Jakartakita.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus memperkuat transformasi digital guna mendukung pengembangan energi panas bumi nasional. Melalui ajang G-Bionic Mid-Year Achievement 2026, PGE memperkenalkan lima inovasi digital yang menjadi fondasi baru dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat target pengembangan kapasitas panas bumi hingga 3 gigawatt (GW).
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, mengatakan transformasi digital kini menjadi bagian penting dari cara kerja perusahaan.
“Kami sedang bergerak menuju tingkat maturitas digital yang lebih maju. G-Bionic bukan sekadar proyek teknologi, tetapi cara baru kami bekerja agar lebih cepat, efisien, dan mampu mewujudkan visi sebagai world leading geothermal producer,” ujarnya.
Lima inovasi digital yang diperkenalkan meliputi G-COMPASS untuk manajemen kontrak dan pengadaan, PEDAS sebagai dashboard pemantauan proyek secara real-time, PIMS Historian untuk monitoring operasional, GENIUS sebagai asisten kerja berbasis kecerdasan buatan (AI), serta G-ENERGYZER sebagai platform asesmen kompetensi karyawan.
Menurut PGE, implementasi ekosistem digital tersebut telah memberikan hasil nyata. Salah satunya melalui PIMS Historian yang berhasil mengoptimalkan kinerja Hot Well Pump di PLTP Ulubelu sehingga meningkatkan kapasitas produksi listrik lebih dari 2 MW. Optimalisasi tersebut menghasilkan value creation sekitar US$312 ribu atau setara Rp5,15 miliar.
Sementara itu, G-COMPASS mampu meningkatkan efisiensi tata kelola dengan memangkas waktu peninjauan kontrak lebih dari 60 persen serta mempercepat proses persetujuan dokumen hingga 70 persen.
PGE juga mengembangkan GENIUS, platform AI internal yang dirancang dengan sistem keamanan tinggi dan terintegrasi dengan data operasional perusahaan sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data tanpa mengorbankan keamanan informasi.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan transformasi digital yang dijalankan selama tiga tahun terakhir mulai menunjukkan hasil yang terukur.
“Apa yang kami capai membuktikan bahwa budaya kerja berbasis data mampu menciptakan efisiensi nyata. Inisiatif digital PGE bahkan mulai dilirik untuk direplikasi oleh berbagai pihak. Ini merupakan komitmen kami menjadi pemimpin inovasi digital sekaligus mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional,” katanya.
Melalui integrasi teknologi di seluruh lini bisnis, PGE optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai geothermal centre of excellence sekaligus mempercepat pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi bersih andalan Indonesia. (Risma)