Biodiversitas Jadi Peluang Regeneratif yang Memungkinkan Alam, Manusia, dan Bisnis Bertumbuh Bersama

Jakartakita.com – Biodiversitas termasuk fondasi kehidupan, budaya, dan ketahanan ekonomi. Namun dalam praktik ekonomi dan kebijakan global, nilai alam kerap diukur dari seberapa jauh ia dianggap produktif dan menguntungkan.

Ketika hutan dan lahan dipersepsikan sebagai ruang pasif atau tidak bernilai, tekanan terhadap aktivitas ekstraktif pun meningkat—memberikan keuntungan jangka pendek, tapi melemahkan daya dukung alam, komunitas, dan sistem kehidupan dalam jangka panjang.

Beauty Science Tech 2026. foto: ParagonCorp

Sebagai bagian dari rangkaian Beauty Science Tech (BST) 2026 yang digelar pada 21-25 Januari 2026, ParagonCorp menggelar forum diskusi publik bertajuk “From Forest to Fragrance: Regenerating Biodiversity for People, Planet, and the Future” di City Hall, Pondok Indah Mall 3 (PIM 3), Jakarta Selatan.

Forum ini menjadi ruang refleksi bersama bagi pelaku industri, mitra global, dan komunitas untuk membahas bagaimana biodiversitas dapat diposisikan bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dilindungi, tetapi sebagai peluang regeneratif yang memungkinkan alam, manusia, dan bisnis bertumbuh bersama.

Diskusi yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026 ini dimoderatori oleh Eco-product Design Project Lead ParagonCorp, Yessica Berliana Megistriani.

Yessica membuka percakapan dengan menekankan bahwa menjaga hutan tidak sebatas menjaga kawasan lindung, tetapi juga merawat ekosistem, budaya, dan peradaban yang hidup di dalamnya. Menurutnya, perlindungan biodiversitas membutuhkan pendekatan sistemik yang tidak saling menyalahkan, melainkan mengajak semua pihak untuk bergerak maju secara kolektif.

Beauty Science Tech 2026. foto: Jakartakita.com/Henry

Dalam diskusi tersebut, Deb Mahatma (Deb Olfaxtory), seorang fragrance influencer, membahas keterkaitan antara wewangian, identitas, dan memori dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa aroma diproses di area otak yang berkaitan langsung dengan emosi dan ingatan, menjadikan wewangian bagian penting dari keseharian manusia.

Seiring meningkatnya kesadaran konsumen, pertanyaan tentang asal-usul bahan, cara produksi, dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi semakin relevan dalam membentuk nilai sebuah produk.

Dari sisi industri, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa menegaskan bahwa bahan alami merupakan fondasi penting dalam industri kecantikan dan wewangian.

Ia menjelaskan bahwa praktik sourcing yang bertanggung jawab menjadi pijakan utama keberlanjutan, serta menekankan bahwa perjalanan menuju regenerasi tidak harus dimulai dari kondisi sempurna. Memulai langkah, menetapkan target, dan terus berkembang dinilai lebih penting daripada menunggu kesiapan ideal yang sering kali tidak pernah datang.

Karena itu, ParagonCorp secara bertahap mendorong praktik sourcing yang lebih bertanggung jawab melalui kolaborasi dengan fragrance house yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan, sekaligus berinvestasi pada inovasi untuk merancang bahan dan formulasi yang semakin regeneratif.

Dari perspektif global, Kate McCoy dari Partnerships for Forests (P4F) menyoroti bagaimana biodiversitas dan hutan kini dipandang sebagai bagian dari solusi perubahan iklim dan ketahanan sistem ekonomi. Ia menjelaskan bahwa pengembangan bioekonomi dan kemitraan lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan bisnis yang tangguh sekaligus menjaga lanskap hutan tetap hidup.

Melalui kolaborasi antara sektor publik dan privat, pendekatan ini tidak hanya memperkuat keamanan pasokan industri, tetapi juga membangun ekosistem yang memberikan manfaat luas bagi manusia dan alam.

Selain diangkat melalui forum diskusi, topik biodiversity ini juga dihadirkan melalui Zona Hall of Purpose, sebuah multi-sensory immersive experience berbagai inisiatif sustainability yang dilakukan ParagonCorp.

Lebih spesifiknya di experience Biodiversity dan Sounds of The Wild. Di experience Biodiversity , pengunjung dapat melihat dan mencium beberapa contoh natural ingredients yang digunakan dalam produk-produk ParagonCorp, harapannya pengunjung jadi merasakan bahwa biodiversitas adalah hal yang dekat dan ada di kehidupan sehari-hari kita.

Sedangka di experience Sounds of The Wild, pengunjung diajak mendengar dan melihat beberapa hewan yang turut terlindungi dengan adanya program konservasi yang ParagonCorp lakukan bersama Indika Nature.

Melalui kedua experience ini, semoga semakin banyak masyarakat yang sadar betapa penting dan dekatnya isu biodiversitas ini bagi kehidupan kita. Alam bisa terus berjalan tanpa campur tangan manusia, tetapi kita sebagai manusia banyak bergantung pada kesehatan alam sekitar kita.

Melalui rangkaian forum ini, ParagonCorp mengajak industri dan masyarakat luas untuk memandang biodiversitas bukan sekadar sumber daya, melainkan fondasi kehidupan dan peluang regeneratif. Perubahan dapat dimulai dari keberanian untuk melangkah–membangun praktik yang lebih bertanggung jawab, mendorong inovasi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ketika alam diperlakukan sebagai sistem yang dapat dipulihkan, bukan dieksploitasi, masa depan yang lebih seimbang bagi manusia, planet, dan industri dapat terus dibangun bersama. (Henry)

Comments (0)
Add Comment