islam.
Harapan para kreator agar film ini bisa sebagai tontonan sekaligus tuntunan yang positf rasanya bisa tercapai. Jadi jangan sampai ketinggalan nonton film Tak Kenal Maka Taaruf mulai Kamis, 13 November 2025 di bioskop di seluruh Indonesia. (Henry)