Swara Jakarta ’80s Perkenalkan Master Song “Betawi Mash Up” untuk Lestarikan Budaya Betawi

Jakartakita.com — Komunitas paduan suara Swara Jakarta ’80s (SJ’80s) meluncurkan Master Song terbaru berjudul “Betawi Mash Up”, sebuah aransemen kreatif yang memadukan dua lagu tradisional Betawi dengan judul Kicir-Kicir dan Sirih Kuning, dalam komposisi yang segar, enerjik, dan modern.

Karya ini diaransemen oleh Music Arranger dan Vocal Director SJ’80s, Pujo Herlambang, dengan format enam pecahan suara—Sopran, Mezzo, Alto, Tenor, Bariton, dan Bass—yang dinyanyikan secara harmonis oleh seluruh anggota paduan suara.

Foto: Edi Triyono/Jakartakita.com

SJ’80s merupakan komunitas paduan suara lintas alumni dari 48 alumni SMA di Jakarta yang
saat ini beranggotakan 130 orang. Para anggotanya adalah para senior dekade 80-an yang
tetap aktif berkarya dan menjadikan musik sebagai ruang kebersamaan sekaligus ekspresi
kreatif lintas generasi.

Pujo Herlambang, Coach SJ 80’s mengungkapkan pemilihan lagu Betawi dalam karya ini dilatarbelakangi oleh
kecintaan terhadap budaya lokal serta keinginan menghadirkan interpretasi baru terhadap
lagu tradisional agar tetap relevan bagi generasi masa kini. Proses kreatifnya melalui tahapan penyusunan aransemen, latihan vokal intensif per section, hingga rekaman akhir yang
melibatkan seluruh anggota SJ’80s.

Melalui “Betawi Mash Up”, SJ’80s ingin menunjukkan bahwa lagu tradisional dapat dihadirkan
kembali dengan pendekatan musikal yang modern tanpa kehilangan identitas budayanya,” ucap Pujo dalam Konferensi pers di Aula BPH Migas, Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Foto: Edi Triyono/Jakartakita.com

Pembina Swara Jakarta ’80s (SJ 80’s), Yanto Herlambang, menyampaikan bahwa karya terbaru bertajuk “Betawi Mash Up” telah dirilis dan diaransemen oleh Pujo, serta dinyanyikan bersama oleh para anggota Swara Jakarta ’80s. Lagu tersebut kini sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube.

Menurut Yanto, karya ini diharapkan menjadi bagian dari legacy Swara Jakarta ’80s dalam memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam melestarikan budaya Betawi di Jakarta.

Komunitas SJ 80’s sendiri terdiri dari hampir 50 sekolah di seluruh Jakarta, dengan para anggota yang merupakan lulusan angkatan 1980 hingga 1989. Yanto mengaku tidak menyangka komunitas ini bisa berkembang pesat, mengingat awalnya hanya bermula dari pertemuan santai.
“Saya juga ikut mendirikan komunitas ini tahun lalu. Awalnya hanya ngobrol-ngobrol dan sering bernyanyi bersama. Daripada terus karaoke dan lama-lama kehabisan uang, akhirnya kami memutuskan untuk membentuk paduan suara. Dari situlah lahir Swara Jakarta ’80s yang kemudian dilatih oleh Mas Pujo,” jelasnya.

Ke depan, SJ 80’s berencana membawakan berbagai lagu dari era 1980-an sekaligus mencoba melestarikan lagu-lagu Betawi hingga lagu-lagu internasional.

Foto: Edi Triyono/Jakartakita.com

Sementara itu, Ketua Umum Swara Jakarta ’80s, Raditya Padmawangsa, menyampaikan bahwa dirinya mendapat amanah untuk membangun komunikasi dan memperkuat komunitas ini agar menjadi ruang kebersamaan yang penuh kebahagiaan bagi para anggotanya.

“Saya mendapat amanah untuk membangun komunikasi ini menjadi sebuah komunitas yang menarik, yang membawa rasa enjoy dan happiness bagi semua. Karena itu kami juga membangun struktur organisasi yang lebih baik agar komunitas ini bisa dikelola dengan baik oleh orang-orang yang memiliki semangat yang sama,” ujarnya.

Raditya menambahkan bahwa keunikan komunitas ini menjadi kekuatan tersendiri dalam mengembangkan organisasi ke depan.

“Ini adalah sejarah bagi kami. Kami ingin Swara Jakarta ’80s dikenal luas oleh masyarakat Jakarta. Kami juga memiliki mimpi besar untuk suatu saat dapat menggelar konser bersama sebagai bagian dari perjalanan komunitas ini,” tuturnya.

Saat ini “Betawi Mash Up” telah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti
Spotify, Apple Music, dan YouTube, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas, baik pecinta musik vokal grup maupun paduan suara.

Ke depan, SJ’80s juga tengah mempersiapkan konser spesial yang direncanakan digelar
dalam rangka perayaan HUT DKI Jakarta mendatang, sebagai bentuk apresiasi terhadap
budaya Betawi sekaligus perayaan kebersamaan para senior dekade 80-an yang terus
berkarya melalui musik.

Comments (0)
Add Comment