DPR Apresiasi Laba Himbara Rp39,92 Triliun pada Kuartal I 2026, Dinilai Bukti Transformasi Danantara

Jakartakita.com – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengapresiasi kinerja keuangan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada kuartal I 2026. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan transformasi BUMN sektor jasa keuangan di bawah Danantara mulai membuahkan hasil.


Sepanjang kuartal I 2026, lima bank anggota Himbara membukukan laba bersih gabungan sebesar Rp39,92 triliun. Sementara itu, Pegadaian mencatat laba bersih Rp4,38 triliun, sedangkan PNM telah melayani 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia melalui program pembiayaan ultra mikro.


Misbakhun menilai pertumbuhan laba, penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, serta perluasan layanan pemberdayaan menjadi indikator transformasi BUMN yang berjalan ke arah positif.


“Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM menunjukkan transformasi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang terlihat bukan hanya peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/7).


Secara rinci, Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp15,4 triliun dengan pertumbuhan kredit 17,4 persen. BRI mencatat laba Rp15,5 triliun, disertai penyaluran kredit sebesar Rp1.562 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun.


Sementara BNI meraih laba Rp5,66 triliun dengan pertumbuhan kredit 20,1 persen menjadi Rp919,3 triliun. BSI membukukan laba Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan BTN mencatat laba Rp1,16 triliun atau meningkat 55,84 persen.


Di sektor ultra mikro, Pegadaian mencatat pertumbuhan laba sebesar 87,2 persen secara tahunan menjadi Rp4,38 triliun, dengan total aset mencapai Rp183,8 triliun.


CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan kapitalisasi pasar Himbara telah mencapai sekitar Rp1.100 triliun, atau sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar modal Indonesia. Menurutnya, bank-bank BUMN tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, sektor komersial, hingga korporasi.


Sementara itu, COO Danantara Dony Oskaria menegaskan perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional.
Misbakhun berharap kinerja positif tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap transformasi BUMN serta memastikan pengelolaan aset negara mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (Risma)

Bank MandiriBNIBRIBSIBTNBUMNdanantaraDPR RIhimbaraMukhamad MisbakhunPegadaianPNM
Comments (0)
Add Comment