Jakartakita.com – Kabar baik bagi wisatawan Indonesia yang ingin berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA). Otoritas imigrasi UEA kini memperluas program izin masuk kunjungan 14 hari dengan persetujuan awal (pre-approved) kepada warga negara Indonesia yang bepergian menggunakan maskapai Emirates.
Program ini juga berlaku bagi warga Afrika Selatan, Thailand, Filipina, Kenya, dan Vietnam yang melakukan perjalanan ke UEA menggunakan Emirates dengan tiket pulang-pergi atau tiket lanjutan yang telah dikonfirmasi.
Melalui program ini, proses pengajuan izin masuk dilakukan secara daring melalui Dubai Visa Processing Centre (DVPC) yang dikelola VFS Global, mitra resmi layanan visa Emirates sejak 2002.
Chief Commercial Officer dan Head of Business Development VFS Global, Jiten Vyas, mengatakan kebijakan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengalaman perjalanan menuju UEA.
“Melalui kemitraan jangka panjang kami dengan Emirates dan kapabilitas digital VFS Global, kami menghadirkan proses pengajuan visa yang lebih cepat dan lancar guna mendukung visi UEA sebagai destinasi global yang mudah diakses,” ujarnya.
Agar memenuhi syarat, pemohon harus bepergian menggunakan Emirates dengan masa tinggal di UEA lebih dari 48 jam dan maksimal 14 hari. Rencana kedatangan juga harus berada dalam waktu 30 hari sejak pengajuan.
Selain itu, pemohon wajib memiliki izin tinggal yang masih berlaku minimal enam bulan dari salah satu negara tertentu, seperti Australia, Kanada, negara-negara Uni Eropa, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Singapura, Inggris, atau Amerika Serikat. Khusus pemegang izin tinggal Amerika Serikat, hanya Green Card yang memenuhi syarat, sedangkan visa pelajar tidak termasuk.
Program ini diharapkan semakin mempermudah wisatawan melakukan perjalanan singkat ke UEA untuk keperluan wisata, bisnis, maupun transit, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai salah satu pusat pariwisata dan bisnis dunia.
Selama lebih dari 24 tahun bermitra dengan Emirates, VFS Global telah memproses lebih dari tiga juta permohonan visa UEA. Saat ini perusahaan mengoperasikan 27 pusat aplikasi visa di 15 negara dan melayani pengajuan visa daring bagi pelancong dari lebih dari 180 kewarganegaraan. (Risma)