PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/pt-hm-sampoerna-tbk-sampoerna/ Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta Wed, 05 Sep 2018 10:00:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://jakartakita.com/wp-content/uploads/2022/08/cropped-jakartakita.com_-e1660709518242-32x32.gif PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Archives - Jakartakita.com https://jakartakita.com/tag/pt-hm-sampoerna-tbk-sampoerna/ 32 32 ‘Sampoerna Untuk Indonesia’ Salurkan Paket Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp1 Miliar Kepada Korban Gempa Lombok https://jakartakita.com/2018/09/05/sampoerna-untuk-indonesia-salurkan-paket-bantuan-kemanusiaan-senilai-rp1-miliar-kepada-korban-gempa-lombok/ https://jakartakita.com/2018/09/05/sampoerna-untuk-indonesia-salurkan-paket-bantuan-kemanusiaan-senilai-rp1-miliar-kepada-korban-gempa-lombok/#respond Wed, 05 Sep 2018 10:00:23 +0000 http://jakartakita.com/?p=102226

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui payung program tanggung jawab sosial perusahaan ’Sampoerna Untuk Indonesia’, menyalurkan paket bantuan kemanusiaan senilai kurang lebih Rp1 miliar kepada para korban gempa di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

The post ‘Sampoerna Untuk Indonesia’ Salurkan Paket Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp1 Miliar Kepada Korban Gempa Lombok appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa

Jakartakita.com – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui payung program tanggung jawab sosial perusahaan ’Sampoerna Untuk Indonesia’, menyalurkan paket bantuan kemanusiaan senilai kurang lebih Rp1 miliar kepada para korban gempa di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan berupa ribuan selimut, masker, terpal, alat sanitasi hingga obat-obatan didistribusikan ke berbagai pos pengungsian di Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram.

Ketiga wilayah tersebut merupakan area yang terkena dampak parah akibat gempa yang bersumber dari Sesar Naik Flores tersebut.

Pendistribusian bantuan dilakukan dengan bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), komunitas ritel tradisional Sampoerna Retail Community (SRC), Sampoerna Volunteers Club, dan Sampoerna Rescue (SAR), sejak masa tanggap darurat bencana hingga kini.

“Sampoerna bersinergi dengan semua pemangku kepentingan untuk dapat memberikan kontribusi maksimal bagi para korban terdampak bencana di Lombok,” ujar Head of Stakeholders Regional Relations and CSR Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan, dalam siaran pers Rabu (05/9/2018).

Sampoerna juga turut menyalurkan bantuan berupa tenda di Mataram, Lombok Utara, dan Lombok Tengah. Dilaporkan, hingga saat ini banyak fasilitas pendidikan dan kesehatan permanen yang belum pulih, sehingga pemerintah daerah masih membutuhkan banyak tenda yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar juga fasilitas kesehatan darurat.

Ervin menambahkan, ”Sampoerna juga mendukung aksi sosial yang dilakukan Sampoerna Retail Community yang menggalang dana “SRC Peduli Gempa Lombok”. Tak hanya itu, komunitas ini juga membangun fasilitas dapur umum di wilayah Mataram, Lombok Utara, dan Lombok Timur, dan mendistribusikan sekitar 7.000 nasi bungkus kepada korban gempa.”

Sampoerna bersama mitranya juga turut membantu pemulihan psikis para korban gempa yang kini menjadi prioritas pemerintah setelah masa tanggap darurat berakhir pada 25 Agustus 2018.

Lebih dari 1.300 korban gempa di wilayah Mataram dan Lombok Utara telah mengikuti program pemulihan psikis ini. Di wilayah yang sama, lebih dari 600 warga Lombok turut mendapat pemeriksaan kesehatan gratis.

Lebih lanjut Ervin mengatakan, Sampoerna tetap berkomitmen membantu penanganan bencana gempa Lombok yang kini diambil alih oleh pemerintah pusat.

“Sampoerna bersama para mitra masih terus membantu para korban dan semoga sinergi serta dukungan kami dapat mempercepat penanganan penanggulangan bencana gempa dari fase rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga kegiatan masyarakat di Lombok dan sekitarnya segera pulih serta dapat beraktivitas kembali secara normal,” tandasnya.

 

The post ‘Sampoerna Untuk Indonesia’ Salurkan Paket Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp1 Miliar Kepada Korban Gempa Lombok appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2018/09/05/sampoerna-untuk-indonesia-salurkan-paket-bantuan-kemanusiaan-senilai-rp1-miliar-kepada-korban-gempa-lombok/feed/ 0
Sampoerna Menyambut Baik Laporan Human Rights Watch https://jakartakita.com/2016/05/26/sampoerna-menyambut-baik-laporan-human-rights-watch/ https://jakartakita.com/2016/05/26/sampoerna-menyambut-baik-laporan-human-rights-watch/#respond Thu, 26 May 2016 16:44:00 +0000 http://jakartakita.com/?p=71855

Jakartakita.com – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menyambut baik laporan Human Rights Watch (HRW) yang berjudul, “The Tobacco Harvest is in My Blood: Hazardous Child Labor in Tobacco-Growing in Indonesia,” yang menelusuri anak-anak yang terpapar pekerjaan berbahaya dalam pertanian tembakau, terutama di pertanian kecil keluarga yang dimiliki oleh petani di Indonesia. Dalam siaran pers yang […]

The post Sampoerna Menyambut Baik Laporan Human Rights Watch appeared first on Jakartakita.com.

]]>
foto : istimewa
foto : istimewa

Jakartakita.com – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menyambut baik laporan Human Rights Watch (HRW) yang berjudul, “The Tobacco Harvest is in My Blood: Hazardous Child Labor in Tobacco-Growing in Indonesia,” yang menelusuri anak-anak yang terpapar pekerjaan berbahaya dalam pertanian tembakau, terutama di pertanian kecil keluarga yang dimiliki oleh petani di Indonesia.

Dalam siaran pers yang diterima Jakartakita.com, Kamis (26/5/2016), Sustainability Officer Philip Morris International (PMI, induk perusahaan Sampoerna), Miguel Coleta, mengomentari laporan tersebut.

“Kami termotivasi karena keterbukaan kami diakui oleh HRW, yaitu dalam melakukan berbagai upaya untuk menangani dan menyikapi pekerjaan pertanian berbahaya bagi anak-anak dalam pertanian tembakau di Indonesia,” katanya.

Ditambahkan, “Program Agricultural Labor Practices (ALP) kami, sudah menunjukkan perkembangan yang nyata dalam upaya menghapus pekerja anak di semua pertanian tempat kami membeli tembakau. Meskipun begitu, kami setuju dengan HRW bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan. Walau kami melihat insiden pekerja anak telah berkurang secara signifikan di daerah-daerah tempat kami menjalankan program ini, kami sadar bahwa kami tidak mungkin dapat melakukan hal ini sendirian.”

Sementara itu, menurut Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat, dan ini diakui juga oleh HRW, kebanyakan kasus pekerja anak tidak hanya terjadi di industri tembakau, dan kami terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah, para petani, industri serta perusahaan di berbagai sektor, juga LSM, agar mampu membawa perubahaan yang positif dalam perilaku dan praktik budidaya tembakau.

Dalam laporannya, Human Rights Watch juga menyebutkan, “Keterbukaan adalah elemen utama untuk pengujian tuntas hak asasi manusia yang efektif dan kredibel. Di antara banyaknya perusahaan yang kami pelajari, Philip Morris International tampaknya telah melakukan langkah-langkah penting untuk bersikap transparan tentang kebijakan hak asasi manusia dan prosedur pemantauan, termasuk dengan menayangkan laporan perkembangannya di situs web mereka sendiri, sekaligus beberapa laporan terinci dari pemantauan pihak ketiga.”

Melalui siaran pers tersebut, juga diungkapkan, bahwa PMI akan terus bekerja sama dengan partner strategis globalnya untuk ALP serta LSM terkemuka dalam bidang tanggung jawab sosial, Verité.

CEO Interim Verité, Shawn MacDonald, berkomentar sebagai berikut tentang laporan HRW:

“Verité mengapresiasi dan menghargai usaha Human Rights Watch dalam menyorot permasalahan pekerja anak dalam produksi tembakau di Indonesia, serta berkomitmen dalam mendukung PMI dan para afiliasinya untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menangani masalah penting ini. Penerapan program ALP oleh PMI dan Sampoerna, serta upayanya untuk mengganti cara pembelian tembakau –dari ketergantungan dengan pasar terbuka menuju kontrak langsung dengan petani– menunjukkan langkah-langkah penting menuju arah yang benar,” jelasnya.

“Namun tentu saja masih perlu lebih banyak upaya yang dilakukan, dan kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan PMI untuk membantu memastikan bahwa semua program dan kebijakan dilaksanakan  seefektif dan sekomprehensif mungkin,” sambungnya.

Sebagai informasi, Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperkirakan ada lebih dari 1,5 juta anak berusia 10 hingga 17 tahun yang bekerja dalam sektor pertanian di Indonesia setiap tahunnya.

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan memperkirakan bahwa kurang lebih 400.000 anak secara nasional terlibat sebagai pekerja anak dalam sektor perikanan dan pertanian.

 

The post Sampoerna Menyambut Baik Laporan Human Rights Watch appeared first on Jakartakita.com.

]]>
https://jakartakita.com/2016/05/26/sampoerna-menyambut-baik-laporan-human-rights-watch/feed/ 0