Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Peduli Masa Depan Pertamina, FSPPB Gelar Sarasehan Nasional

0 1,275

Tiket Pesawat Murah Airy

foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar acara Sarasehan Nasional dengan mengusung tema ā€œPertamina Punya Siapa dan Mau Dibawa Kemana?ā€

Acara yang dihelat hari Selasa (19/12/2017) di Gedung Utama Pertamina Pusat, Jakarta, ini, dihadiri oleh ratusan anggota FSPPB dari beberapa penjuru tanah air, anggota DPR RI, kalangan akademisi, mantan Panglima TNI, pengamat migas dan pengamat ekonomi.

Dalam sarasehan tersebut, lahir beberapa pendapat dan usulan demi kemajuan Pertamina ke depan.

Antara lain, seperti yang disampaikan Presiden FSPPB, Noviandri yang mengatakan, apabila Pertamina untung, maka Pertamina akan di hujat karena ini dianggap menyusahkan masyarakat karena mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan. Sementara disisi lain, Pertamina sebagai sebuah BUMN diamanahkan harus memberikan kontribusi penghasilan untuk mengisi pundi – pundi APBN.

Artikel Terkait
1 daripada 56

Tetapi apabila Pertamina rugi, maka Pertamina juga di hujat oleh Pemerintah dan masyarakat karena boros, tidak efisien dan lain sebagainya.

ā€œAkibatnya, Pertamina berada pada persimpangan jalan, dan memunculkan pertanyaan, Pertamina ini punya siapa dan mau dibawa kemana?ā€ jelas Noviandri.

Ditambahkan, jika negara ini terjadi krisis energi maka Pertamina yang bisa membantu.

ā€œApabila negara ini krisis energi, masyarakat butuh BBM sampai ke pelosok negeri, yang tentunya pemerintah dan masyarakat membutuhkan bantuan Pertamina. Karena ini tugas Pertamina dan seharusnya pemerintah harus mendukung,ā€ tegas Noviandri.

Lebih lanjut, Noviandri juga menyampaikan bahwa usaha atau bisnis Pertamina harus lebih dikuatkan bukan dilemahkan. Apalagi Pertamina banyak diberikan penugasan-penugasan untuk memenuhi kebutuhan energi.

ā€œIni merupakan suatu contoh saja, banyak peristiwa anomaly yang terjadi di mana BBM PSO yang subsidinya seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah sekarang tidak lagi, tetapi di tanggung oleh Pertamina. Begitu juga dengan penentuan harga BBM yang seharusnya dilakukan setiap 3 bulan tidak dilakukan dan piutang Pertamina yang belum dibayarkan oleh pemerintah sehingga menyebabkan cash flow Pertamina terganggu,ā€ jelasnya. (Edi Triyono)

 

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More