Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Cegah Supir Bus ‘Ugal-Ugalan’, Dishub Terapkan Tarif Rupiah Per Kilometer

430
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, pihaknya akan menerapkan skema rupiah per kilometer, sebagai upaya untuk mengatasi kecelakaan yang marak terjadi pada angkutan umum khususnya Metromini dan Kopaja.

Artikel Terkait
1 daripada 7

Menurutnya, sistem itu bisa meminimalkan angka kecelakaan. Sebab, sistem itu membuat supir dibayar dengan nilai dua kali kali lipat Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

“Angka kecelakaan itu kan paling banyak disebabkan oleh tindakan supir ugal-ugalan. Kenapa uugal-ugakan karena dia kejar setoran. Jika rupiah per kilometer kita terapkan, supir bisa terima gaji dua kali UMP, nanti kita bayar,” kata Andri di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Selain penerapan tarif per kilometer. Dinas Perhubungan dan Transportasi juga juga bakal menindak tegas siapa saja yang memalsukan KIR.


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Open chat