Jakartakita.com – Film terbaru dari Starvision Plus, Shaka Oh Shaka menambah variasi tema film layar lebar Indonesia. Shaka Oh Shaka menyajikan aktor Kiesha Alvaro sebagai sosok musisi rock bernama Shaka Antares.
Film garapan Dinna Jasanti ini diadaptasi dari kisah Alternative Universe populer karya Jocelyn Suherman, adik dari penyanyi dan aktor Joshua Suherman.
Film ini mengisahkan Ocel, seorang penggemar yang tanpa sengaja bertemu idolanya, Shaka, musisi terkenal yang sedang naik daun. Pertemuan tak terduga membuat hubungan mereka berkembang dari sekadar fans dan idola menjadi kisah asmara. Awalnya, hubungan tersebut terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi Ocel.
Namun seiring waktu, Ocel mulai melihat sisi lain dari Shaka sebagai manusia biasa, bukan sosok idola yang selama ini ia kagumi. Perbedaan kehidupan, tekanan dari penggemar, sampai jadwal yang padat perlahan menguji hubungan mereka. Shaka harus menjalani tur panjang keliling sedangkan Ocel dengan kuliah dan organisasinya.
Ocel pun dihadapkan pada dilema antara cinta dan kekaguman, serta pertanyaan besar apakah hubungan mereka bisa bertahan di tengah realitas yang ada.
Dalam mendalami karakter tersebut, Kiesha mengaku banyak terinspirasi dari sang ayah, Pasha Ungu. Pengalaman melihat langsung penampilan ayahnya di atas panggung membuatnya memahami karisma seorang rockstar tanpa harus melakukan riset mendalam.
Sebagai anak, sejak masih kecil Keisha tentu sudah sangat paham dan hapal dengan karakter ayahnya sehari-hari.
Karakter Shaka digambarkan mengalami perubahan sikap menjadi lebih egois dan kekanak-kanakan. Hal ini terutama terlihat dalam hubungan Shaka dengan Ocel, yang membuat karakter tersebut terasa semakin menyebalkan.
Arla Ailani, yang memerankan Ocel, menilai karakter Shaka sebagai sosok keras kepala dan cenderung egois. Arla juga mengungkapkan bahwa memerankan Ocel menjadi pengalaman yang cukup menantang, baik secara fisik maupun emosional.
“Perbedaan kepribadian yang jauh antara aku dan karakter Ocel sempat bikin aku merasa tegang, bahkan pernah hampir pingsan saat proses syuting,” ungkap Arla usai press screening di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, 30 April 2026.
Namun, seiring berjalannya waktu, Arla justru menemukan kedekatan emosional dengan karakter tersebut. Ia merasa Ocel mencerminkan dirinya di masa lalu, sehingga semakin sulit baginya untuk melepaskan peran itu setelah syuting selesai.
Dari sisi musik, penata musik Haryo Pati menekankan keaslian vokal dalam film ini. Ia memuji kemampuan Arla dalam menyampaikan emosi melalui lagu tanpa banyak proses penyuntingan.
Produser Chand Parwez Servia dari Starvision Plus menyebut film ini dirancang menghadirkan sensasi menonton layaknya konser musik. Ia juga berharap kisah cinta dalam film ini dapat menjadi cerminan bagi penonton dalam memahami dinamika percintaan.
“Film menjanjikan pengalaman sinematik yang utuh dan segar bagi para penikmat film Indonesia. Menurut saya ini adalah kisah yang bisa menjadi referensi untuk kalian yang sedang jatuh cinta, yang akan jatuh cinta, yang pernah jatuh cinta. Selain itu, nonton menonton film berasa nonton konser,” ujar Chand Parwez.
Menariknya lagi, acara press screening tersebut juga menghadirkan konser mini yang menampilkan Keisha, Arla dan beberapa pemain Shaka Oh Shaka.
Film yang disutradarai oleh Dinna Jasanti ini menghadirkan deretan pemain seperti Kiesha Alvaro, Arla Ailani, Joshua Suherman, Adzana Ashel, Artika Sari Devi, Vira Yuniar, Clairine Clay, Teuku Rizky, Amel Carla, Sadana Agung, Dennis Adhiswara, Maisha Kanna dan Leya Prinsy.
Film Shaka Oh Shaka yang mengangkat lika-liku kisah asmara yang unik antara penggemar dan idolanya ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026. (Henry)