Take a fresh look at your lifestyle.

Mentan Luncurkan Sistem Informasi Pertanian Modern Berbasis Smartphone Bertajuk ‘TANAM’

0 874
foto : jakartakita.com/edi triyono
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meluncurkan sistem informasi pertanian modern berbasis smartphone di Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12/2016). Sistem informasi ini diberi nama ‘TANAM’, akronim dari “Teknologi Pertanian Modern”.

Dalam arahannya, Amran menekankan keberadaan sistem informasi pertanian modern berbasis smartphone harus dapat menggetarkan dunia. Misalnya, dengan kenaikan produksi 1 komoditas pangan, yakni jagung dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nantinya jagung terus di ekspor sehingga Indonesia mampu menghidupi atau memberi makan Asia. Bahkan ke depan pangan kita menguasai dunia.

“Jika kenaikan produksinya 10 ton per hektare saja dengan total luas tanam nasional 3 juta hektare, maka Rp 30 triliun uang yang dinikmati langsung petani. Tentunya ini menaikkan kesejahteraan dan menekan inflasi,” cetusnya.

Related Posts
1 daripada 6,442

Sementara itu, Amran juga menargetkan mulai tahun 2017 nanti Indonesia bisa swasembada dan tidak impor jagung, tahun 2019 untuk gula konsumsi dan kedelai, tahun 2025 untuk gula industri, tahun 2026 untuk daging sapi, dan tahun 2033 untuk bawang putih.

“Apabila ini mampu diwujudkan, maka di tahun 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Selain itu, Amran pun berharap ke depan tidak lagi mengimpor mesin pertanian, karena banyak potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia dalam negeri yang pastinya dapat dioptimalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga meminta agar dalam kegiatan inovasi dibuatkan peta jalan dan dapat disinergikan dengan pelaku usaha. Di antaranya, yakni untuk jagung target produktivitasnya 20 ton/ha, padi 20 ton/ha dan kedelai 5 ton/ha.

“Tidak hanya komoditas ini, tapi untuk semua komoditas pangan harus ada peta jalan target produktivitasnya,” tandas Amran. (Edi Triyono)

 

Tinggalkan komen