Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Bawa Pesan Persahabatan dan Mengangkat Budaya Lokal

Jakartakita.com – Salah satu film Indonesia yang akan tayang di momen Lebaran Idul Adha adalah Sekawan Limo 2: Gunung Klawih produksi Starvision bersama Skak Studios. Film horor-komedi ini merupakan sekuel dari Sekawan Limo (2024), yang berhasil meraih 2,5 juta penonton.

Film ini melanjutkan kisah lima sahabat, yaitu Bagas, Lenni, Juna, Andrew, dan Dicky, tiga tahun setelah pengalaman mistis mereka di Gunung Madyopuro. Persahabatan mereka semakin erat hingga akhirnya berkumpul dalam acara ulang tahun anak Andrew.

Foto: Instagram @starvisionplus

Namun, suasana hangat tersebut berubah mencekam ketika keluarga Andrew diketahui terancam menjadi tumbal pesugihan. Demi menyelamatkan keluarga sahabatnya, mereka memutuskan pergi ke Gunung Klawih, tempat angker yang dipenuhi misteri dan teror dunia gaib.

Dibandingkan film pertamanya, nuansa horor dalam Sekawan Limo 2: Gunung Klawih hadir lebih kuat dan menegangkan. Meski begitu, ciri khas humor Jawa Timuran tetap dipertahankan sehingga membuat film ini terasa seram sekaligus menghibur.

Selain menyuguhkan petualangan dan teror supranatural, film ini juga menghadirkan pesan tentang persahabatan, pengorbanan, dan bahaya mencari jalan pintas demi kekayaan maupun kekuasaan.

Menurut sutradara sekaligus pemain utama Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Bayu Skak, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih menghadirkan hiburan dan ruang refleksi untuk memutus siklus kebencian dari masa lalu.

“Film ini menghibur tapi ada beberapa pesan,yang intinya kita harus belajar bahwa pilu dibalas dengan pilu akan melahirkan pilu lagi. Jadi, jangan sampai melakukan hal seperti itu, kita harus bersatu padu,” terang Bayu dalam konferensi pers usai press screening di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Mei 2026.

Bayu Skak juga mengapresiasi dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam pelaksanaan produksi film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih.

Foto: Instagram @starvisionplus

Bayu menyampaikan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif membantu menghubungkan tim produksi film dengan pemangku kepentingan terkait di lokasi syuting di wilayah Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

“Dukungan ada dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Pak Menteri Riefky juga menyambungkan kami, menyambungkan ke Bupati Malang seperti itu. Jadi ada rekomendasi gitu, dan itu sangat membantu sekali,” ungkap Bayu.

Sementara itu pemain lainnya, Karina Moudy mengemukakan bahwa muatan budaya menghadirkan daya tarik luar biasa pada film Sekawan Limo 2, seperti penggunaan bahasa Jawa dalam hampir seluruh adegan.

“Film ini membawa budaya Indonesia dengan menjadi salah satu film yang secara total berbahasa Jawa, itu menjadikan daya tariknya luar biasa,” kata Puteri Indonesia Pariwisata 2026 yang baru debut di layar lebar lewat Sekawan Limo 2.

Karina berharap bahasa dan budaya lokal lebih banyak diangkat dalam proyek-proyek film berikutnya. Penampilan bahasa, tradisi, dan budaya lokal dalam film diharapkan bisa mendorong perkembangan industri kreatif dan pariwisata daerah.

Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih yang dibintangi Bayu Skak, Nadya Arina, Benedictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Audya Ananta, Joshua Suherman, Elsa Japasal, Gisella Anastasia, Cak Kartolo, Ning Tini, Ferry Salim, Ellea Candice, Cak Ukil, Furry Setya, Tutus Thomson, Brandon Salim, Irwan Pramujito, Yongki Setyabudi, Devina Aureel, dan Karina Moudy ini tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026. (Henry)

Comments (0)
Add Comment