Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Gara-gara Kaos Sablonan, Haji Lulung Somasi Kaka ‘Slank’

0 993

Tiket Pesawat Murah Airy

Foto Istimewa - kaka-slankJakartakita.com – Abraham ‘Lulung’ Lunggana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta melayangkan somasi kepada vokalis Slank, Kaka, Senin (16/3/2015). Somasi ini diantarkan oleh Pemuda Panca Marga dan pengacara Haji Lulung, Ramdan Alamsyah langsung ke markas besar Slankers di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Kehadiran dari perwakilan Haji Lulung ini diterima dengan baik oleh Bunda Ifet dan Bimbim ‘Slank’. Sementara Kaka sedang tidak berada di Potlot.

Adapun latar belakang di layangkan somasi ini adalah, mengenai komentar Kaka yang dianggap menyerang pribadi Lulung.

Artikel Terkait
1 daripada 10

Ramdan mengungkapkan, Kaka dituntut untuk meminta maaf dalam waktu 2 x 24 jam dan mengklarifikasi maksud dan tujuan dari ucapannya. Kalau dalam waktu yang ditentukan Kaka tidak merespon, maka pihaknya akan melaporkan Kaka ke pihak yang berwajib.

Ramdan kemudian menjelaskan secara rinci, mengenai ucapan Kaka yang menurutnya ‘menyerang’ Haji Lulung. Ia mengatakan bahwa Kaka menyebut ‘Haji Lulung berbahaya, wakil rakyat yang kurang smart, emosional layaknya preman’ dan tulisan di kaos Kaka ‘Lulung lulusan Pemulung’.

Sebelumnya diberitakan diberbagai media, vokalis Slank, Kaka menyebut Abraham ‘Lulung’ Lunggana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sebagai sosok yang emosional dan berbahaya. “Seharusnya sebagai wakil rakyat, dia bisa pintar dalam mewakili suara rakyatnya. Jangan gampang marah dong. Gila, preman banget. Mending buat sasana tinju saja,” ujar Kaka.

Sementara mengenai tulisan di kaosnya yang disablon dengan tulisan Lulung ‘Lulusan Pemulung’. Kaka mengklarifikasi, itu tidak ditujukan spesifik pada Haji Lulung.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More