Groundbreaking PSEL Bali Dinilai Jadi Langkah Maju Penanganan Sampah Berkelanjutan

Jakartakita.com – Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Edy Supriyanto, menilai groundbreaking proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali sebagai langkah maju pemerintah dalam mempercepat penanganan sampah berkelanjutan di Indonesia.


Proyek yang berlokasi di Pedungan, Denpasar Selatan, itu merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Fasilitas PSEL Bali dirancang mampu mengolah 1.500 ton sampah per hari dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester pertama 2028. Proyek ini dikelola PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) di bawah Danantara Indonesia.


Menurut Edy, kehadiran fasilitas Waste-to-Energy dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.


“Persoalan sampah di Indonesia membutuhkan berbagai solusi. Kehadiran WtE menjadi salah satu langkah untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat,” ujar Edy.


Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan proyek sangat bergantung pada sistem pengelolaan sampah sejak dari sumber. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi sebaiknya dipilah dan didaur ulang terlebih dahulu, sementara residunya baru diolah menjadi energi.


Edy juga mengingatkan bahwa PSEL bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang mencakup pengurangan sampah, pemilahan, daur ulang, hingga pemrosesan akhir di tempat pembuangan.


Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri daur ulang, masyarakat, hingga kelompok pemulung agar transformasi pengelolaan sampah tetap memberikan manfaat ekonomi secara merata.


Sementara itu, Denera menargetkan proyek PSEL Bali mampu membuka 700 hingga 1.200 lapangan kerja hijau, terdiri dari sekitar 500–1.000 tenaga kerja selama masa konstruksi dan sekitar 200 pekerja saat fasilitas mulai beroperasi. (Risma)

ADUPIBaliDanantara IndonesiaDeneraEdy SupriyantoEkonomi Sirkularenergi terbarukanlingkungan hidupPengolahan Sampahproyek strategis nasionalPSEL Balisampahwaste to energyWtE
Comments (0)
Add Comment