Take a fresh look at your lifestyle.

Bank DKI Akan Segera Menerbitkan Kartu ID Pedagang Kaki Lima

0 790
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Untuk selalu memberikan dukungan kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Bank DKI dikabarkan menggelar acara bertema Serbu Pasar di Pasar Pramuka, yang diadakan di Jakarta Timur, pada Sabtu (16/5/2015).

” Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bank DKI kepada para pelaku UMKM sekaligus juga untuk memberikan edukasi perbankan,” ujar Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, melalui rilis yang diterima oleh Jakartakita.com, pada Minggu (17/5/2015).

Kegiatan ini juga didukung oleh Pemprov DKI Jakarta dan PD Pasar Jaya, yang merupakan stakeholder dari Bank DKI untuk menyalurkan kredit kepada para pelaku UMKM di Jakarta.

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan berbagai produk DPK dan kredit UMKM,” tandas Eko.

Related Posts
1 daripada 5,759

Bank DKI, melalui rilis ini pun menerangkan, akan terus meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor produktif. Pada triwulan pertama 2015, diketahui kredit pada sektor UMKM tercatat sebesar Rp 440 miliar.

Bank DKI juga mengabarkan akan terus mengembangkan jaringan Gerai Usaha Mikro (outlet khusus pemasaran produk UMKM) yang pada April 2015 jumlahnya sudah bertambah sebanyak 24 outlet kantor fungsional (GUM) dan 16 implan kantor yang tersebar di Jabodetabek dan juga beberapa kota besar di Indonesia.

Eko, lewat rilisnya pun mengimbau kepada pelaku UMKM, khususnya pedagang kaki lima (PKL) agar segera membuka rekening di Bank DKI. Dikarenakan, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinas KUMKMP) DKI bersama Bank DKI akan segera menerbitkan kartu ID PKL, yang dapat dipergunakan sekaligus sebagai kartu ATM dan juga sebagai alat pembayaran retribusi para pedagang.

Dengan adanya kartu ID PKL ini, diharapkan para pedagang dapat menyetorkan aktivitas transaksi mereka melalui rekening yang dimiliki, sehingga portofolio keuangan di Bank DKI akan terbentuk dengan baik.

“Ini akan memudahkan pedagang saat ingin mengajukan kredit kepada Bank DKI karena portofolio keuangan dari usaha yang dijalani sudah terekam dalam aktivitas rekening para pedagang,” tutup Eko.

Tinggalkan komen